25 Maret 2027 · Hari 5
Hari 5: Pasal 41 - KRISIS DI GALILEA
Halaman 422-424 | Pasal 41, Paragraf 30-36 | KSZ1 422.2-KSZ1 424.1
Ayat Inti
Yohanes 6:68
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 38 membaca Bab 41: Krisis di Galilea. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 422.2 Hidup Kristus yang memberikan hidup kepada dunia ialah perkataan-Nya. Dengan perkataan-Nyalah Yesus menyembuhkan penyakit dan mengusir Setan; dengan perkataan-Nya Ia mendiamkan laut, dan mem-bangkitkan orang mati; dan orang banyak menyaksikan bahwa perkataan-Nya disertai kuasa. Ia mengucapkan firman Allah, sebagaimana Ia telah mengucapkannya dengan perantaraan segala nabi dan guru Perjanjian Lama. Segenap Kitab Suci merupakan pemyataan Kristus, dan Juru-selamat ingin menetapkan iman para pengikut-Nya pada firman itu. Bila hadirat-Nya yang kelihatan itu ditarik , firman itu hendaknya menjadi sumber kuasa bagi mereka. Sebagaimana halnya dengan Guru mereka, seharusnya mereka hidup “dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Mat. 4:4.
KSZ1 422.3 Sebagaimana kehidupan jasmani dipelihara dengan makanan, demiki-an juga kehidupan rohani dipelihara dengan firman Allah. Dan setiap jiwa harus menerima hidup dari firman Allah baginya sendiri. Sebagai-mana kita harus makan untuk diri kita sendiri agar mendapat keperluan gizi, demikian juga kita harus menerima firman itu bagi diri kita sendiri. Kita tidak memperolehnya hanya dengan perantaraan pikiran yang lain. Kita harus menyelidiki Kitab Suci dengan saksama, memohon dari Allah bantuan Roh Kudus agar kita dapat mengerti firman-Nya. Kita harus me-renungkan buah pikiran itu sampai itu menjadi bagian kita sendiri, dan kita mengetahui “apa yang dikatakan Tuhan.”
KSZ1 422.4 Dalam janji-janji dan amaran-amaran-Nya, Yesus tujukan kepada se-tiap orang. Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya, jangan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Pengalaman-pengalaman yang diceritakan dalam firman Allah hendaknya menjadi pengalaman saya juga. Doa dan janji, ajaran dan amaran, adalah untuk saya. “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang ‘hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Gal. 2:19, 20. Bila iman menerima dan menyelami prinsip-prinsip kebenaran dengan cara demikian, itu menjadi sebagian dari kehidupan serta kuasa pendorong bagi kehidupan. Finnan Allah itu, bila diterima ke dalam jiwa, mengu-bahkan pikiran, dan masuk ke dalam perkembangan tabiat.
KSZ1 423.1 Oleh selalu memandang kepada Yesus dengan mata iman, kita akan dikuatkan. Allah akan mengadakan wahyu yang paling berharga kepada umat-Nya yang lapar dan haus. Mereka akan mendapati bahwa Kristus adalah Juruselamat pribadi. Bila mereka makan dari firman-Nya, mereka mendapati bahwa firman itu roh dan hidup adanya. Firman itu memus-nahkan sifat bawaan dan duniawi, dan memberikan suatu hidup yang baru dalam Kristus Yesus. Roh Kudus datang ke dalam jiwa sebagai Penghibu Oleh rahmat-Nya yang mengubahkan itu, peta Allah dihasilkan pada murid itu; ia menjadi suatu kejadian yang baru. Kasih menggantikan kebencian, dan hati menerima kesamaan Ilahi. Inilah yang dimaksudkan oleh hidup “dengan setiap firman yang keluar daripada mulut Allah.” Inilah yang dimaksudkan dengan makan Roti yang berasal dari surga.
KSZ1 423.2 Kristus telah mengucapkan kebenaran yang suci dan kekal mengenai hubungan antara Dia dengan para pengikut-Nya. Ia mengetahui tabiat orang-orang yang mengaku sebagai murid-murid-Nya, dan firman-Nya menguji iman mereka. Ia menyatakan bahwa mereka harus percaya dan bertindak sesuai dengan ajaran-Nya. Semua orang yang menerima Dia mengambil bagian dari sifat-Nya, dan menjadi serupa dengan tabiatNya. Ini menyangkut kesediaan meninggalkan cita-cita yang dipelihara dalam hati mereka. Hal itu memerlukan penyerahan diri mereka sepenuhnya kepada Yesus. Mereka dipanggil untuk memiliki sifat pengorbanan diri, dan kerendahan hati. Mereka harus berjalan pada jalan sempit yang dijalani oleh orang di Golgota, jika mereka mau mendapat bagian dari pemberian kehidupan dan kemuliaan surga.
