Hari 3: Pasal 6 - “KAMI MELIHAT BINTANGNYA”
28 Juli 2026 · Hari 3

Hari 3: Pasal 6 - “KAMI MELIHAT BINTANGNYA”

Halaman 52-52 | Pasal 6, Paragraf 9-12 | KSZ1 52.1-KSZ1 52.4

Ayat Inti

Matius 2:2

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 4 membaca Bab 6: Kami Melihat Bintangnya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 52.1 Herodes mencurigai bahwa imam-imam berkomplot dengan orangorang asing itu untuk mengharubirukan khalayak ramai dan menurunkan dia dari takhta. Tetapi ia menyembunyikan kecurigaan hatinya itu, serta memutuskan dalam hati untuk memutar-balikkan rencana-rencana mereka itu dengan tipu muslihat yang lebih unggul. Setelah memanggil kepala-kepala imam dan ahli-ahli taurat, ia menanyai mereka tentang ajaran buku-buku suci mereka mengenai tempat kelahiran Mesias.

KSZ1 52.2 Pertanyaan ini yang ke luar dari mulut perampas takhta itu, dan yang ditanyakan atas permintaan orang-orang asing, menyengat kesombongan guru-guru Yahudi itu. Sikap masa bodoh dengan mana mereka membuka gulungan nubuatan menimbulkan amarah si lalim yang cemburu itu. Ia menyangka mereka mencoba hendak menyembunyikan pengetahuan mereka dalam soal itu. Dengan kekuasaan yang tidak berani mereka ingkari, ia memerintahkan mereka untuk mengadakan penyelidikan yang saksama, dan untuk memberitahukan tempat kelahiran Raja mereka yang diharapkan itu. ‘’Mereka berkata kepadanya: Di Betlehem, tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:

KSZ1 52.3 “Hai Betlehem, tanah Yehuda Engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah, Karena dari padamulah akan bangkit seorang raja, Yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”

KSZ1 52.4 Sekarang Herodes mengundang orang Majus itu untuk mengadakan wawancara perseorangan. Suatu badai kemarahan dan ketakutan berke-camuk dalam hatinya, tetapi dalam gerak-geriknya ia tetap berlaku tenang, dan menerima orang-orang asing itu dengan sopan. Ia bertanya bi-lamana bintang itu kelihatan, serta pura-pura menyambut dengan ke sukaan kabar tentang kelahiran Kristus itu. Ia meminta tamu-tamunya itu supaya memeriksa “mengenai anak itu dengan saksama, maka apabila kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku, supaya aku pun datang menyembah Dia.” Setelah berkata demikian, dibebaskannyalah mereka untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Betlehem.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

28 Juli 2026 | Hari 3
Hari 3: Pasal 6 - “KAMI MELIHAT BINTANGNYA”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 6 - “KAMI MELIHAT BINTANGNYA”
Halaman 52-52 | Pasal 6, Paragraf 9-12 | KSZ1 52.1-KSZ1 52.4

Ayat Inti:
Matius 2:2
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 4 membaca Bab 6: Kami Melihat Bintangnya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-4-hari-3-2026-07-28

Teks Lengkap:

Herodes mencurigai bahwa imam-imam berkomplot dengan orangorang asing itu untuk mengharubirukan khalayak ramai dan menurunkan dia dari takhta. Tetapi ia menyembunyikan kecurigaan hatinya itu, serta memutuskan dalam hati untuk memutar-balikkan rencana-rencana mereka itu dengan tipu muslihat yang lebih unggul. Setelah memanggil kepala-kepala imam dan ahli-ahli taurat, ia menanyai mereka tentang ajaran buku-buku suci mereka mengenai tempat kelahiran Mesias. [KSZ1 52.1]

Pertanyaan ini yang ke luar dari mulut perampas takhta itu, dan yang ditanyakan atas permintaan orang-orang asing, menyengat kesombongan guru-guru Yahudi itu. Sikap masa bodoh dengan mana mereka membuka gulungan nubuatan menimbulkan amarah si lalim yang cemburu itu. Ia menyangka mereka mencoba hendak menyembunyikan pengetahuan mereka dalam soal itu. Dengan kekuasaan yang tidak berani mereka ingkari, ia memerintahkan mereka untuk mengadakan penyelidikan yang saksama, dan untuk memberitahukan tempat kelahiran Raja mereka yang diharapkan itu. ‘’Mereka berkata kepadanya: Di Betlehem, tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: [KSZ1 52.2]

“Hai Betlehem, tanah Yehuda Engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah, Karena dari padamulah akan bangkit seorang raja, Yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” [KSZ1 52.3]

Sekarang Herodes mengundang orang Majus itu untuk mengadakan wawancara perseorangan. Suatu badai kemarahan dan ketakutan berke-camuk dalam hatinya, tetapi dalam gerak-geriknya ia tetap berlaku tenang, dan menerima orang-orang asing itu dengan sopan. Ia bertanya bi-lamana bintang itu kelihatan, serta pura-pura menyambut dengan ke sukaan kabar tentang kelahiran Kristus itu. Ia meminta tamu-tamunya itu supaya memeriksa “mengenai anak itu dengan saksama, maka apabila kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku, supaya aku pun datang menyembah Dia.” Setelah berkata demikian, dibebaskannyalah mereka untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Betlehem. [KSZ1 52.4]