5 Agustus 2026 · Hari 4
Hari 4: Pasal 7 - PADA MASA KANAK-KANAK
Halaman 62-62 | Pasal 7, Paragraf 12-14 | KSZ1 62.1-KSZ1 62.3
Ayat Inti
Lukas 2:52
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 5 membaca Bab 7: Pada Masa Kanak-kanak. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 62.1 Setan tidak mengenal lelah dalam usahanya untuk mengalahkan Anak Nazaret itu. Sejak kecil-Nya Yesus selalu dikawal oleh malaikat-malaikat surga, namun hidup-Nya adalah satu pergumulan yang lama sekali melawan kuasa kegelapan. Bahwa di bumi ini ada satu hidup yang bebas dari kenajisan kejahatan, adalah suatu hal yang mengganggu dan membingungkan pikiran putra kegelapan. Segala ikhtiar diadakannya untuk menjebak Yesus. Tiada seorang pun anak manusia yang akan pernah disuruh hidup suci di tengah perjuangan yang demikian dahsyatnya dengan pencobaan, seperti Juruselamat kita.
KSZ1 62.2 Orangtua Yesus miskin, dan mereka bergantung kepada pekerjaan berat sehari-hari. Ia sudah biasa dengan, kemiskinan, penyangkalan diri dan kekurangan. Pengalaman ini adalah suatu pelindung bagi-Nya. Dalam hidup-Nya yang rajin itu tidak ada waktu yang terbuang untuk mengundang pencobaan. Tidak ada saat yang tidak bertujuan membuka jalan bagi pergaulan yang mencemarkan. Ia berusaha sedapat-dapatnya untuk menutup pintu bagi penggoda itu. Tiada keuntungan ataupun kesenangan, pernyataan setuju ataupun kecaman, yang dapat membujuk Dia untuk menyetujui sesuatu tindakan yang salah: Ia sungguh bijaksana mengamati kejahatan, dan kuat melawannya.
KSZ1 62.3 Kristuslah satu-satunya orang yang tidak berdosa yang pernah tinggal di dunia ini, namun hampir tiga puluh tahun lamanya Ia hidup di antara penduduk Nazaret yang jahat. Kenyataan ini merupakan suatu teguran bagi orang-orang yang mengira bahwa mereka bergantung pada tempat, nasib, atau kemakmuran, agar dapat hidup dengan tiada bercacat. Pencobaan, kemiskinan, kemelaratan, justru merupakan disiplin yang diperlukan untuk mengembangkan kesucian dan keteguhan.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
5 Agustus 2026 | Hari 4
Hari 4: Pasal 7 - PADA MASA KANAK-KANAK
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 7 - PADA MASA KANAK-KANAK
Halaman 62-62 | Pasal 7, Paragraf 12-14 | KSZ1 62.1-KSZ1 62.3
Ayat Inti:
Lukas 2:52
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 5 membaca Bab 7: Pada Masa Kanak-kanak. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-5-hari-4-2026-08-05
Teks Lengkap:
Setan tidak mengenal lelah dalam usahanya untuk mengalahkan Anak Nazaret itu. Sejak kecil-Nya Yesus selalu dikawal oleh malaikat-malaikat surga, namun hidup-Nya adalah satu pergumulan yang lama sekali melawan kuasa kegelapan. Bahwa di bumi ini ada satu hidup yang bebas dari kenajisan kejahatan, adalah suatu hal yang mengganggu dan membingungkan pikiran putra kegelapan. Segala ikhtiar diadakannya untuk menjebak Yesus. Tiada seorang pun anak manusia yang akan pernah disuruh hidup suci di tengah perjuangan yang demikian dahsyatnya dengan pencobaan, seperti Juruselamat kita. [KSZ1 62.1]
Orangtua Yesus miskin, dan mereka bergantung kepada pekerjaan berat sehari-hari. Ia sudah biasa dengan, kemiskinan, penyangkalan diri dan kekurangan. Pengalaman ini adalah suatu pelindung bagi-Nya. Dalam hidup-Nya yang rajin itu tidak ada waktu yang terbuang untuk mengundang pencobaan. Tidak ada saat yang tidak bertujuan membuka jalan bagi pergaulan yang mencemarkan. Ia berusaha sedapat-dapatnya untuk menutup pintu bagi penggoda itu. Tiada keuntungan ataupun kesenangan, pernyataan setuju ataupun kecaman, yang dapat membujuk Dia untuk menyetujui sesuatu tindakan yang salah: Ia sungguh bijaksana mengamati kejahatan, dan kuat melawannya. [KSZ1 62.2]
Kristuslah satu-satunya orang yang tidak berdosa yang pernah tinggal di dunia ini, namun hampir tiga puluh tahun lamanya Ia hidup di antara penduduk Nazaret yang jahat. Kenyataan ini merupakan suatu teguran bagi orang-orang yang mengira bahwa mereka bergantung pada tempat, nasib, atau kemakmuran, agar dapat hidup dengan tiada bercacat. Pencobaan, kemiskinan, kemelaratan, justru merupakan disiplin yang diperlukan untuk mengembangkan kesucian dan keteguhan. [KSZ1 62.3]