4 Maret 2027 · Hari 5
Hari 5: Pasal 38 - “MARILAH, BERISTIRAHATLAH SEKETIKA”
Halaman 392-392 | Pasal 38, Paragraf 12-13 | KSZ1 392.2-KSZ1 392.3
Ayat Inti
Markus 6:31
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 35 membaca Bab 38: Marilah, Beristirahatlah Seketika. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 392.2 Menurut anggapan para rabi soal agama hendaknya selalu berada di dalam suatu kegiatan yang menyibukkan. Mereka bergantung pada per-nyataan secara luar untuk menunjukkan ketaatan mereka yang lebih tinggi. Jadi mereka memisahkan diri mereka dari Allah, dan mengalaskan diri mereka di atas keperluan sendiri. Bahaya yang serupa itu tetap masih ada. Jika kegiatan bertambah dan orang berhasil melakukan pekerjaan apa pun untuk Tuhan, maka terdapatlah bahaya di dalam berharap kepada rencana dan cara manusia. Ada pula kecenderungan kurang ber-doa, dan mempunyai kurang iman. Seperti halnya dengan murid-murid, kita berada di dalam bahaya kehilangan pandangan atas ketergantungan kita kepada Allah, dan berusaha mencari keselamatan melalui pekerjaan kita sendiri. Kita perlu memandang terus kepada Yesus, dengan keinsaf-an bahwa kuasa-Nyalah yang melakukan pekerjaan itu. Sementara kita bekerja dengan sungguh-sungguh untuk keselamatan orang yang hilang, kita juga harus mengambil waktu untuk merenungkan, berdoa, dan mem-pelajari firman Allah. Hanya pekerjaan yang dikerjakan dengan banyak berdoa, dan disucikan oleh jasa Kristus, yang pada akhirnya terbukti ber-manfaat bagi kebaikan.
KSZ1 392.3 Tiada kehidupan yang diberati pekerjaan dan berbagai tanggung jawab lebih daripada Yesus; namun demikian betapa sering Ia kedapatan berdoa! Betapa tetap hubungan-Nya dengan Allah! Berkali-kali di dalam sejarah hidup-Nya di atas dunia ini terdapat catatan seperti yang berikut ini: “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar, Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” “Dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.” “Akan tetapi Ia meng-undurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.” “Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.” Markus 1:35; Lukas 5: 15-16; 6:12.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
4 Maret 2027 | Hari 5
Hari 5: Pasal 38 - “MARILAH, BERISTIRAHATLAH SEKETIKA”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 38 - “MARILAH, BERISTIRAHATLAH SEKETIKA”
Halaman 392-392 | Pasal 38, Paragraf 12-13 | KSZ1 392.2-KSZ1 392.3
Ayat Inti:
Markus 6:31
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 35 membaca Bab 38: Marilah, Beristirahatlah Seketika. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-35-hari-5-2027-03-04
Teks Lengkap:
Menurut anggapan para rabi soal agama hendaknya selalu berada di dalam suatu kegiatan yang menyibukkan. Mereka bergantung pada per-nyataan secara luar untuk menunjukkan ketaatan mereka yang lebih tinggi. Jadi mereka memisahkan diri mereka dari Allah, dan mengalaskan diri mereka di atas keperluan sendiri. Bahaya yang serupa itu tetap masih ada. Jika kegiatan bertambah dan orang berhasil melakukan pekerjaan apa pun untuk Tuhan, maka terdapatlah bahaya di dalam berharap kepada rencana dan cara manusia. Ada pula kecenderungan kurang ber-doa, dan mempunyai kurang iman. Seperti halnya dengan murid-murid, kita berada di dalam bahaya kehilangan pandangan atas ketergantungan kita kepada Allah, dan berusaha mencari keselamatan melalui pekerjaan kita sendiri. Kita perlu memandang terus kepada Yesus, dengan keinsaf-an bahwa kuasa-Nyalah yang melakukan pekerjaan itu. Sementara kita bekerja dengan sungguh-sungguh untuk keselamatan orang yang hilang, kita juga harus mengambil waktu untuk merenungkan, berdoa, dan mem-pelajari firman Allah. Hanya pekerjaan yang dikerjakan dengan banyak berdoa, dan disucikan oleh jasa Kristus, yang pada akhirnya terbukti ber-manfaat bagi kebaikan. [KSZ1 392.2]
Tiada kehidupan yang diberati pekerjaan dan berbagai tanggung jawab lebih daripada Yesus; namun demikian betapa sering Ia kedapatan berdoa! Betapa tetap hubungan-Nya dengan Allah! Berkali-kali di dalam sejarah hidup-Nya di atas dunia ini terdapat catatan seperti yang berikut ini: “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar, Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” “Dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.” “Akan tetapi Ia meng-undurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.” “Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.” Markus 1:35; Lukas 5: 15-16; 6:12. [KSZ1 392.3]