Hari 6: Pasal 11 - YESUS DIBAPTISKAN
4 September 2026 · Hari 6

Hari 6: Pasal 11 - YESUS DIBAPTISKAN

Halaman 104-105 | Pasal 11, Paragraf 15-16 | KSZ1 104.5-KSZ1 105.1

Ayat Inti

Matius 3:17

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 9 membaca Bab 11: Yesus Dibaptiskan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 104.5 Yohanes merasa terharu sekali ketika ia melihat Yesus tersungkur sebagai seorang pemohon, memohonkan keridlaan Bapa dengan berlinang-linang air mata-Nya. Sementara kemuliaan Allah mengelilingi Dia, dan suara yang dari surga itu terdengar, Yohanes mengenal tanda yang telah dijanjikan Allah. Tahulah ia bahwa Penebus dunialah yang telah dibaptiskannya itu. Roh Suci hinggap kepadanya, dan dengan tangan yang teracung menunjuk kepada Yesus, ia berseru, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”

KSZ1 105.1 Tidak seorang pun dari antara para pendengar itu, bahkan pembicara itu sendiri pun tidak mengerti arti ucapan ini, “Anak domba Allah.” Di atas Gunung Moria, Abraham telah mendengar pertanyaan putranya, “Bapa ... di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?” Ayah itu menjawab, “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Kej 22:7, 8. Maka di dalam domba jantan yang disediakan Tuhan itu untuk mengganti Ishak, Abraham melihat lambang Dia yang harus mati untuk dosa-dosa umat manusia. Roh Suci oleh Nabi Yesaya, dengan mengambil lukisan itu, bernubuat tentang Juruselamat, “Seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian,” “tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian;” (Yesaya 53:6, 7), akan tetapi bangsa Israel tidak mengerti pelajaran itu. Banyak di antara mereka yang menganggap persembahan korban itu justru seperti orang-orang kafir memandang kepada korban mereka sebagai hadiah yang olehnya mereka sendiri kiranya dapat berdamai dengan Tuhan. Allah ingin mengajar mereka bahwa dari kasih-Nya sendiri sajalah datang karunia yang dapat medamaikan mereka kepada-Nya.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

4 September 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 11 - YESUS DIBAPTISKAN

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 11 - YESUS DIBAPTISKAN
Halaman 104-105 | Pasal 11, Paragraf 15-16 | KSZ1 104.5-KSZ1 105.1

Ayat Inti:
Matius 3:17
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 9 membaca Bab 11: Yesus Dibaptiskan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-9-hari-6-2026-09-04

Teks Lengkap:

Yohanes merasa terharu sekali ketika ia melihat Yesus tersungkur sebagai seorang pemohon, memohonkan keridlaan Bapa dengan berlinang-linang air mata-Nya. Sementara kemuliaan Allah mengelilingi Dia, dan suara yang dari surga itu terdengar, Yohanes mengenal tanda yang telah dijanjikan Allah. Tahulah ia bahwa Penebus dunialah yang telah dibaptiskannya itu. Roh Suci hinggap kepadanya, dan dengan tangan yang teracung menunjuk kepada Yesus, ia berseru, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” [KSZ1 104.5]

Tidak seorang pun dari antara para pendengar itu, bahkan pembicara itu sendiri pun tidak mengerti arti ucapan ini, “Anak domba Allah.” Di atas Gunung Moria, Abraham telah mendengar pertanyaan putranya, “Bapa ... di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?” Ayah itu menjawab, “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Kej 22:7, 8. Maka di dalam domba jantan yang disediakan Tuhan itu untuk mengganti Ishak, Abraham melihat lambang Dia yang harus mati untuk dosa-dosa umat manusia. Roh Suci oleh Nabi Yesaya, dengan mengambil lukisan itu, bernubuat tentang Juruselamat, “Seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian,” “tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian;” (Yesaya 53:6, 7), akan tetapi bangsa Israel tidak mengerti pelajaran itu. Banyak di antara mereka yang menganggap persembahan korban itu justru seperti orang-orang kafir memandang kepada korban mereka sebagai hadiah yang olehnya mereka sendiri kiranya dapat berdamai dengan Tuhan. Allah ingin mengajar mereka bahwa dari kasih-Nya sendiri sajalah datang karunia yang dapat medamaikan mereka kepada-Nya. [KSZ1 105.1]