Hari 3: Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA
25 Agustus 2026 · Hari 3

Hari 3: Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA

Halaman 91-93 | Pasal 10, Paragraf 15-21 | KSZ1 91.1-KSZ1 93.1

Ayat Inti

Yohanes 1:23

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 8 membaca Bab 10: Suara di Padang Belantara. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 91.1 Yohanes harus tampil sebagai utusan Yahweh, untuk membawa terang Allah kepada manusia. Ia wajib memberikan suatu tujuan yang baru bagi pikiran mereka. Ia wajib menekankan ke dalam pikiran mereka kesucian tuntutan-tuntutan Allah, dan keperluan mereka akan kebenaranNya yang sempuma itu. Seorang utusan semacam itu haruslah suci. Wajiblah ia merupakan suatu bait suci untuk tempat kediaman Roh Allah. Untuk dapat menjalankan tugasnya itu, wajiblaih ia memiliki badan yang sehat dan tenaga pikiran serta rohani yang kuat. Itulah sebabnya perlu baginya mengendalikan selera dan nafsunya. Ia mesti sanggup mengendalikan segala kuasanya sedemikian rupa hingga ia dapat berdiri di antara manusia dengan tidak tergoncang oleh keadaan di sekelilingnya seperti bukit-bukit batu dan gunung-gunung di padang belantara.

KSZ1 91.2 Pada zaman Yohanes Pembaptis, keserakahan terhadap kekayaan, dan cinta akan kemewahan dan pertunjukan sudah merajalela. Kepelesiran cabul, pesta-pesta dan minum-minum, sedang menimbulkan penyakitpenyakit badani serta kemerosotan, menumpulkan pengertian rohani, dan mengurangi daya rasa terhadap dosa. Yohanes harus berdiri sebagai seorang pembaru. Oleh hidupnya yang bertarak dan pakaiannya yang sederhana ia harus mengecam segala keterlaluan yang terjadi pada zamannya. Itulah sebabnya petunjuk-petunjuk diberikan kepada orangtua Yohanes—sebuah pelajaran pertarakan oleh seorang malaikat dari singgasana surga.

KSZ1 91.3 Pada masa kanak-kanak dan masa mudalah tabiat paling mudah mendapat kesan. Kuasa pengendalian diri sendiri seharusnya dimiliki pada masa itu. Di sekitar perapian dan di meja makan keluarga, pengaruh-pengaruh diberikan, yang hasilnya akan tahan selama-lamanya bagaikan zaman yang kekal. Lebih daripada bakat yang mereka miliki, segala kebiasaan pada masa kanak-kanak menentukan apakah seseorang akan menang atau kalah dalam peperangan kehidupan. Masa mudalah masa menabur. Masa ini menentukan jenis panen bagi kehidupan ini dan bagi kehidupan yang akan datang.

KSZ1 91.4 Sebagai seorang nabi, Yohanes harus “membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.” Dalam mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus yang pertama kalinya ia mengibaratkan orang-orang yang akan mempersiapkan suatu umat bagi kedatangan Tuhan kita yang kedus kalinya. Dunia sudah terjerumus ke dalam jurang pemanjaan diri. Kesalahan dan cerita dongeng berlimpah-limpah. Jerat-jerat Setan guna memusnahkan jiwa-jiwa dilipatgandakan. Semua orang yang mau me-nyempurnakan kesucian dalam takut akan Allah, wajib memahami pelajaran pertarakan dan pengendalian diri. Selera dan segala nafsu wajib ditundukkan ke bawah kuasa pikiran yang lebih tinggi. Pengendalian diri ini sangat penting bagi tenaga pikiran dan pengertian rohani, yang akan menyanggupkan kita untuk mengerti dan untuk mempraktikkan kebenaran-kebenaran firman Allah yang suci. Oleh sebab ini pertarakan mendapat tempatnya dalam pekerjaan persiapan bagi kedatangan Kristus yang kedua kali.

KSZ1 92.1 Menurut keadaan yang sewajarnya, anak Zakharia itu harus dididik bagi keimamatan. Akan tetapi pendidikan di sekolah rabi-rabi pasti akan menjadikan dia tidak cocok untuk pekerjaannya. Allah tidak menyuruh dia pergi kepada guru-guru agama untuk belajar bagaimana menafsirkan Alkitab. Dipanggil-Nya dia ke padang belantara, supaya ia dapat belajar dari alam kejadian dan Allah alam kejadian itu.

