24 Maret 2027 · Hari 4
Hari 4: Pasal 41 - KRISIS DI GALILEA
Halaman 420-422 | Pasal 41, Paragraf 23-29 | KSZ1 420.2-KSZ1 422.1
Ayat Inti
Yohanes 6:68
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 38 membaca Bab 41: Krisis di Galilea. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 420.2 Sekarang rabi-rabi berseru dengan marahnya, “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan?” Mereka berpurapura mengerti perkataan-Nya dalam pengertian yang sama secara harfiah sebagaimana halnya dengan Nikodemus ketika ia bertanya, “Bagaima-nakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua?” Yoh. 3:4. Sedikit ‘banyaknya mereka mengerti maksud Yesus, tetapi mereka tidak mau mengakuinya. Oleh salah menerima perkataan-Nya, mereka mengharap-kan untuk menimbulkan prasangka orang banyak melawan Dia.
KSZ1 420.3 Kristus tidak melunakkan penjelasan yang diberikan-Nya secara lam-bang. Ia mengulangi kebenaran itu dalam bahasa yang lebih kuat lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan dagingKu dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.”
KSZ1 420.4 Makan daging dan minum darah Kristus ialah menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi, percaya bahwa Ia mengampuni dosa-dosa kita, dan bahwa kita sempurna dalam Dia. Oleh memandang kasih-Nya, oleh me-renungkannya, oleh meminumnya, kita mendapat bagian dari sifat-Nya. Sebagaimana makanan perlu untuk tubuh, demikian juga halnya dengan Kristus untuk jiwa. Makanan tidak dapat memberikan manfaat kepada kita kecuali kita memakannya, kecuali makanan itu menjadi sebagian dari tubuh kita. Demikianlah Kristus tidak bermanfaat bagi kita jika kita tidak mengetahui Dia sebagai Juruselamat pribadi. Suatu pengetahuan secara teori melulu tidak akan memberikan kebaikan kepada kita. Kita harus makan dari pada-Nya, menerima Dia di dalam hati, sehingga ke-hidupan-Nya menjadi kehidupan kita. Kasih-Nya, rahmat-Nya, harus dipahami baik-baik.
KSZ1 421.1 Tetapi kiasan-kiasan ini sekalipun tidak berhasil menggambarkan hak istimewa dari hubungan orang percaya kepada Kristus. Yesus berkata, “Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.” Sebagaimana Anak Allah hidup oleh iman kepada Bapa, demikian juga kita harus hidup oleh iman kepada Kristus. Demikian sempurnanya Ye-sus berserah kepada kemauan Allah sehingga Bapa saja yang kelihatan dalam kehidupan-Nya. Meskipun digoda sama seperti kita, namun Ia berdiri di hadapan dunia tanpa dinodai kejahatan yang mengelilingi-Nya. Demikianlah juga kita harus menang sebagaimana Kristus sudah menang.
KSZ1 421.2 Apakah engkau seorang pengikut Kristus? Kalau demikian segala per-kara yang tersurat mengenai kehidupan rohani tersurat bagimu, dan dapat dicapai oleh menyatakan dirimu kepada Yesus. Apakah semangatmu se-dang melemah? Apakah kasihmu yang mula-mula sudah menjadi dingin? Terimalah kasih yang ditawarkan oleh Kristus. Makanlah dari daging-Nya, minumlah dari darah-Nya, dan engkau akan menjadi satu dengan Bapa dan dengan Anak itu.
KSZ1 421.3 Orang-orang Yahudi yang tidak percaya enggan melihat sesuatu ke-cuali makna secara harfiah saja dalam perkataan Juruselamat. Oleh hu-kum upacara mereka dilarang mencicipi darah, dan kini mereka mengar-tikan bahasa Kristus sebagai pencemaran sesuatu yang suci, dan mem-perdebatkannya satu sama lain. Kebanyakan dari mereka malahan murid-murid sekalipun, berkata, “Perkataan ini keras, siapakah yang sang-gup mendengarkannya?”
KSZ1 422.1 Juruselamat menjawab mereka, “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Ma-nusia naik ke tempat di mana Ia berada? Rohlah yang mem-beri hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.”
