1 Maret 2027 · Hari 2
Hari 2: Pasal 38 - “MARILAH, BERISTIRAHATLAH SEKETIKA”
Halaman 389-390 | Pasal 38, Paragraf 4-6 | KSZ1 389.3-KSZ1 390.1
Ayat Inti
Markus 6:31
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 35 membaca Bab 38: Marilah, Beristirahatlah Seketika. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 389.3 “Lalu Ia berkata kepada mereka: Marilah ke tempat yang sunyi, su-paya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika! ” Kristus penuh kele-mahlembutan dan belas kasihan kepada sekalian orang yang bekerja di dalam pekerjaan-Nya. Ia ingin menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa Allah tidak menuntut pengorbanan, melainkan rahmat. Mereka telah memasrahkan segenap jiwa mereka bekerja untuk orang banyak, dan inilah yang meletihkan tenaga tubuh dan pikiran mereka. Patutlah mereka beristirahat.
KSZ1 389.4 Ketika murid-murid melihat hasil yang baik atas pekerjaan mereka, mereka sedang berada dalam bahaya memuji diri sendiri, dalam bahaya mengasihi kesombongan rohani, dan oleh karena itu jatuh di bawah pencobaan-pencobaan Setan. Pekeijaan yang besar terbentang di hadapan mereka, oleh sebab itu pertama-tama mereka harus belajar bahwa ke-kuatan mereka bukanlah di dalam diri sendiri, melainkan di dalam Allah. Sebagaimana Musa di padang belantara Sinai seperti Daud di antara bu-kit-bukit Yudea. atau Elia di pinggir Sungai Kerit, murid-murid itu perlu menjauhkan diri dari kesibukan mereka, untuk berhubungan dengan Kristus, dengan alam terbuka, dan dengan segenap hati mereka sendiri.
KSZ1 390.1 Ketika murid-murid pergi dalam perjalanan pengabaran Injil. Yesus melawat negeri dan kampung yang lain, memberitakan Injil kerajaan itu. Kira-kira pada saat itulah Ia menerima kabar tentang kematian ‘Yohanes Pembaptis. Peristiwa ini membawa dengan jelas di hadapan-Nya ujung langkah ke mana jejak-Nya sedang memimpin. Bayang-bayang menebal pada jalan-Nya. Imam-imam dan para rabi mencari jalan hendak mem-bunuh Dia, pengintai mengikuti setiap jejak-Nya, dan setiap saat rencana untuk kebinasaan-Nya bertambah-tambah. Kabar mengenai khotbah rasul-rasul di seluruh Galilea sampai kepada Herodes, menarik perha-tiannya kepada Yesus dan pekerjaan-Nya. “Inilah Yohanes Pembaptis,” katanya, “ia sudah bangkit dari antara orang mati;” dan ia menyatakan keinginan untuk melihat Yesus. Herodes sangat takut jangan-jangan dengan diam-diam terjadi pemberontakan, dengan tujuan menurunkan dia dari takhtanya, lalu memutuskan penjajahan Roma atas bangsa Yahudi. Rasa tidak puas dan roh pemberontakan sudah lazim terdapat di kalangan khalayak ramai. Nyatalah bahwa tugas Kristus di hadapan orang banyak di Galilea tidak lama lagi. Pemandangan mengenai penderitaan-Nya sudah sangat dekat, dan Ia ingin mengasingkan diri sesaat dari orang banyak yang sedang kacau itu.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
1 Maret 2027 | Hari 2
Hari 2: Pasal 38 - “MARILAH, BERISTIRAHATLAH SEKETIKA”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 38 - “MARILAH, BERISTIRAHATLAH SEKETIKA”
Halaman 389-390 | Pasal 38, Paragraf 4-6 | KSZ1 389.3-KSZ1 390.1
Ayat Inti:
Markus 6:31
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 35 membaca Bab 38: Marilah, Beristirahatlah Seketika. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-35-hari-2-2027-03-01
Teks Lengkap:
“Lalu Ia berkata kepada mereka: Marilah ke tempat yang sunyi, su-paya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika! ” Kristus penuh kele-mahlembutan dan belas kasihan kepada sekalian orang yang bekerja di dalam pekerjaan-Nya. Ia ingin menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa Allah tidak menuntut pengorbanan, melainkan rahmat. Mereka telah memasrahkan segenap jiwa mereka bekerja untuk orang banyak, dan inilah yang meletihkan tenaga tubuh dan pikiran mereka. Patutlah mereka beristirahat. [KSZ1 389.3]
Ketika murid-murid melihat hasil yang baik atas pekerjaan mereka, mereka sedang berada dalam bahaya memuji diri sendiri, dalam bahaya mengasihi kesombongan rohani, dan oleh karena itu jatuh di bawah pencobaan-pencobaan Setan. Pekeijaan yang besar terbentang di hadapan mereka, oleh sebab itu pertama-tama mereka harus belajar bahwa ke-kuatan mereka bukanlah di dalam diri sendiri, melainkan di dalam Allah. Sebagaimana Musa di padang belantara Sinai seperti Daud di antara bu-kit-bukit Yudea. atau Elia di pinggir Sungai Kerit, murid-murid itu perlu menjauhkan diri dari kesibukan mereka, untuk berhubungan dengan Kristus, dengan alam terbuka, dan dengan segenap hati mereka sendiri. [KSZ1 389.4]
Ketika murid-murid pergi dalam perjalanan pengabaran Injil. Yesus melawat negeri dan kampung yang lain, memberitakan Injil kerajaan itu. Kira-kira pada saat itulah Ia menerima kabar tentang kematian ‘Yohanes Pembaptis. Peristiwa ini membawa dengan jelas di hadapan-Nya ujung langkah ke mana jejak-Nya sedang memimpin. Bayang-bayang menebal pada jalan-Nya. Imam-imam dan para rabi mencari jalan hendak mem-bunuh Dia, pengintai mengikuti setiap jejak-Nya, dan setiap saat rencana untuk kebinasaan-Nya bertambah-tambah. Kabar mengenai khotbah rasul-rasul di seluruh Galilea sampai kepada Herodes, menarik perha-tiannya kepada Yesus dan pekerjaan-Nya. “Inilah Yohanes Pembaptis,” katanya, “ia sudah bangkit dari antara orang mati;” dan ia menyatakan keinginan untuk melihat Yesus. Herodes sangat takut jangan-jangan dengan diam-diam terjadi pemberontakan, dengan tujuan menurunkan dia dari takhtanya, lalu memutuskan penjajahan Roma atas bangsa Yahudi. Rasa tidak puas dan roh pemberontakan sudah lazim terdapat di kalangan khalayak ramai. Nyatalah bahwa tugas Kristus di hadapan orang banyak di Galilea tidak lama lagi. Pemandangan mengenai penderitaan-Nya sudah sangat dekat, dan Ia ingin mengasingkan diri sesaat dari orang banyak yang sedang kacau itu. [KSZ1 390.1]