KSZ1 92.2 Di suatu daerah yang sunyi ia tinggal, di antara bukit-bukit yang tandus, jurang-jurang yang dalam, dan gua-gua batu. Tetapi adalah kemauannya sendiri untuk meninggalkan segala kesenangan dan kemewahan hidup demi disiplin yang keras di padang belantara. Di sana keadaan di sekelilingnya cocok bagi kebiasaan-kebiasaan kesederhanaan dan penyangkalan diri. Dalam keadaan tidak terganggu oleh keramaian dunia, ia dapat mempelajari pelajaran-pelajaran dari alam kejadian, dari wahyu dan dari Allah. Perkataan malaikat kepada Zakharia itu telah sering diulangi kepada Yohanes oleh ayah bundanya yang beribadah itu. Sejak kecil tugasnya itu telah dinyatakan kepadanya, dan ia telah menerima kewajiban yang kudus itu. Baginya kesunyian padang belantara itu merupakan suatu tempat menjauhkan diri dari masyarakat di mana kecurigaan, sikap kurang percaya, dan percabulan yang sudah hampir merata. Ia tidak percaya pada kuasanya sendiri untuk melawan pencobaan, dan menjauhkan diri dari hubungan yang tetap dengan dosa, agar ia jangan kehilangan rasa akan kedahsyatan dosa itu.

KSZ1 93.1 Karena telah diserahkan kepada Allah sebagai seorang nazir Allah sejak lahir, ia sendiri menunaikan nazar itu dalam penyerahan seumur hidup. Pakaiannya adalah seperti pakaian nabi-nabi purbakala, pakaian yang diperbuat dari bulu unta, diikat dengan sebuah ikat pinggang kulit. Ia makan “belalang dan madu hutan” yang terdapat di padang belantara itu, dan minum air jemih yang datang dari bukit-bukit.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

25 Agustus 2026 | Hari 3
Hari 3: Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA
Halaman 91-93 | Pasal 10, Paragraf 15-21 | KSZ1 91.1-KSZ1 93.1

Ayat Inti:
Yohanes 1:23
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 8 membaca Bab 10: Suara di Padang Belantara. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-8-hari-3-2026-08-25

Teks Lengkap:

Yohanes harus tampil sebagai utusan Yahweh, untuk membawa terang Allah kepada manusia. Ia wajib memberikan suatu tujuan yang baru bagi pikiran mereka. Ia wajib menekankan ke dalam pikiran mereka kesucian tuntutan-tuntutan Allah, dan keperluan mereka akan kebenaranNya yang sempuma itu. Seorang utusan semacam itu haruslah suci. Wajiblah ia merupakan suatu bait suci untuk tempat kediaman Roh Allah. Untuk dapat menjalankan tugasnya itu, wajiblaih ia memiliki badan yang sehat dan tenaga pikiran serta rohani yang kuat. Itulah sebabnya perlu baginya mengendalikan selera dan nafsunya. Ia mesti sanggup mengendalikan segala kuasanya sedemikian rupa hingga ia dapat berdiri di antara manusia dengan tidak tergoncang oleh keadaan di sekelilingnya seperti bukit-bukit batu dan gunung-gunung di padang belantara. [KSZ1 91.1]

Pada zaman Yohanes Pembaptis, keserakahan terhadap kekayaan, dan cinta akan kemewahan dan pertunjukan sudah merajalela. Kepelesiran cabul, pesta-pesta dan minum-minum, sedang menimbulkan penyakitpenyakit badani serta kemerosotan, menumpulkan pengertian rohani, dan mengurangi daya rasa terhadap dosa. Yohanes harus berdiri sebagai seorang pembaru. Oleh hidupnya yang bertarak dan pakaiannya yang sederhana ia harus mengecam segala keterlaluan yang terjadi pada zamannya. Itulah sebabnya petunjuk-petunjuk diberikan kepada orangtua Yohanes—sebuah pelajaran pertarakan oleh seorang malaikat dari singgasana surga. [KSZ1 91.2]

