15 Maret 2027 · Hari 2
Hari 2: Pasal 40 - SATU MALAM DI ATAS DANAU
Halaman 406-407 | Pasal 40, Paragraf 5-7 | KSZ1 406.3-KSZ1 407.2
Ayat Inti
Matius 14:27
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 37 membaca Bab 40: Satu Malam diatas Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 406.3 Belum pernah ada suatu perintah dari Kristus yang tampaknya begitu mustahil untuk dilaksanakan. Murid-murid telah lama mengharapkan suatu pergerakan yang populer untuk menempatkan Yesus di atas takhta; mereka kesal karena semangat pengharapan yang meluap-luap ini menjadi lenyap sama sekali. Orang banyak yang telah berkumpul untuk merayakan Hari Raya Paskah sangat mengharapkan untuk melihat nabi yang baru. Bagi pengikut-pengikut-Nya hal ini merupakan suatu kesempatan yang gemilang untuk mengukuhkan Guru mereka yang dikasihi duduk di atas takhta Israel. Di dalam ambisi yang baru ini adalah sangat sukar bagi mereka untuk pergi dan meninggalkan Yesus sendirian di pantai yang sunyi itu. Mereka mengecam rencana itu; tetapi Yesus kini berbicara dengan suatu kuasa yang belum pernah diperlihatkan-Nya kepada mereka. Mereka mengetahui bahwa perlawanan mereka yang berikut tidak akan ada gunanya, dan dengan diam-diam mereka menuju danau.
KSZ1 407.1 Kini Yesus menyuruh orang banyak itu supaya bubar; cara-Nya tegas sehingga tiada yang berani melawan. Perkataan pujian dan pujaan pun mati di bibir mereka. Di saat hendak menangkap Dia, langkah kaki mereka terpaku, kegembiraan mereka lenyap dari wajah mereka. Di dalam rombongan itu terdapatlah orang yang berhati keras dan bertekad bulat; tetapi wajah Yesus yang agung, dan beberapa patah perkataan-Nya, men-diamkan kekacauan dan menghentikan rencana mereka. Mereka mengakui bahwa di dalam Dia terdapat suatu kuasa yang melebihi segala kuasa dunia, dan tanpa suatu pertanyaan pun mereka tunduk.
KSZ1 407.2 Manakala Yesus ditinggalkan sendirian, Ia “pergi ke bukit untuk ber-doa.” Berjam-jam lamanya Ia berdoa kepada Allah. Tetapi doa itu bukan untuk diri-Nya melainkan untuk manusia. Ia berdoa memohon kuasa untuk menyatakan kepada manusia sifat Ilahi tugas-Nya, agar Setan tidak membutakan pengertian mereka dan memutarbalikkan pertimbangan mereka. Juruselamat mengetahui bahwa hari-hari pelayanan pribadi-Nya di atas dunia sudah hampir berakhir, dan hanya sedikit orang yang akan menerima Dia sebagai Penebus mereka. Di dalam kesusahan dan pergu-mulan jiwa-Nya Ia mendoakan murid-murid-Nya. Mereka akan mendapat ujian yang sangat berat. Pengharapan mereka yang telah lama dirindukan, yang didasarkan atas suatu penipuan yang populer, harus dikecewakan di dalam suatu cara yang amat menyakitkan dan hina. Sebagai gantinya dinobatkan di takhta Daud, mereka menyaksikan penyalibanNya. Inilah yang disebut penobatan-Nya yang sebenarnya. Tetapi mereka tidak dapat memperhatikan hal ini, dan sebagai akibatnya pencobaan yang berat akan menimpa mereka, yang sangat sulit bagi mereka untuk mengenal sebagai pencobaan. Tanpa Roh Kudus yang menerangi pikiran dan memperluas pengertian iman murid-murid itu akan runtuh. Yesus merasa sangat sedih karena pengertian mereka tentang kerajaanNya, diukur oleh kemuliaan dan penghormatan dunia. Bagi mereka itu beban berat pada hati-Nya, sehingga Ia mencurahkan permohonan-Nya dengan jiwa yang hancur disertai air mata.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
15 Maret 2027 | Hari 2
