31 Agustus 2026 · Hari 2
Hari 2: Pasal 11 - YESUS DIBAPTISKAN
Halaman 102-102 | Pasal 11, Paragraf 4-6 | KSZ1 102.1-KSZ1 102.3
Ayat Inti
Matius 3:17
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 9 membaca Bab 11: Yesus Dibaptiskan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 102.1 Yohanes mengetahui segala peristiwa yang telah menandai kelahirah Yesus. Ia telah mendengar kabar tentang kunjungan ke Yerusalem pada waktu Ia masih kanak-kanak, dan tentang apa yang telah terjadi di sekolah rabi-rabi. Diketahuinya tentang kehidupan-Nya yang tidak berdosa itu, serta percaya bahwa Ialah Mesias; tetapi tentang ini ia tidak mempunyai jaminan yang pasti. Kenyataan bahwa Yesus telah sekian tahun lamanya tinggal dalam kesunyian dan tidak memberikan tanda yang istimewa tentang pekerjaan-Nya, menimbulkan rasa bimbang tentang apakah mungkin Ialah yang dijanjikan itu. Namun Pembaptis itu menanti dengan percaya, yakin bahwa pada waktu yang ditentukan Allah sendiri segala sesuatu akan dijelaskan. Sudah dinyatakan kepadanya bahwa Mesias itu akan meminta baptisan dari padanya, dan bahwa tanda Keilahian-Nya pun akan diberikan pada waktu itu. Maka dengan demikian ia akan dapat memperkenalkan Dia kepada khalayak ramai.
KSZ1 102.2 Tatkala Yesus datang untuk dibaptiskan; Yohanes melihat dalam Dia suatu kemurnian tabiat yang sejak dahulu belum pernah dilihatnya dalam seorang manusia pun. Bahkan suasana hadirat-Nya pun kudus serta mengilhamkan rasa segan. Di antara orang banyak yang telah berkumpul di sekelilingnya di Yordan, Yohanes telah mendengar banyak cerita yang menyedihkan tentang kejahatan, dan telah bertemu dengan jiwa-jiwa yang ditindas oleh beban dosa yang tidak terkira banyaknya; akan tetapi belum pernah ia bertemu dengan seseorang yang dari padanya keluar suatu pengaruh yang begitu Ilahi. Semuanya ini adalah sesuai dengan apa yang telah dinyatakan lebih dahulu kepada Yohanes mengenai Mesias itu. Namun ia segan meluluskan permohonan Yesus itu. Bagai’ manakah ia, seorang berdosa, dapat membaptiskan Pribadi yang tidak berdosa itu? Dan mengapa Ia, yang tidak memerlukan pertobatan, harus mentaati suatu upacara agama yang merupakan pengakuan dosa yang harus dibasuhkan?
KSZ1 102.3 Ketika Yesus memohonkan baptisan itu, Yohanes melangkah mundur sambil berseru, “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Dengan wewenang yang tegas namun lemah lembut, Yesus menjawab, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Lalu Yohanes menyerah dan menuntun Juruselamat itu ke dalam sungai Yordan, dan menyelam- Kan Dia di dalam air. “Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya.”
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
31 Agustus 2026 | Hari 2
Hari 2: Pasal 11 - YESUS DIBAPTISKAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 11 - YESUS DIBAPTISKAN
Halaman 102-102 | Pasal 11, Paragraf 4-6 | KSZ1 102.1-KSZ1 102.3
Ayat Inti:
Matius 3:17
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 9 membaca Bab 11: Yesus Dibaptiskan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-9-hari-2-2026-08-31
Teks Lengkap:
Yohanes mengetahui segala peristiwa yang telah menandai kelahirah Yesus. Ia telah mendengar kabar tentang kunjungan ke Yerusalem pada waktu Ia masih kanak-kanak, dan tentang apa yang telah terjadi di sekolah rabi-rabi. Diketahuinya tentang kehidupan-Nya yang tidak berdosa itu, serta percaya bahwa Ialah Mesias; tetapi tentang ini ia tidak mempunyai jaminan yang pasti. Kenyataan bahwa Yesus telah sekian tahun lamanya tinggal dalam kesunyian dan tidak memberikan tanda yang istimewa tentang pekerjaan-Nya, menimbulkan rasa bimbang tentang apakah mungkin Ialah yang dijanjikan itu. Namun Pembaptis itu menanti dengan percaya, yakin bahwa pada waktu yang ditentukan Allah sendiri segala sesuatu akan dijelaskan. Sudah dinyatakan kepadanya bahwa Mesias itu akan meminta baptisan dari padanya, dan bahwa tanda Keilahian-Nya pun akan diberikan pada waktu itu. Maka dengan demikian ia akan dapat memperkenalkan Dia kepada khalayak ramai. [KSZ1 102.1]
Tatkala Yesus datang untuk dibaptiskan; Yohanes melihat dalam Dia suatu kemurnian tabiat yang sejak dahulu belum pernah dilihatnya dalam seorang manusia pun. Bahkan suasana hadirat-Nya pun kudus serta mengilhamkan rasa segan. Di antara orang banyak yang telah berkumpul di sekelilingnya di Yordan, Yohanes telah mendengar banyak cerita yang menyedihkan tentang kejahatan, dan telah bertemu dengan jiwa-jiwa yang ditindas oleh beban dosa yang tidak terkira banyaknya; akan tetapi belum pernah ia bertemu dengan seseorang yang dari padanya keluar suatu pengaruh yang begitu Ilahi. Semuanya ini adalah sesuai dengan apa yang telah dinyatakan lebih dahulu kepada Yohanes mengenai Mesias itu. Namun ia segan meluluskan permohonan Yesus itu. Bagai’ manakah ia, seorang berdosa, dapat membaptiskan Pribadi yang tidak berdosa itu? Dan mengapa Ia, yang tidak memerlukan pertobatan, harus mentaati suatu upacara agama yang merupakan pengakuan dosa yang harus dibasuhkan? [KSZ1 102.2]
Ketika Yesus memohonkan baptisan itu, Yohanes melangkah mundur sambil berseru, “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Dengan wewenang yang tegas namun lemah lembut, Yesus menjawab, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Lalu Yohanes menyerah dan menuntun Juruselamat itu ke dalam sungai Yordan, dan menyelam- Kan Dia di dalam air. “Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya.” [KSZ1 102.3]