Pada masa kanak-kanak dan masa mudalah tabiat paling mudah mendapat kesan. Kuasa pengendalian diri sendiri seharusnya dimiliki pada masa itu. Di sekitar perapian dan di meja makan keluarga, pengaruh-pengaruh diberikan, yang hasilnya akan tahan selama-lamanya bagaikan zaman yang kekal. Lebih daripada bakat yang mereka miliki, segala kebiasaan pada masa kanak-kanak menentukan apakah seseorang akan menang atau kalah dalam peperangan kehidupan. Masa mudalah masa menabur. Masa ini menentukan jenis panen bagi kehidupan ini dan bagi kehidupan yang akan datang. [KSZ1 91.3]

Sebagai seorang nabi, Yohanes harus “membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.” Dalam mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus yang pertama kalinya ia mengibaratkan orang-orang yang akan mempersiapkan suatu umat bagi kedatangan Tuhan kita yang kedus kalinya. Dunia sudah terjerumus ke dalam jurang pemanjaan diri. Kesalahan dan cerita dongeng berlimpah-limpah. Jerat-jerat Setan guna memusnahkan jiwa-jiwa dilipatgandakan. Semua orang yang mau me-nyempurnakan kesucian dalam takut akan Allah, wajib memahami pelajaran pertarakan dan pengendalian diri. Selera dan segala nafsu wajib ditundukkan ke bawah kuasa pikiran yang lebih tinggi. Pengendalian diri ini sangat penting bagi tenaga pikiran dan pengertian rohani, yang akan menyanggupkan kita untuk mengerti dan untuk mempraktikkan kebenaran-kebenaran firman Allah yang suci. Oleh sebab ini pertarakan mendapat tempatnya dalam pekerjaan persiapan bagi kedatangan Kristus yang kedua kali. [KSZ1 91.4]

Menurut keadaan yang sewajarnya, anak Zakharia itu harus dididik bagi keimamatan. Akan tetapi pendidikan di sekolah rabi-rabi pasti akan menjadikan dia tidak cocok untuk pekerjaannya. Allah tidak menyuruh dia pergi kepada guru-guru agama untuk belajar bagaimana menafsirkan Alkitab. Dipanggil-Nya dia ke padang belantara, supaya ia dapat belajar dari alam kejadian dan Allah alam kejadian itu. [KSZ1 92.1]

Di suatu daerah yang sunyi ia tinggal, di antara bukit-bukit yang tandus, jurang-jurang yang dalam, dan gua-gua batu. Tetapi adalah kemauannya sendiri untuk meninggalkan segala kesenangan dan kemewahan hidup demi disiplin yang keras di padang belantara. Di sana keadaan di sekelilingnya cocok bagi kebiasaan-kebiasaan kesederhanaan dan penyangkalan diri. Dalam keadaan tidak terganggu oleh keramaian dunia, ia dapat mempelajari pelajaran-pelajaran dari alam kejadian, dari wahyu dan dari Allah. Perkataan malaikat kepada Zakharia itu telah sering diulangi kepada Yohanes oleh ayah bundanya yang beribadah itu. Sejak kecil tugasnya itu telah dinyatakan kepadanya, dan ia telah menerima kewajiban yang kudus itu. Baginya kesunyian padang belantara itu merupakan suatu tempat menjauhkan diri dari masyarakat di mana kecurigaan, sikap kurang percaya, dan percabulan yang sudah hampir merata. Ia tidak percaya pada kuasanya sendiri untuk melawan pencobaan, dan menjauhkan diri dari hubungan yang tetap dengan dosa, agar ia jangan kehilangan rasa akan kedahsyatan dosa itu. [KSZ1 92.2]

Karena telah diserahkan kepada Allah sebagai seorang nazir Allah sejak lahir, ia sendiri menunaikan nazar itu dalam penyerahan seumur hidup. Pakaiannya adalah seperti pakaian nabi-nabi purbakala, pakaian yang diperbuat dari bulu unta, diikat dengan sebuah ikat pinggang kulit. Ia makan “belalang dan madu hutan” yang terdapat di padang belantara itu, dan minum air jemih yang datang dari bukit-bukit. [KSZ1 93.1]