Hari 7: Pasal 9 - HARI-HARI PERJUANGAN
22 Agustus 2026 · Hari 7

Hari 7: Pasal 9 - HARI-HARI PERJUANGAN

Halaman 84-86 | Pasal 9, Paragraf 23-25 | KSZ1 84.3-KSZ1 86.1

Ayat Inti

Ibrani 4:15

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 7 membaca Bab 9: Hari-hari Perjuangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 84.3 Ia mengajar semua orang untuk memandang bahwa diri mereka sendiri telah dianugerahi berbagai macam bakat, yang jika digunakan dengan semestinya akan menghasilkan kekayaan yang kekal bagi mereka. Ia mencabut segala kesia-siaan dari kehidupan, dan oleh teladan yang-diberikan-Nya mengajarkan bahwa setiap saat berisi akibat-akibat yang kekal; bahwa waktu itu harus dijaga laksana sebuah harta, dan harus digunakan untuk maksud-maksud yang suci. Ia tidak pernah menganggap seorang pun tidak berharga, melainkan berusaha membubuhkan penawar yang menyelamatkan kepada tiap-tiap jiwa. Dalam kelompok manusia mana pun Ia berada, Ia menyampaikan suatu pelajaran yang selaras dengan waktu dan keadaan. Ia berusaha mengilhamkan harapan ke dalam hati orang-orang yang paling kasar dengan tidak muluk-muluk, membukakan kepada mereka jaminan bahwa mereka dapat menjadi bebas dari cela dan bencana, mencapai suatu tabiat yang akan menjadikan mereka nyata sebagai anak-anak Allah. Kerapkali Ia bertemu dengan orangorang yang telah hanyut di bawah kendali Setan, dan yang tidak berkuasa melepaskan diri dari jeratnya. Kepada mereka yang demikian, yang putus asa, sakit, tergoda, dan terjerumus, Yesus mengucapkan perkataan belas kasihan yang paling lemah lembut, perkataan yang diperlukan dan yang dapat dipahami. Sering pula Ia bertemu dengan orang-orang lain, yang sedang bertempur melawan musuh jiwa. Ia meneguhkan semangat orang-orang ini supaya tetap tabah, seraya memberi jaminan bahwa mereka pasti menang; karena malaikat-malaikat Allah berdiri di pihak mereka, dan akan memberi kepada mereka kemenangan. Orang-orang yang ditolong-Nya dengan demikian diyakinkan bahwa inilah Dia yang pada-Nya mereka dapat berharap dengan keyakinan yang sempuma. Ia tidak akan mengkhianati segala rahasia yang mereka sampaikan ke telinga-Nya yang menaruh simpati.

KSZ1 85.1 Yesuslah yang menyembuhkan tubuh dan jiwa. Ia menaruh perhatian dalam segala jenis penderitaan yang terlihat oleh mata-Nya, dan kepada setiap penderita Ia membawa pertolongan, segala perkataan-Nya yang manis mengandung penawar yang menyembuhkan. Tidak seorang pun dapat mengatakan bahwa Ia telah mengadakan mukjizat; tetapi kebajikan— kuasa kasih yang menyembuhkan—keluar dari pada-Nya kepada orang-orang yang sakit dan yang susah. Demikianlah dengan cara yang tiada mencolok mata Ia bekerja bagi orang banyak sejak masa kecil-Nya sekalipun. Maka inilah sebabnya, setelah Ia mulai bekerja untuk umum, begitu banyak orang mendengarkan Dia dengan senang hati.

KSZ1 86.1 Namun sepanjang masa kanak-kanak, masa muda, dan masa dewasa, Yesus berjalan seorang diri. Dalam kesucian dan kesetiaan-Nya, Ia mengirik apitan anggur seorang diri, dan tiada seorang pun yang menyertai Dia. Ia memikul beban kewajiban yang luar biasa beratnya, untuk keselamatan umat manusia. Ia mengetahui bahwa kecuali ada suatu perubah an yang nyata dalam asas-asas serta maksud-maksud umat manusia, semuanya pasti akan binasa. Inilah beban jiwa-Nya, dan tak ada seorang pun yang dapat menyadari beban yang terletak di atas pundak-Nya itu. Penuh dengan maksud yang kuat, Ia pun melaksanakan rencana hidupNya yaitu bahwa Ia sendiri yang harus menjadi terang bagi manusia.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

