Hari 7: Pasal 38 - “MARILAH, BERISTIRAHATLAH SEKETIKA”
6 Maret 2027 · Hari 7

Hari 7: Pasal 38 - “MARILAH, BERISTIRAHATLAH SEKETIKA”

Halaman 393-394 | Pasal 38, Paragraf 16-17 | KSZ1 393.3-KSZ1 394.1

Ayat Inti

Markus 6:31

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 35 membaca Bab 38: Marilah, Beristirahatlah Seketika. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 393.3 “Marilah ke tempat yang sunyi,” Yesus mengundang kita. Jikalau kita mau memperhatikan perkataan-Nya, maka kita akan lebih kuat dan ber-tambah baik. Murid-murid itu mencari Yesus, dan menceritakan segala sesuatu kepada-Nya, lalu la memberanikan serta mengajar mereka itu. Jikalau hari ini kita mau mengambil waktu pergi kepada Yesus dan menceritakan kepada-Nya keperluan kita, kita tidak perlu kecewa. Ia mau berada di sisi kanan kita untuk menolong kita. Kita memerlukan lebih banyak kesungguh-sungguhan, lebih percaya dan berharap pada Juruselamat kita. Ia yang dinamakan “Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai,” Ia yang biasa ditulis “lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya,” adalah Penasihat yang Ajaib. Kita diundang supaya memohon hikmat dari pada-Nya. Ia telah “memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit.” Yesaya 9:6; Yakobus 1:5.

KSZ1 394.1 Pada semua orang yang berada di bawah pelatihan Allah hendaknya menunjukkan suatu kehidupan yang tidak sama dengan yang duniawi, adat kebiasaannya, praktik-praktiknya; dan setiap orang memerlukan suatu pengalaman pribadi dalam usaha memperoleh suatu pengetahuan akan kehendak Allah. Kita harus secara pribadi mendengarkan Dia ber-bicara ke dalam hati. Bila setiap suara yang lain didiamkan, lalu dalam ketenangan kita menunggu di hadapan-Nya, ketenangan jiwa itu membuat lebih jelas suara Allah. Ia mengundang kita: “Diamlah dan ketah jilah, bahwa Akulah Allah!” Mazmur 46:11. Di sini sajalah perhentian yang benar didapat. Dan inilah persediaan yang tepat bagi semua orang yang bekerja bagi Allah. Di tengah-tengah keriuhan orang banyak, dan ketegangan hidup yang amat hebat, jiwa yang sudah disegarkan itu akan dilingkari dengan suasana damai dan terang. Hidup akan menghembus-kan wewangian, dan akan menunjukkan kuasa Ilahi yang akan sampai ke hati manusia.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

6 Maret 2027 | Hari 7
Hari 7: Pasal 38 - “MARILAH, BERISTIRAHATLAH SEKETIKA”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 38 - “MARILAH, BERISTIRAHATLAH SEKETIKA”
Halaman 393-394 | Pasal 38, Paragraf 16-17 | KSZ1 393.3-KSZ1 394.1

Ayat Inti:
Markus 6:31
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 35 membaca Bab 38: Marilah, Beristirahatlah Seketika. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-35-hari-7-2027-03-06

Teks Lengkap:

“Marilah ke tempat yang sunyi,” Yesus mengundang kita. Jikalau kita mau memperhatikan perkataan-Nya, maka kita akan lebih kuat dan ber-tambah baik. Murid-murid itu mencari Yesus, dan menceritakan segala sesuatu kepada-Nya, lalu la memberanikan serta mengajar mereka itu. Jikalau hari ini kita mau mengambil waktu pergi kepada Yesus dan menceritakan kepada-Nya keperluan kita, kita tidak perlu kecewa. Ia mau berada di sisi kanan kita untuk menolong kita. Kita memerlukan lebih banyak kesungguh-sungguhan, lebih percaya dan berharap pada Juruselamat kita. Ia yang dinamakan “Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai,” Ia yang biasa ditulis “lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya,” adalah Penasihat yang Ajaib. Kita diundang supaya memohon hikmat dari pada-Nya. Ia telah “memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit.” Yesaya 9:6; Yakobus 1:5. [KSZ1 393.3]

Pada semua orang yang berada di bawah pelatihan Allah hendaknya menunjukkan suatu kehidupan yang tidak sama dengan yang duniawi, adat kebiasaannya, praktik-praktiknya; dan setiap orang memerlukan suatu pengalaman pribadi dalam usaha memperoleh suatu pengetahuan akan kehendak Allah. Kita harus secara pribadi mendengarkan Dia ber-bicara ke dalam hati. Bila setiap suara yang lain didiamkan, lalu dalam ketenangan kita menunggu di hadapan-Nya, ketenangan jiwa itu membuat lebih jelas suara Allah. Ia mengundang kita: “Diamlah dan ketah jilah, bahwa Akulah Allah!” Mazmur 46:11. Di sini sajalah perhentian yang benar didapat. Dan inilah persediaan yang tepat bagi semua orang yang bekerja bagi Allah. Di tengah-tengah keriuhan orang banyak, dan ketegangan hidup yang amat hebat, jiwa yang sudah disegarkan itu akan dilingkari dengan suasana damai dan terang. Hidup akan menghembus-kan wewangian, dan akan menunjukkan kuasa Ilahi yang akan sampai ke hati manusia. [KSZ1 394.1]