KSZ1 423.3 Ujian itu terlalu besar. Semangat orang-orang yang tadinya berusaha memaksa serta menjadikan Dia raja kini menjadi dingin. Mereka menyatakan bahwa uraian di rumah ibadah ini telah membuka mata mereka. Sekarang mereka tidak terkecoh lagi. Dalam pikiran mereka perkataan-Nya merupakan pengakuan terus terang bahwa Ia bukannya Mesias, dan bahwa tidak ada pahala duniawi diwujudkan oleh berhu-bungan dengan Dia. Mereka menyambut kuasa-Nya yang mendatangkan kuasa mukjizat, mereka rindu dibebaskan dari penyakit dan penderitaan; tetapi mereka tidak mau bersimpati terhadap kehidupan-Nya yang me-ngorbankan diri. Mereka tidak menghiraukan kerajaan rohani yang sukar dipahami, yang dikatakan-Nya itu. Orang-orang yang tidak ikhlas, yang mementingkan diri, yang telah mencari Dia, tidak lagi mengingini-Nya. Jika Ia tidak mau mencurahkan kuasa dan pengaruh-Nya untuk mendapat kemerdekaan dari orang Roma, mereka tidak mau mengadakan hubungan dengan Dia.
KSZ1 424.1 Yesus berkata dengan jelas kepada mereka, “Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya,” sambil menambahkan, “Sebab itu, telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” Ia menghendaki agar mereka me-ngerti bahwa jikalau mereka tidak tertarik kepada-Nya, sebabnya ialah hati mereka tidak terbuka kepada Roh Kudus. ‘Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.” 1 Kor. 2:14. Dengan imanlah jiwa memandang kemuliaan Yesus. Kemuliaan ini tersembunyi, sampai iman dinyalakan dalam jiwa dengan perantaraan Roh Kudus.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
25 Maret 2027 | Hari 5
Hari 5: Pasal 41 - KRISIS DI GALILEA
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 41 - KRISIS DI GALILEA
Halaman 422-424 | Pasal 41, Paragraf 30-36 | KSZ1 422.2-KSZ1 424.1
Ayat Inti:
Yohanes 6:68
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 38 membaca Bab 41: Krisis di Galilea. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-38-hari-5-2027-03-25
Teks Lengkap:
Hidup Kristus yang memberikan hidup kepada dunia ialah perkataan-Nya. Dengan perkataan-Nyalah Yesus menyembuhkan penyakit dan mengusir Setan; dengan perkataan-Nya Ia mendiamkan laut, dan mem-bangkitkan orang mati; dan orang banyak menyaksikan bahwa perkataan-Nya disertai kuasa. Ia mengucapkan firman Allah, sebagaimana Ia telah mengucapkannya dengan perantaraan segala nabi dan guru Perjanjian Lama. Segenap Kitab Suci merupakan pemyataan Kristus, dan Juru-selamat ingin menetapkan iman para pengikut-Nya pada firman itu. Bila hadirat-Nya yang kelihatan itu ditarik , firman itu hendaknya menjadi sumber kuasa bagi mereka. Sebagaimana halnya dengan Guru mereka, seharusnya mereka hidup “dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Mat. 4:4. [KSZ1 422.2]
Sebagaimana kehidupan jasmani dipelihara dengan makanan, demiki-an juga kehidupan rohani dipelihara dengan firman Allah. Dan setiap jiwa harus menerima hidup dari firman Allah baginya sendiri. Sebagai-mana kita harus makan untuk diri kita sendiri agar mendapat keperluan gizi, demikian juga kita harus menerima firman itu bagi diri kita sendiri. Kita tidak memperolehnya hanya dengan perantaraan pikiran yang lain. Kita harus menyelidiki Kitab Suci dengan saksama, memohon dari Allah bantuan Roh Kudus agar kita dapat mengerti firman-Nya. Kita harus me-renungkan buah pikiran itu sampai itu menjadi bagian kita sendiri, dan kita mengetahui “apa yang dikatakan Tuhan.” [KSZ1 422.3]
