Hari 7: Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA
29 Agustus 2026 · Hari 7

Hari 7: Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA

Halaman 98-100 | Pasal 10, Paragraf 43-49 | KSZ1 98.3-KSZ1 100.2

Ayat Inti

Yohanes 1:23

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 8 membaca Bab 10: Suara di Padang Belantara. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 98.3 Yohanes menandaskan kepada guru-guru Israel itu bahwa kecongkakan hati, sifat mementingkan diri, serta kebengisan mereka itu menunjukkan bahwa mereka adalah keturunan ular beludak, suatu kutuk yang sungguh amat berbahaya bagi orang banyak, bukannya anak-anak Abraham yang adil dan penurut itu. Mengingat terang yang telah mereka terima dari Allah, mereka bahkan lebih jahat lagi daripada orang kafir, terhadap siapa mereka merasa diri sendiri jauh lebih tinggi. Mereka sudah melupakan batu yang dari padanya mereka telah dipahat, dan lobang yang dari dalamnya mereka telah digali. Allah tidak bergantung pada mereka untuk melaksanakan maksud-Nya. Sebagaimana Ia telah memanggil Abraham keluar dari suatu bangsa kafir, demikian pula Ia dapat memanggil orang lain ke dalam pekerjaan-Nya. Hati mereka mungkin tampak tidak bernyawa sekarang ini sama seperti batu-batu di padang belantara, tetapi Roh-Nya dapat menghidupkan mereka untuk melakukan kehendak-Nya, serta menerima kegenapan janji-Nya.

KSZ1 98.4 “Dan lagi,” kata nabi itu, “Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.” Bukan oleh namanya, melainkan oleh buahnya nilai sesuatu pohon ditentukan. Kalau buahnya tidak berguna, maka namanya tidak dapat menyelamatkan pohon itu dari kebinasaan. Yohanes menegaskan kepada orang Yahudi bahwa kedudukan mereka di hadapan Allah harus ditentukan oleh tabiat serta kehidupan mereka. Pengakuan tidak berguna. Kalau kehidupan dan tabiat mereka tidak sesuai dengan hukum Allah, mereka itu bukanlah umat-Nya.

KSZ1 99.1 Akibat perkataannya yang menusuk hati itu, para pendengarnya diyakinkan. Mereka datang kepadanya dengan pertanyaan, “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?” Jawabnya, “Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.” Dan diberinya amaran kepada para pemungut cukai supaya jangan berlaku curang, dan kepada serdadu-serdadu supaya jangan melakukan kekerasan.

KSZ1 99.2 Semua orang yang menjadi rakyat kerajaan Kristus katanya, akan membuktikan adanya iman dan pertobatan. Kebaikan hati, kejujuran dan kesetiaan akan tampak dalam kehidupan mereka. Mereka akan menolong fakir miskin, dan membawa persembahan mereka kepada Allah. Mereka akan melindungi orang yang tidak mempunyai perlindungan, serta memberikan teladan kebajikan dan belas kasihan. Demikianlah para pengikut Kristus akan memberikan bukti akan kuasa Roh Suci yang mengubahkan itu. Dalam kehidupan sehari-hari, keadilan, kemurahan, dan kasih Allah, akan kelihatan. Jika tidak demikian maka mereka adalah seperti sekam, yang dicampakkan ke dalam api.

