27 Juli 2026 · Hari 2
Hari 2: Pasal 6 - “KAMI MELIHAT BINTANGNYA”
Halaman 50-51 | Pasal 6, Paragraf 5-8 | KSZ1 50.2-KSZ1 51.3
Ayat Inti
Matius 2:2
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 4 membaca Bab 6: Kami Melihat Bintangnya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 50.2 Sebagaimana dengan iman Abraham keluar atas panggilan Allah, ‘’dengan tidak mengetahui tempat yang ia tuju;” sebagaimana dengan iman bani Israel mengikuti tiang awan ke tanah perjanjian, demikianlah orang-orang kafir ini berangkat untuk mencari Juruselamat yang telah dijanjikan itu. Negeri-negeri sebelah timur sangat kaya dengan benda-benda yang berharga; sebab itu orang Majus itu bukannya pergi dengan tangan hampa. Sudah menjadi kebiasaan di sana untuk mempersembahkan pemberian sebagai pernyataan hormat kepada raja-raja atau orang-orang yang berkedudukan tinggi lainnya, maka pemberian yang paling mahal yang dapat diberikan negeri itu pun dibawa sebagai persembahan kepada-Nya yang oleh-Nya segala keluarga di bumi ini akan berbahagia. Adalah perlu berjalan pada malam supaya selalu dapat melihat bintang itu; akan tetapi orang Majus itu menghabiskan waktu dengan mengulang-ulangi ucapan-ucapan tradisi dan perkataan-perkataan nubuatan tentang Dia yang mereka cari itu. Setiap waktu beristirahat mereka menyelidiki nubuatan; maka keyakinan mereka pun makin bertambah bahwa mereka sedang mendapat pimpinan Ilahi. Sementara mereka melihat bintang itu di hadapan mereka sebagai tanda secara lahir, di dalam batin mereka ada juga kenyataan Roh Suci yang senantiasa membesarkan perhatian mereka, dan mengilhami mereka dengan harapan. Perjalanan itu, sungguh pun jauh, adalah satu perjalanan yang diliputi sukacita bagi mereka itu.
KSZ1 51.1 Mereka sudah tiba di negeri Israel, dan sedang menuruni Bukit Zaitun, dan Yerusalem sudah kelihatan, bintang yang telah menuntun mereka dalam perjalanan yang melelahkan itu berhenti di atas kaabah, dan sesaat kemudian lenyaplah dari penglihatan mereka. Dengan langkah yang penuh pengharapan mereka maju terus, mengharap dengan yakin bahwa kelahiran Mesias itu akan menjadi buah mulut orang yang penuh kegirangan. Tetapi segala pertanyaan mereka sia-sia saja. Setelah masuk ke dalam kota suci itu, mereka pun pergi ke bait suci. Dengan penuh keheranan mereka tidak mendapati seorang pun yang nampaknya tahu tentang raja yang baru lahir itu. Pertanyaan mereka tidak membangkitkan tanda sukacita, malah sebaliknya yakni tanda-tanda rasa heran dan takut, dan bukan pula tidak disertai penghinaan.
KSZ1 51.2 Imam-imam tengah mengulang-ulangi tradisi-tradisi. Mereka me-ninggikan agama dan peribadatan mereka sendiri, sementara mereka mencela bangsa Yunani dan Romawi sebagai orang kafir dan orang berdosa melebihi orang lain. Orang Majus itu bukannya penyembah berhala, dan pada pandangan Allah mereka tegak jauh lebih tinggi daripada imam-imam itu, yang mengaku sebagai penyembah Dia; namun mereka dianggap oleh orang Yahudi sebagai orang kafir. Bahkan di antara para penunggu yang telah ditentukan Kitab Suci itu, pertanyaan-pertanyaan mereka yang penuh harapan gemilang itu tidak juga menjamah hati.