Hari 2: Pasal 40 - SATU MALAM DI ATAS DANAU
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 40 - SATU MALAM DI ATAS DANAU
Halaman 406-407 | Pasal 40, Paragraf 5-7 | KSZ1 406.3-KSZ1 407.2
Ayat Inti:
Matius 14:27
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 37 membaca Bab 40: Satu Malam diatas Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-37-hari-2-2027-03-15
Teks Lengkap:
Belum pernah ada suatu perintah dari Kristus yang tampaknya begitu mustahil untuk dilaksanakan. Murid-murid telah lama mengharapkan suatu pergerakan yang populer untuk menempatkan Yesus di atas takhta; mereka kesal karena semangat pengharapan yang meluap-luap ini menjadi lenyap sama sekali. Orang banyak yang telah berkumpul untuk merayakan Hari Raya Paskah sangat mengharapkan untuk melihat nabi yang baru. Bagi pengikut-pengikut-Nya hal ini merupakan suatu kesempatan yang gemilang untuk mengukuhkan Guru mereka yang dikasihi duduk di atas takhta Israel. Di dalam ambisi yang baru ini adalah sangat sukar bagi mereka untuk pergi dan meninggalkan Yesus sendirian di pantai yang sunyi itu. Mereka mengecam rencana itu; tetapi Yesus kini berbicara dengan suatu kuasa yang belum pernah diperlihatkan-Nya kepada mereka. Mereka mengetahui bahwa perlawanan mereka yang berikut tidak akan ada gunanya, dan dengan diam-diam mereka menuju danau. [KSZ1 406.3]
Kini Yesus menyuruh orang banyak itu supaya bubar; cara-Nya tegas sehingga tiada yang berani melawan. Perkataan pujian dan pujaan pun mati di bibir mereka. Di saat hendak menangkap Dia, langkah kaki mereka terpaku, kegembiraan mereka lenyap dari wajah mereka. Di dalam rombongan itu terdapatlah orang yang berhati keras dan bertekad bulat; tetapi wajah Yesus yang agung, dan beberapa patah perkataan-Nya, men-diamkan kekacauan dan menghentikan rencana mereka. Mereka mengakui bahwa di dalam Dia terdapat suatu kuasa yang melebihi segala kuasa dunia, dan tanpa suatu pertanyaan pun mereka tunduk. [KSZ1 407.1]
Manakala Yesus ditinggalkan sendirian, Ia “pergi ke bukit untuk ber-doa.” Berjam-jam lamanya Ia berdoa kepada Allah. Tetapi doa itu bukan untuk diri-Nya melainkan untuk manusia. Ia berdoa memohon kuasa untuk menyatakan kepada manusia sifat Ilahi tugas-Nya, agar Setan tidak membutakan pengertian mereka dan memutarbalikkan pertimbangan mereka. Juruselamat mengetahui bahwa hari-hari pelayanan pribadi-Nya di atas dunia sudah hampir berakhir, dan hanya sedikit orang yang akan menerima Dia sebagai Penebus mereka. Di dalam kesusahan dan pergu-mulan jiwa-Nya Ia mendoakan murid-murid-Nya. Mereka akan mendapat ujian yang sangat berat. Pengharapan mereka yang telah lama dirindukan, yang didasarkan atas suatu penipuan yang populer, harus dikecewakan di dalam suatu cara yang amat menyakitkan dan hina. Sebagai gantinya dinobatkan di takhta Daud, mereka menyaksikan penyalibanNya. Inilah yang disebut penobatan-Nya yang sebenarnya. Tetapi mereka tidak dapat memperhatikan hal ini, dan sebagai akibatnya pencobaan yang berat akan menimpa mereka, yang sangat sulit bagi mereka untuk mengenal sebagai pencobaan. Tanpa Roh Kudus yang menerangi pikiran dan memperluas pengertian iman murid-murid itu akan runtuh. Yesus merasa sangat sedih karena pengertian mereka tentang kerajaanNya, diukur oleh kemuliaan dan penghormatan dunia. Bagi mereka itu beban berat pada hati-Nya, sehingga Ia mencurahkan permohonan-Nya dengan jiwa yang hancur disertai air mata. [KSZ1 407.2]