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
24 Maret 2027 | Hari 4
Hari 4: Pasal 41 - KRISIS DI GALILEA
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 41 - KRISIS DI GALILEA
Halaman 420-422 | Pasal 41, Paragraf 23-29 | KSZ1 420.2-KSZ1 422.1
Ayat Inti:
Yohanes 6:68
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 38 membaca Bab 41: Krisis di Galilea. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-38-hari-4-2027-03-24
Teks Lengkap:
Sekarang rabi-rabi berseru dengan marahnya, “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan?” Mereka berpurapura mengerti perkataan-Nya dalam pengertian yang sama secara harfiah sebagaimana halnya dengan Nikodemus ketika ia bertanya, “Bagaima-nakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua?” Yoh. 3:4. Sedikit ‘banyaknya mereka mengerti maksud Yesus, tetapi mereka tidak mau mengakuinya. Oleh salah menerima perkataan-Nya, mereka mengharap-kan untuk menimbulkan prasangka orang banyak melawan Dia. [KSZ1 420.2]
Kristus tidak melunakkan penjelasan yang diberikan-Nya secara lam-bang. Ia mengulangi kebenaran itu dalam bahasa yang lebih kuat lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan dagingKu dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.” [KSZ1 420.3]
Makan daging dan minum darah Kristus ialah menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi, percaya bahwa Ia mengampuni dosa-dosa kita, dan bahwa kita sempurna dalam Dia. Oleh memandang kasih-Nya, oleh me-renungkannya, oleh meminumnya, kita mendapat bagian dari sifat-Nya. Sebagaimana makanan perlu untuk tubuh, demikian juga halnya dengan Kristus untuk jiwa. Makanan tidak dapat memberikan manfaat kepada kita kecuali kita memakannya, kecuali makanan itu menjadi sebagian dari tubuh kita. Demikianlah Kristus tidak bermanfaat bagi kita jika kita tidak mengetahui Dia sebagai Juruselamat pribadi. Suatu pengetahuan secara teori melulu tidak akan memberikan kebaikan kepada kita. Kita harus makan dari pada-Nya, menerima Dia di dalam hati, sehingga ke-hidupan-Nya menjadi kehidupan kita. Kasih-Nya, rahmat-Nya, harus dipahami baik-baik. [KSZ1 420.4]
Tetapi kiasan-kiasan ini sekalipun tidak berhasil menggambarkan hak istimewa dari hubungan orang percaya kepada Kristus. Yesus berkata, “Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.” Sebagaimana Anak Allah hidup oleh iman kepada Bapa, demikian juga kita harus hidup oleh iman kepada Kristus. Demikian sempurnanya Ye-sus berserah kepada kemauan Allah sehingga Bapa saja yang kelihatan dalam kehidupan-Nya. Meskipun digoda sama seperti kita, namun Ia berdiri di hadapan dunia tanpa dinodai kejahatan yang mengelilingi-Nya. Demikianlah juga kita harus menang sebagaimana Kristus sudah menang. [KSZ1 421.1]
Apakah engkau seorang pengikut Kristus? Kalau demikian segala per-kara yang tersurat mengenai kehidupan rohani tersurat bagimu, dan dapat dicapai oleh menyatakan dirimu kepada Yesus. Apakah semangatmu se-dang melemah? Apakah kasihmu yang mula-mula sudah menjadi dingin? Terimalah kasih yang ditawarkan oleh Kristus. Makanlah dari daging-Nya, minumlah dari darah-Nya, dan engkau akan menjadi satu dengan Bapa dan dengan Anak itu. [KSZ1 421.2]
Orang-orang Yahudi yang tidak percaya enggan melihat sesuatu ke-cuali makna secara harfiah saja dalam perkataan Juruselamat. Oleh hu-kum upacara mereka dilarang mencicipi darah, dan kini mereka mengar-tikan bahasa Kristus sebagai pencemaran sesuatu yang suci, dan mem-perdebatkannya satu sama lain. Kebanyakan dari mereka malahan murid-murid sekalipun, berkata, “Perkataan ini keras, siapakah yang sang-gup mendengarkannya?” [KSZ1 421.3]
Juruselamat menjawab mereka, “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Ma-nusia naik ke tempat di mana Ia berada? Rohlah yang mem-beri hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” [KSZ1 422.1]