KSZ1 51.3 Kedatangan orang Majus itu segera tersiar di seluruh Yerusalem. Maksud perjalanan mereka yang aneh itu menimbulkan kegegeran di kalangan penduduk, yang selanjutnya merembes ke istana Raja Herodes. Orang Edom si licik itu tersentak ketika mendengar kabar tentang kemungkinan akan adanya saingan. Pembunuhan yang tidak terhitung banyaknya telah mencemarkan jalannya kepada takhta kerajaan. Dasar orang asing, ia dibenci oleh rakyat yang diperintahnya. Satu-satunya ke-amanan bagi jiwanya ialah kebaikan Roma. Akan tetapi Putra yang baru ini menaruh tuntutan yang lebih tinggi. Ia dilahirkan untuk kerajaan itu.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
27 Juli 2026 | Hari 2
Hari 2: Pasal 6 - “KAMI MELIHAT BINTANGNYA”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 6 - “KAMI MELIHAT BINTANGNYA”
Halaman 50-51 | Pasal 6, Paragraf 5-8 | KSZ1 50.2-KSZ1 51.3
Ayat Inti:
Matius 2:2
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 4 membaca Bab 6: Kami Melihat Bintangnya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-4-hari-2-2026-07-27
Teks Lengkap:
Sebagaimana dengan iman Abraham keluar atas panggilan Allah, ‘’dengan tidak mengetahui tempat yang ia tuju;” sebagaimana dengan iman bani Israel mengikuti tiang awan ke tanah perjanjian, demikianlah orang-orang kafir ini berangkat untuk mencari Juruselamat yang telah dijanjikan itu. Negeri-negeri sebelah timur sangat kaya dengan benda-benda yang berharga; sebab itu orang Majus itu bukannya pergi dengan tangan hampa. Sudah menjadi kebiasaan di sana untuk mempersembahkan pemberian sebagai pernyataan hormat kepada raja-raja atau orang-orang yang berkedudukan tinggi lainnya, maka pemberian yang paling mahal yang dapat diberikan negeri itu pun dibawa sebagai persembahan kepada-Nya yang oleh-Nya segala keluarga di bumi ini akan berbahagia. Adalah perlu berjalan pada malam supaya selalu dapat melihat bintang itu; akan tetapi orang Majus itu menghabiskan waktu dengan mengulang-ulangi ucapan-ucapan tradisi dan perkataan-perkataan nubuatan tentang Dia yang mereka cari itu. Setiap waktu beristirahat mereka menyelidiki nubuatan; maka keyakinan mereka pun makin bertambah bahwa mereka sedang mendapat pimpinan Ilahi. Sementara mereka melihat bintang itu di hadapan mereka sebagai tanda secara lahir, di dalam batin mereka ada juga kenyataan Roh Suci yang senantiasa membesarkan perhatian mereka, dan mengilhami mereka dengan harapan. Perjalanan itu, sungguh pun jauh, adalah satu perjalanan yang diliputi sukacita bagi mereka itu. [KSZ1 50.2]
Mereka sudah tiba di negeri Israel, dan sedang menuruni Bukit Zaitun, dan Yerusalem sudah kelihatan, bintang yang telah menuntun mereka dalam perjalanan yang melelahkan itu berhenti di atas kaabah, dan sesaat kemudian lenyaplah dari penglihatan mereka. Dengan langkah yang penuh pengharapan mereka maju terus, mengharap dengan yakin bahwa kelahiran Mesias itu akan menjadi buah mulut orang yang penuh kegirangan. Tetapi segala pertanyaan mereka sia-sia saja. Setelah masuk ke dalam kota suci itu, mereka pun pergi ke bait suci. Dengan penuh keheranan mereka tidak mendapati seorang pun yang nampaknya tahu tentang raja yang baru lahir itu. Pertanyaan mereka tidak membangkitkan tanda sukacita, malah sebaliknya yakni tanda-tanda rasa heran dan takut, dan bukan pula tidak disertai penghinaan. [KSZ1 51.1]
Imam-imam tengah mengulang-ulangi tradisi-tradisi. Mereka me-ninggikan agama dan peribadatan mereka sendiri, sementara mereka mencela bangsa Yunani dan Romawi sebagai orang kafir dan orang berdosa melebihi orang lain. Orang Majus itu bukannya penyembah berhala, dan pada pandangan Allah mereka tegak jauh lebih tinggi daripada imam-imam itu, yang mengaku sebagai penyembah Dia; namun mereka dianggap oleh orang Yahudi sebagai orang kafir. Bahkan di antara para penunggu yang telah ditentukan Kitab Suci itu, pertanyaan-pertanyaan mereka yang penuh harapan gemilang itu tidak juga menjamah hati. [KSZ1 51.2]
Kedatangan orang Majus itu segera tersiar di seluruh Yerusalem. Maksud perjalanan mereka yang aneh itu menimbulkan kegegeran di kalangan penduduk, yang selanjutnya merembes ke istana Raja Herodes. Orang Edom si licik itu tersentak ketika mendengar kabar tentang kemungkinan akan adanya saingan. Pembunuhan yang tidak terhitung banyaknya telah mencemarkan jalannya kepada takhta kerajaan. Dasar orang asing, ia dibenci oleh rakyat yang diperintahnya. Satu-satunya ke-amanan bagi jiwanya ialah kebaikan Roma. Akan tetapi Putra yang baru ini menaruh tuntutan yang lebih tinggi. Ia dilahirkan untuk kerajaan itu. [KSZ1 51.3]