22 Agustus 2026 | Hari 7
Hari 7: Pasal 9 - HARI-HARI PERJUANGAN

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 9 - HARI-HARI PERJUANGAN
Halaman 84-86 | Pasal 9, Paragraf 23-25 | KSZ1 84.3-KSZ1 86.1

Ayat Inti:
Ibrani 4:15
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 7 membaca Bab 9: Hari-hari Perjuangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-7-hari-7-2026-08-22

Teks Lengkap:

Ia mengajar semua orang untuk memandang bahwa diri mereka sendiri telah dianugerahi berbagai macam bakat, yang jika digunakan dengan semestinya akan menghasilkan kekayaan yang kekal bagi mereka. Ia mencabut segala kesia-siaan dari kehidupan, dan oleh teladan yang-diberikan-Nya mengajarkan bahwa setiap saat berisi akibat-akibat yang kekal; bahwa waktu itu harus dijaga laksana sebuah harta, dan harus digunakan untuk maksud-maksud yang suci. Ia tidak pernah menganggap seorang pun tidak berharga, melainkan berusaha membubuhkan penawar yang menyelamatkan kepada tiap-tiap jiwa. Dalam kelompok manusia mana pun Ia berada, Ia menyampaikan suatu pelajaran yang selaras dengan waktu dan keadaan. Ia berusaha mengilhamkan harapan ke dalam hati orang-orang yang paling kasar dengan tidak muluk-muluk, membukakan kepada mereka jaminan bahwa mereka dapat menjadi bebas dari cela dan bencana, mencapai suatu tabiat yang akan menjadikan mereka nyata sebagai anak-anak Allah. Kerapkali Ia bertemu dengan orangorang yang telah hanyut di bawah kendali Setan, dan yang tidak berkuasa melepaskan diri dari jeratnya. Kepada mereka yang demikian, yang putus asa, sakit, tergoda, dan terjerumus, Yesus mengucapkan perkataan belas kasihan yang paling lemah lembut, perkataan yang diperlukan dan yang dapat dipahami. Sering pula Ia bertemu dengan orang-orang lain, yang sedang bertempur melawan musuh jiwa. Ia meneguhkan semangat orang-orang ini supaya tetap tabah, seraya memberi jaminan bahwa mereka pasti menang; karena malaikat-malaikat Allah berdiri di pihak mereka, dan akan memberi kepada mereka kemenangan. Orang-orang yang ditolong-Nya dengan demikian diyakinkan bahwa inilah Dia yang pada-Nya mereka dapat berharap dengan keyakinan yang sempuma. Ia tidak akan mengkhianati segala rahasia yang mereka sampaikan ke telinga-Nya yang menaruh simpati. [KSZ1 84.3]

Yesuslah yang menyembuhkan tubuh dan jiwa. Ia menaruh perhatian dalam segala jenis penderitaan yang terlihat oleh mata-Nya, dan kepada setiap penderita Ia membawa pertolongan, segala perkataan-Nya yang manis mengandung penawar yang menyembuhkan. Tidak seorang pun dapat mengatakan bahwa Ia telah mengadakan mukjizat; tetapi kebajikan— kuasa kasih yang menyembuhkan—keluar dari pada-Nya kepada orang-orang yang sakit dan yang susah. Demikianlah dengan cara yang tiada mencolok mata Ia bekerja bagi orang banyak sejak masa kecil-Nya sekalipun. Maka inilah sebabnya, setelah Ia mulai bekerja untuk umum, begitu banyak orang mendengarkan Dia dengan senang hati. [KSZ1 85.1]

Namun sepanjang masa kanak-kanak, masa muda, dan masa dewasa, Yesus berjalan seorang diri. Dalam kesucian dan kesetiaan-Nya, Ia mengirik apitan anggur seorang diri, dan tiada seorang pun yang menyertai Dia. Ia memikul beban kewajiban yang luar biasa beratnya, untuk keselamatan umat manusia. Ia mengetahui bahwa kecuali ada suatu perubah an yang nyata dalam asas-asas serta maksud-maksud umat manusia, semuanya pasti akan binasa. Inilah beban jiwa-Nya, dan tak ada seorang pun yang dapat menyadari beban yang terletak di atas pundak-Nya itu. Penuh dengan maksud yang kuat, Ia pun melaksanakan rencana hidupNya yaitu bahwa Ia sendiri yang harus menjadi terang bagi manusia. [KSZ1 86.1]