Hari 3: Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH
11 Agustus 2026 · Hari 3

Hari 3: Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH

Halaman 70-71 | Pasal 8, Paragraf 10-13 | KSZ1 70.2-KSZ1 71.1

Ayat Inti

Lukas 2:49

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 6 membaca Bab 8: Kunjungan ke Pesta Paskah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 70.2 Yesus menunjukkan diri-Nya sebagai seorang yang haus akan pengetahuan tentang Allah. Pertanyaan-pertanyaan-Nya mengandung kebenaran-kebenaran yang dalam yang sudah lama tersembunyi, namun yang mutlak bagi keselamatan j iwa. Sementara menyatakan betapa sempit dan dangkal adanya pengetahuan orang-orang pintar itu, setiap pertanyaan, membuka bagi mereka suatu pelajaran Ilahi, serta menaruh kebenaran dalam segi pandangan yang baru. Rabi-rabi itu berbicara tentang kemliliaan ajaib yang akan dibawa oleh kedatangan Mesias kepada bangsa Yahudi; akan tetapi Yesus menyebutkan nubuatan Nabi Yesaya lalu menanyakan kepada mereka apa arti tulisan-tulisan yang menunjuk kepada penderitaan serta kematian Anak Domba Allah.

KSZ1 70.3 Doktor-doktor itu berpaling kepada-Nya dengan pertanyaan-pertanyaan, dan mereka keheran-heranan mendengar segala jawab-Nya. Dengan kerendahan hati seorang anak kecil Ia mengulangi ayat Alkitab, memberikan kepadanya arti yang begitu dalam, yang belum pernah diselami oleh orang-orang pandai itu. Seandainya diturut, maka garis-garis kebenaran yang ditunjukkan-Nya itu niscaya sudah melahirkan suatu reformasi dalam agama zaman itu. Perhatian yang tekun dalam soal-soal kerohanian niscaya sudah timbul; dan apabila Yesus memulai pekerjaanNya, banyaklah orang yang akan bersedia untuk menerima Dia.

KSZ1 70.4 Rabi-rabi itu tahu bahwa Yesus belum pernah dididik di sekolah mereka; namun pengertian-Nya tentang nubuatan-nubuatan jauh melampaui pengertian mereka. Dalam diri Anak Galilea yang cerdas ini mereka melihat banyak kemungkinan yang besar. Mereka ingin mendapat Dia sebagai murid, supaya Ia menjadi guru di kalangan orang Israel. Mereka ingin bertanggung jawab atas pendidikan-Nya, dengan merasa bahwa pikiran yang demikian aslinya wajib digembleng di bawah asuhan mereka.

KSZ1 71.1 Perkataan Yesus telah menggerakkan hati mereka sebagaimana belum pernah dahulu digerakkan oleh ucapan yang keluar dari bibir manusia. Allah sedang berusaha hendak memberikan terang kepada para pemimpin Israel, dan Ia menggunakan satu-satunya ikhtiar yang dengan itu mereka dapat dicapai. Dalam kesombongannya mereka niscaya akan merasa tidak suka mengaku bahwa mereka dapat menerima pelajaran dari seseorang. Sekiranya Yesus tampak seakan-akan berusaha hendak mengajar mereka, sudah tentu mereka tidak akan mau mendengarkan-Nya. Tetapi mereka membanggakan diri sendiri bahwa mereka sedang mengajar Dia, atau sekurang-kurangnya menguji pengetahuan-Nya akan Alkitab. Kesederhanaan serta budi pekerti kemudaan Yesus melenyapkan segenap prasangka mereka. Dengan tidak sadar pikiran mereka terbuka bagi Firman Allah, dan Roh Kudus berbicara kepada hati mereka.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

11 Agustus 2026 | Hari 3
Hari 3: Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 8 - KUNJUNGAN KE PESTA PASKAH
Halaman 70-71 | Pasal 8, Paragraf 10-13 | KSZ1 70.2-KSZ1 71.1

Ayat Inti:
Lukas 2:49
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 6 membaca Bab 8: Kunjungan ke Pesta Paskah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-6-hari-3-2026-08-11

Teks Lengkap:

Yesus menunjukkan diri-Nya sebagai seorang yang haus akan pengetahuan tentang Allah. Pertanyaan-pertanyaan-Nya mengandung kebenaran-kebenaran yang dalam yang sudah lama tersembunyi, namun yang mutlak bagi keselamatan j iwa. Sementara menyatakan betapa sempit dan dangkal adanya pengetahuan orang-orang pintar itu, setiap pertanyaan, membuka bagi mereka suatu pelajaran Ilahi, serta menaruh kebenaran dalam segi pandangan yang baru. Rabi-rabi itu berbicara tentang kemliliaan ajaib yang akan dibawa oleh kedatangan Mesias kepada bangsa Yahudi; akan tetapi Yesus menyebutkan nubuatan Nabi Yesaya lalu menanyakan kepada mereka apa arti tulisan-tulisan yang menunjuk kepada penderitaan serta kematian Anak Domba Allah. [KSZ1 70.2]

Doktor-doktor itu berpaling kepada-Nya dengan pertanyaan-pertanyaan, dan mereka keheran-heranan mendengar segala jawab-Nya. Dengan kerendahan hati seorang anak kecil Ia mengulangi ayat Alkitab, memberikan kepadanya arti yang begitu dalam, yang belum pernah diselami oleh orang-orang pandai itu. Seandainya diturut, maka garis-garis kebenaran yang ditunjukkan-Nya itu niscaya sudah melahirkan suatu reformasi dalam agama zaman itu. Perhatian yang tekun dalam soal-soal kerohanian niscaya sudah timbul; dan apabila Yesus memulai pekerjaanNya, banyaklah orang yang akan bersedia untuk menerima Dia. [KSZ1 70.3]

Rabi-rabi itu tahu bahwa Yesus belum pernah dididik di sekolah mereka; namun pengertian-Nya tentang nubuatan-nubuatan jauh melampaui pengertian mereka. Dalam diri Anak Galilea yang cerdas ini mereka melihat banyak kemungkinan yang besar. Mereka ingin mendapat Dia sebagai murid, supaya Ia menjadi guru di kalangan orang Israel. Mereka ingin bertanggung jawab atas pendidikan-Nya, dengan merasa bahwa pikiran yang demikian aslinya wajib digembleng di bawah asuhan mereka. [KSZ1 70.4]

Perkataan Yesus telah menggerakkan hati mereka sebagaimana belum pernah dahulu digerakkan oleh ucapan yang keluar dari bibir manusia. Allah sedang berusaha hendak memberikan terang kepada para pemimpin Israel, dan Ia menggunakan satu-satunya ikhtiar yang dengan itu mereka dapat dicapai. Dalam kesombongannya mereka niscaya akan merasa tidak suka mengaku bahwa mereka dapat menerima pelajaran dari seseorang. Sekiranya Yesus tampak seakan-akan berusaha hendak mengajar mereka, sudah tentu mereka tidak akan mau mendengarkan-Nya. Tetapi mereka membanggakan diri sendiri bahwa mereka sedang mengajar Dia, atau sekurang-kurangnya menguji pengetahuan-Nya akan Alkitab. Kesederhanaan serta budi pekerti kemudaan Yesus melenyapkan segenap prasangka mereka. Dengan tidak sadar pikiran mereka terbuka bagi Firman Allah, dan Roh Kudus berbicara kepada hati mereka. [KSZ1 71.1]