Hari 5: Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH
13 Agustus 2026 · Hari 5

Hari 5: Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH

Halaman 72-73 | Pasal 8, Paragraf 18-21 | KSZ1 72.3-KSZ1 73.2

Ayat Inti

Lukas 2:49

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 6 membaca Bab 8: Kunjungan ke Pesta Paskah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 72.3 “Mengapa kamu mencari Aku?” sahut Yesus. “Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Waktu mereka tidak mengerti perkataan-Nya, Ia menunjuk ke atas. Pada wajah-Nya tampak sinar yang mengherankan. Keilahan sedang memancar dari kemanusiaan. Ketika menemukan Dia di dalam kaabah, mereka sempat mendengar apa yang berlangsung antara Dia dan rabi-rabi itu, dan mereka tercengang-cengang mendengar segala pertanyaan dan jawab-Nya. Perkataan-Nya melahirkan buah pikiran yang tidak pernah terlupakan.

KSZ1 72.4 Dan pertanyaan-Nya kepada mereka mengandung suatu pelajaran. “Tidakkah kamu tahu,” kata-Nya, “bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Yesus sedang mengerjakan pekerjaan yang Ia telah datang ke dunia ini untuk mengerjakannya; tetapi Yusuf dan Maria sudah melalaikan pekerjaan mereka sendiri. Allah telah mengaruniai mereka kehormatan besar dalam mempercayakan Putra-Nya kepada mereka. Malaikat-malaikat suci telah memimpin perjalanan Yusuf untuk menjaga nyawa Yesus. Akan tetapi sehari suntuk mereka telah kehilangan Dia yang seharusnya tidak boleh mereka lupakan sekejap mata pun. Maka apabila kekuatiran hati mereka sudah lalu, mereka bukannya mempersalahkan diri sendiri, melainkan melemparkan kesalahan itu kepada-Nya.

KSZ1 73.1 Adalah wajar bagi orangtua Yesus untuk menganggap Dia sebagai anak mereka sendiri. Ia ada di antara mereka setiap hari, kehidupan-Nya dalam banyak hal adalah serupa dengan kehidupan anak-anak yang lain, sehingga sukarlah bagi mereka untuk menginsafi bahwa Ialah Putra Allah. Mereka hampir gagal untuk menghargai berkat yang dikaruniakan kepada mereka dalam hadirat Penebus dunia. Kesusahan hati akibat perpisahan mereka dari Dia, dan teguran halus yang terkandung dalam perkataan-Nya itu, dimaksudkan untuk mengingatkan kepada mereka betapa sucinya tanggung jawab yang diserahkan kepada mereka.

KSZ1 73.2 Dalam jawab-Nya kepada ibu-Nya, Yesus menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa Ia mengerti hubungan-Nya dengan Allah. Sebelum Ia lahir malaikat telah berkata kepada Maria, “Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya.” Lukas 1:32,33. Perkataan ini sudah direnungkan Maria dalam hatinya; na-mun meskipun ia yakin bahwa Anaknya itu harus menjadi Mesias bagi umat Israel, ia tidak mengerti akan tugas-Nya. Kini ia tidak mengerti akan perkataan-Nya; tetapi ia tahu bahwa Anaknya itu telah menyangkal tali kekeluargaan dengan Yusuf, dan telah menyatakan bahwa Ialah Putra Allah.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

13 Agustus 2026 | Hari 5
Hari 5: Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH
Halaman 72-73 | Pasal 8, Paragraf 18-21 | KSZ1 72.3-KSZ1 73.2

Ayat Inti:
Lukas 2:49
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 6 membaca Bab 8: Kunjungan ke Pesta Paskah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-6-hari-5-2026-08-13

Teks Lengkap:

“Mengapa kamu mencari Aku?” sahut Yesus. “Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Waktu mereka tidak mengerti perkataan-Nya, Ia menunjuk ke atas. Pada wajah-Nya tampak sinar yang mengherankan. Keilahan sedang memancar dari kemanusiaan. Ketika menemukan Dia di dalam kaabah, mereka sempat mendengar apa yang berlangsung antara Dia dan rabi-rabi itu, dan mereka tercengang-cengang mendengar segala pertanyaan dan jawab-Nya. Perkataan-Nya melahirkan buah pikiran yang tidak pernah terlupakan. [KSZ1 72.3]

Dan pertanyaan-Nya kepada mereka mengandung suatu pelajaran. “Tidakkah kamu tahu,” kata-Nya, “bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Yesus sedang mengerjakan pekerjaan yang Ia telah datang ke dunia ini untuk mengerjakannya; tetapi Yusuf dan Maria sudah melalaikan pekerjaan mereka sendiri. Allah telah mengaruniai mereka kehormatan besar dalam mempercayakan Putra-Nya kepada mereka. Malaikat-malaikat suci telah memimpin perjalanan Yusuf untuk menjaga nyawa Yesus. Akan tetapi sehari suntuk mereka telah kehilangan Dia yang seharusnya tidak boleh mereka lupakan sekejap mata pun. Maka apabila kekuatiran hati mereka sudah lalu, mereka bukannya mempersalahkan diri sendiri, melainkan melemparkan kesalahan itu kepada-Nya. [KSZ1 72.4]

Adalah wajar bagi orangtua Yesus untuk menganggap Dia sebagai anak mereka sendiri. Ia ada di antara mereka setiap hari, kehidupan-Nya dalam banyak hal adalah serupa dengan kehidupan anak-anak yang lain, sehingga sukarlah bagi mereka untuk menginsafi bahwa Ialah Putra Allah. Mereka hampir gagal untuk menghargai berkat yang dikaruniakan kepada mereka dalam hadirat Penebus dunia. Kesusahan hati akibat perpisahan mereka dari Dia, dan teguran halus yang terkandung dalam perkataan-Nya itu, dimaksudkan untuk mengingatkan kepada mereka betapa sucinya tanggung jawab yang diserahkan kepada mereka. [KSZ1 73.1]

Dalam jawab-Nya kepada ibu-Nya, Yesus menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa Ia mengerti hubungan-Nya dengan Allah. Sebelum Ia lahir malaikat telah berkata kepada Maria, “Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya.” Lukas 1:32,33. Perkataan ini sudah direnungkan Maria dalam hatinya; na-mun meskipun ia yakin bahwa Anaknya itu harus menjadi Mesias bagi umat Israel, ia tidak mengerti akan tugas-Nya. Kini ia tidak mengerti akan perkataan-Nya; tetapi ia tahu bahwa Anaknya itu telah menyangkal tali kekeluargaan dengan Yusuf, dan telah menyatakan bahwa Ialah Putra Allah. [KSZ1 73.2]