Dalam janji-janji dan amaran-amaran-Nya, Yesus tujukan kepada se-tiap orang. Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya, jangan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Pengalaman-pengalaman yang diceritakan dalam firman Allah hendaknya menjadi pengalaman saya juga. Doa dan janji, ajaran dan amaran, adalah untuk saya. “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang ‘hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Gal. 2:19, 20. Bila iman menerima dan menyelami prinsip-prinsip kebenaran dengan cara demikian, itu menjadi sebagian dari kehidupan serta kuasa pendorong bagi kehidupan. Finnan Allah itu, bila diterima ke dalam jiwa, mengu-bahkan pikiran, dan masuk ke dalam perkembangan tabiat. [KSZ1 422.4]
Oleh selalu memandang kepada Yesus dengan mata iman, kita akan dikuatkan. Allah akan mengadakan wahyu yang paling berharga kepada umat-Nya yang lapar dan haus. Mereka akan mendapati bahwa Kristus adalah Juruselamat pribadi. Bila mereka makan dari firman-Nya, mereka mendapati bahwa firman itu roh dan hidup adanya. Firman itu memus-nahkan sifat bawaan dan duniawi, dan memberikan suatu hidup yang baru dalam Kristus Yesus. Roh Kudus datang ke dalam jiwa sebagai Penghibu Oleh rahmat-Nya yang mengubahkan itu, peta Allah dihasilkan pada murid itu; ia menjadi suatu kejadian yang baru. Kasih menggantikan kebencian, dan hati menerima kesamaan Ilahi. Inilah yang dimaksudkan oleh hidup “dengan setiap firman yang keluar daripada mulut Allah.” Inilah yang dimaksudkan dengan makan Roti yang berasal dari surga. [KSZ1 423.1]
Kristus telah mengucapkan kebenaran yang suci dan kekal mengenai hubungan antara Dia dengan para pengikut-Nya. Ia mengetahui tabiat orang-orang yang mengaku sebagai murid-murid-Nya, dan firman-Nya menguji iman mereka. Ia menyatakan bahwa mereka harus percaya dan bertindak sesuai dengan ajaran-Nya. Semua orang yang menerima Dia mengambil bagian dari sifat-Nya, dan menjadi serupa dengan tabiatNya. Ini menyangkut kesediaan meninggalkan cita-cita yang dipelihara dalam hati mereka. Hal itu memerlukan penyerahan diri mereka sepenuhnya kepada Yesus. Mereka dipanggil untuk memiliki sifat pengorbanan diri, dan kerendahan hati. Mereka harus berjalan pada jalan sempit yang dijalani oleh orang di Golgota, jika mereka mau mendapat bagian dari pemberian kehidupan dan kemuliaan surga. [KSZ1 423.2]
Ujian itu terlalu besar. Semangat orang-orang yang tadinya berusaha memaksa serta menjadikan Dia raja kini menjadi dingin. Mereka menyatakan bahwa uraian di rumah ibadah ini telah membuka mata mereka. Sekarang mereka tidak terkecoh lagi. Dalam pikiran mereka perkataan-Nya merupakan pengakuan terus terang bahwa Ia bukannya Mesias, dan bahwa tidak ada pahala duniawi diwujudkan oleh berhu-bungan dengan Dia. Mereka menyambut kuasa-Nya yang mendatangkan kuasa mukjizat, mereka rindu dibebaskan dari penyakit dan penderitaan; tetapi mereka tidak mau bersimpati terhadap kehidupan-Nya yang me-ngorbankan diri. Mereka tidak menghiraukan kerajaan rohani yang sukar dipahami, yang dikatakan-Nya itu. Orang-orang yang tidak ikhlas, yang mementingkan diri, yang telah mencari Dia, tidak lagi mengingini-Nya. Jika Ia tidak mau mencurahkan kuasa dan pengaruh-Nya untuk mendapat kemerdekaan dari orang Roma, mereka tidak mau mengadakan hubungan dengan Dia. [KSZ1 423.3]
Yesus berkata dengan jelas kepada mereka, “Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya,” sambil menambahkan, “Sebab itu, telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” Ia menghendaki agar mereka me-ngerti bahwa jikalau mereka tidak tertarik kepada-Nya, sebabnya ialah hati mereka tidak terbuka kepada Roh Kudus. ‘Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.” 1 Kor. 2:14. Dengan imanlah jiwa memandang kemuliaan Yesus. Kemuliaan ini tersembunyi, sampai iman dinyalakan dalam jiwa dengan perantaraan Roh Kudus. [KSZ1 424.1]