KSZ1 99.3 “Aku membaptiskan kamu dengan air,” kata Yohanes; “tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.” Matius 3:11. Nabi Yesaya telah menandaskan bahwa Tuhan akan membersihkan umat-Nya dari segala kejahatan mereka “dengan roh yang mengadili dan yang membakar.” Firman Tuhan kepada Israel ialah, “Aku akan bertindak terhadap engkau: Aku akan memurnikan perakmu dengan garam soda, dan akan menyingkirkan segala timah dari padanya.” Yes. 4:4; 1:25. Bagi dosa, di mana saja pun terdapat, “Allah kita adalah api yang menghanguskan.” Ibrani 12:29. Dalam diri semua orang yang menyerah kepada kuasa-Nya, Roh Allah akan menghanguskan dosa. Tetapi kalau orang berpegang teguh kepada dosa, mereka akan menjadi satu dengan dosa. Maka kemuliaan Allah, yang membinasakan dosa itu, mesti membinasakan mereka. Yakuh sesudah malam pergumulannya dengan seorang malaikat berkata, “Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!” Kejadian 32:30. Yakub telah melakukan suatu dosa yang besar dalam perlakuannya terhadap Esau; tetapi ia sudah bertobat. Pelanggarannya sudah diampuni, dan dosanya dibasuh; oleh sebab itu ia pun sanggup melihat kenyataan hadirat Allah. Tetapi di mana saja manusia datang menghadap Allah sementara dengan sengaja menyimpan kejahatan, mereka akan di-binasakan. Pada kedatangan Kristus yang kedua kali nanti orang-orang jahat akan dihanguskan “dengan napas mulut-Nya,” serta “memusnahkannya, kalau Ia datang .” 2 Tes. 2:8. Cahaya kemuliaan Allah, yang memberi hidup kepada orang benar, justru akan membinasakan orang yang jahat.

KSZ1 100.1 Pada zaman Yohanes Pembaptis, Kristus sudah hampir kelihatan sebagai seorang yang menyatakan tabiat Allah. Hadirat-Nya sendiri akan menyatakan kepada manusia dosa mereka. Hanya bila mereka itu mau dibasuh dari dosa, mereka dapat masuk ke dalam persekutuan dengan Dia. Hanya orang yang suci hatinya dapat tinggal di hadirat-Nya.

KSZ1 100.2 Demikianlah Pembaptis itu menyatakan pekabaran Allah kepada Israel. Banyak yang memperhatikan segala pengajarannya. Banyak yang mengorbankan segala sesuatu, agar dapat menurut. Banyak sekali orang yang mengikuti guru baru ini dari satu tempat ke tempat yang lain, dan tidak sedikit pula yang mengharap bahwa mungkin dialah Mesias itu. Tetapi ketika Yohanes melihat orang banyak itu berpaling kepadanya, dicarinyalah setiap kesempatan untuk mengarahkan iman mereka kepada Dia yang akan datang itu.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

29 Agustus 2026 | Hari 7
Hari 7: Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA
Halaman 98-100 | Pasal 10, Paragraf 43-49 | KSZ1 98.3-KSZ1 100.2

Ayat Inti:
Yohanes 1:23
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 8 membaca Bab 10: Suara di Padang Belantara. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-8-hari-7-2026-08-29

Teks Lengkap:

Yohanes menandaskan kepada guru-guru Israel itu bahwa kecongkakan hati, sifat mementingkan diri, serta kebengisan mereka itu menunjukkan bahwa mereka adalah keturunan ular beludak, suatu kutuk yang sungguh amat berbahaya bagi orang banyak, bukannya anak-anak Abraham yang adil dan penurut itu. Mengingat terang yang telah mereka terima dari Allah, mereka bahkan lebih jahat lagi daripada orang kafir, terhadap siapa mereka merasa diri sendiri jauh lebih tinggi. Mereka sudah melupakan batu yang dari padanya mereka telah dipahat, dan lobang yang dari dalamnya mereka telah digali. Allah tidak bergantung pada mereka untuk melaksanakan maksud-Nya. Sebagaimana Ia telah memanggil Abraham keluar dari suatu bangsa kafir, demikian pula Ia dapat memanggil orang lain ke dalam pekerjaan-Nya. Hati mereka mungkin tampak tidak bernyawa sekarang ini sama seperti batu-batu di padang belantara, tetapi Roh-Nya dapat menghidupkan mereka untuk melakukan kehendak-Nya, serta menerima kegenapan janji-Nya. [KSZ1 98.3]

“Dan lagi,” kata nabi itu, “Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.” Bukan oleh namanya, melainkan oleh buahnya nilai sesuatu pohon ditentukan. Kalau buahnya tidak berguna, maka namanya tidak dapat menyelamatkan pohon itu dari kebinasaan. Yohanes menegaskan kepada orang Yahudi bahwa kedudukan mereka di hadapan Allah harus ditentukan oleh tabiat serta kehidupan mereka. Pengakuan tidak berguna. Kalau kehidupan dan tabiat mereka tidak sesuai dengan hukum Allah, mereka itu bukanlah umat-Nya. [KSZ1 98.4]

