11 Februari 2027 · Hari 5
Hari 5: Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”
Halaman 363-364 | Pasal 35, Paragraf 21-24 | KSZ1 363.4-KSZ1 364.3
Ayat Inti
Markus 4:39
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 32 membaca Bab 35: Diam, Tenanglah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 363.4 Dengan segera terjadilah perubahan yang ajaib atas orang yang dirasuk setan itu. Terang telah menerangi pikiran mereka. Mata mereka berseri-seri dengan kecerdasan. Parasnya yang telah lama dirusakkan oleh Setan, dengan segera berubah jadi lembut, tangan yang berlumuran darah telah tenang, dan dengan suara yang penuh kesukaan orang itu memuji Allah atas kelepasan mereka itu.
KSZ1 364.1 Dari tebing yang curam para penjaga babi telah melihat semua peris-tiwa yang terjadi, dengan cepat mereka memberitahukan berita itu kepada majikannya serta kepada orang banyak. Di dalam rasa ketakutan dan keheranan semua penduduk berkumpul hendak menemui Yesus. Kedua orang yang dirasuk setan itu telah mendatangkan rasa takut di seluruh negeri itu. Tidak seorang pun yang selamat melalui tempat mereka itu, karena mereka menyerang setiap orang yang berjalan di sana dengan amarah setan-setan. Sekarang orang yang dirasuk setan ini telah berpa-kaian rapi dan pikiran mereka sudah waras, lalu duduk di kaki Yesus, mendengarkan firman-Nya, dan memuliakan nama-Nya yang telah me-nyembuhkan mereka. Tetapi orang banyak yang melihat mukjizat ini tidaklah gembira. Karena hilangnya babi bagi mereka kelihatannya lebih penting daripada kelepasan orang dari tawanan Setan.
KSZ1 364.2 Ini merupakan kemurahan kepada pemilik babi itu karena bencana ini telah diizinkan terjadi atas mereka. Mereka asyik dalam perkara duniawi, dan tidak menaruh perhatian besar atas kehidupan rohani. Yesus ingin merombak sifat mementingkan diri agar mereka dapat menerima kemurahan-Nya. Tetapi sesal dan amarah atas hilangnya harta mereka yang fana itu membutakan mata mereka kepada kemurahan Juruselamat.
KSZ1 364.3 Pernyataan kuasa yang luar biasa menerbitkan takhayul di kalangan orang banyak itu, dan menimbulkan ketakutan mereka. Kemudian ma-lapetaka mungkin akan menyusul sebab adanya Orang Asing ini di antara mereka. Mereka mengerti keuntungan keuangan yang hancur, dan me-mutuskan hendak membebaskan diri dari hadapan-Nya. Orang-orang yang turut menyeberangi danau bersama-sama Yesus menceritakan se-gala sesuatu yang telah terjadi pada malam yang baru lalu, tentang bahaya angin ribut yang mengancam mereka, dan bagaimana caranya angin ribut dan danau telah diteduhkan. Akan tetapi perkataan mereka tidak berpe-ngaruh. Di dalam rasa ketakutan orang banyak itu mengerumuni Yesus, memohon kepada-Nya agar undur dari antara mereka, dan segera la memenuhi permintaan mereka, lalu mengambil perahu hendak bertolak ke pantai yang berlawanan.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
11 Februari 2027 | Hari 5
Hari 5: Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”
Halaman 363-364 | Pasal 35, Paragraf 21-24 | KSZ1 363.4-KSZ1 364.3
Ayat Inti:
Markus 4:39
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 32 membaca Bab 35: Diam, Tenanglah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-32-hari-5-2027-02-11
Teks Lengkap:
Dengan segera terjadilah perubahan yang ajaib atas orang yang dirasuk setan itu. Terang telah menerangi pikiran mereka. Mata mereka berseri-seri dengan kecerdasan. Parasnya yang telah lama dirusakkan oleh Setan, dengan segera berubah jadi lembut, tangan yang berlumuran darah telah tenang, dan dengan suara yang penuh kesukaan orang itu memuji Allah atas kelepasan mereka itu. [KSZ1 363.4]
Dari tebing yang curam para penjaga babi telah melihat semua peris-tiwa yang terjadi, dengan cepat mereka memberitahukan berita itu kepada majikannya serta kepada orang banyak. Di dalam rasa ketakutan dan keheranan semua penduduk berkumpul hendak menemui Yesus. Kedua orang yang dirasuk setan itu telah mendatangkan rasa takut di seluruh negeri itu. Tidak seorang pun yang selamat melalui tempat mereka itu, karena mereka menyerang setiap orang yang berjalan di sana dengan amarah setan-setan. Sekarang orang yang dirasuk setan ini telah berpa-kaian rapi dan pikiran mereka sudah waras, lalu duduk di kaki Yesus, mendengarkan firman-Nya, dan memuliakan nama-Nya yang telah me-nyembuhkan mereka. Tetapi orang banyak yang melihat mukjizat ini tidaklah gembira. Karena hilangnya babi bagi mereka kelihatannya lebih penting daripada kelepasan orang dari tawanan Setan. [KSZ1 364.1]
Ini merupakan kemurahan kepada pemilik babi itu karena bencana ini telah diizinkan terjadi atas mereka. Mereka asyik dalam perkara duniawi, dan tidak menaruh perhatian besar atas kehidupan rohani. Yesus ingin merombak sifat mementingkan diri agar mereka dapat menerima kemurahan-Nya. Tetapi sesal dan amarah atas hilangnya harta mereka yang fana itu membutakan mata mereka kepada kemurahan Juruselamat. [KSZ1 364.2]
Pernyataan kuasa yang luar biasa menerbitkan takhayul di kalangan orang banyak itu, dan menimbulkan ketakutan mereka. Kemudian ma-lapetaka mungkin akan menyusul sebab adanya Orang Asing ini di antara mereka. Mereka mengerti keuntungan keuangan yang hancur, dan me-mutuskan hendak membebaskan diri dari hadapan-Nya. Orang-orang yang turut menyeberangi danau bersama-sama Yesus menceritakan se-gala sesuatu yang telah terjadi pada malam yang baru lalu, tentang bahaya angin ribut yang mengancam mereka, dan bagaimana caranya angin ribut dan danau telah diteduhkan. Akan tetapi perkataan mereka tidak berpe-ngaruh. Di dalam rasa ketakutan orang banyak itu mengerumuni Yesus, memohon kepada-Nya agar undur dari antara mereka, dan segera la memenuhi permintaan mereka, lalu mengambil perahu hendak bertolak ke pantai yang berlawanan. [KSZ1 364.3]