Akibat perkataannya yang menusuk hati itu, para pendengarnya diyakinkan. Mereka datang kepadanya dengan pertanyaan, “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?” Jawabnya, “Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.” Dan diberinya amaran kepada para pemungut cukai supaya jangan berlaku curang, dan kepada serdadu-serdadu supaya jangan melakukan kekerasan. [KSZ1 99.1]

Semua orang yang menjadi rakyat kerajaan Kristus katanya, akan membuktikan adanya iman dan pertobatan. Kebaikan hati, kejujuran dan kesetiaan akan tampak dalam kehidupan mereka. Mereka akan menolong fakir miskin, dan membawa persembahan mereka kepada Allah. Mereka akan melindungi orang yang tidak mempunyai perlindungan, serta memberikan teladan kebajikan dan belas kasihan. Demikianlah para pengikut Kristus akan memberikan bukti akan kuasa Roh Suci yang mengubahkan itu. Dalam kehidupan sehari-hari, keadilan, kemurahan, dan kasih Allah, akan kelihatan. Jika tidak demikian maka mereka adalah seperti sekam, yang dicampakkan ke dalam api. [KSZ1 99.2]

“Aku membaptiskan kamu dengan air,” kata Yohanes; “tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.” Matius 3:11. Nabi Yesaya telah menandaskan bahwa Tuhan akan membersihkan umat-Nya dari segala kejahatan mereka “dengan roh yang mengadili dan yang membakar.” Firman Tuhan kepada Israel ialah, “Aku akan bertindak terhadap engkau: Aku akan memurnikan perakmu dengan garam soda, dan akan menyingkirkan segala timah dari padanya.” Yes. 4:4; 1:25. Bagi dosa, di mana saja pun terdapat, “Allah kita adalah api yang menghanguskan.” Ibrani 12:29. Dalam diri semua orang yang menyerah kepada kuasa-Nya, Roh Allah akan menghanguskan dosa. Tetapi kalau orang berpegang teguh kepada dosa, mereka akan menjadi satu dengan dosa. Maka kemuliaan Allah, yang membinasakan dosa itu, mesti membinasakan mereka. Yakuh sesudah malam pergumulannya dengan seorang malaikat berkata, “Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!” Kejadian 32:30. Yakub telah melakukan suatu dosa yang besar dalam perlakuannya terhadap Esau; tetapi ia sudah bertobat. Pelanggarannya sudah diampuni, dan dosanya dibasuh; oleh sebab itu ia pun sanggup melihat kenyataan hadirat Allah. Tetapi di mana saja manusia datang menghadap Allah sementara dengan sengaja menyimpan kejahatan, mereka akan di-binasakan. Pada kedatangan Kristus yang kedua kali nanti orang-orang jahat akan dihanguskan “dengan napas mulut-Nya,” serta “memusnahkannya, kalau Ia datang .” 2 Tes. 2:8. Cahaya kemuliaan Allah, yang memberi hidup kepada orang benar, justru akan membinasakan orang yang jahat. [KSZ1 99.3]

Pada zaman Yohanes Pembaptis, Kristus sudah hampir kelihatan sebagai seorang yang menyatakan tabiat Allah. Hadirat-Nya sendiri akan menyatakan kepada manusia dosa mereka. Hanya bila mereka itu mau dibasuh dari dosa, mereka dapat masuk ke dalam persekutuan dengan Dia. Hanya orang yang suci hatinya dapat tinggal di hadirat-Nya. [KSZ1 100.1]

Demikianlah Pembaptis itu menyatakan pekabaran Allah kepada Israel. Banyak yang memperhatikan segala pengajarannya. Banyak yang mengorbankan segala sesuatu, agar dapat menurut. Banyak sekali orang yang mengikuti guru baru ini dari satu tempat ke tempat yang lain, dan tidak sedikit pula yang mengharap bahwa mungkin dialah Mesias itu. Tetapi ketika Yohanes melihat orang banyak itu berpaling kepadanya, dicarinyalah setiap kesempatan untuk mengarahkan iman mereka kepada Dia yang akan datang itu. [KSZ1 100.2]