Hari 1: Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”
7 Februari 2027 · Hari 1

Hari 1: Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”

Halaman 358-359 | Pasal 35, Paragraf 1-5 | KSZ1 358.1-KSZ1 359.3

Ayat Inti

Markus 4:39

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 32 membaca Bab 35: Diam, Tenanglah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 358.1 ITU adalah suatu hari yang penuh peristiwa dalam kehidupan Yesus lDi tepi Danau Galilea Ia menceritakan perumpamaan-Nya yang pertama dengan lukisan yang sangat sederhana untuk menjelaskan kepada orang banyak tentang kerajaan-Nya dan caranya didirikan. Ia melukiskan pekerjaan-Nya seperti seorang penabur; perkembangan kerajaan-Nya seperti pertumbuhan biji sesawi dan pengaruh ragi di dalam takaran ma-kanan. Pemisahan yang terakhir dan besar antara yang benar yang jahat dilukiskan-Nya di dalam perumpamaan gandum dan bemh lalang serta pukat. Untuk menggambarkan keindahan kebenaran la mengajarkan dengan gambaran tentang harta yang tersembunyi dan mutiara yang mahal harganya, sedang di dalam perumpamaan tuan rumahi Ia mengajarkan pada murid-murid-Nya bagaimana mereka bekerja sebagai wakilwakil-Nya.

KSZ1 358.2 Sepanjang hari Ia mengajar dan menyembuhkan, dan waktu petang sudah tiba orang banyak masih berdesak-desak kepada-Nya. Hari demi hari Ia telah melayani mereka, hampir tidak sempat beristirahat dan makan. Kritik yang kejam dan tafsiran yang keliru yang olehnya orang Farisi tetap mengejar Dia membuat pekerjaan-Nya lebih sukar dan melelahkan; dan sekarang Ia sangat letih sehingga Ia memutuskan untuk mencari tempat yang sunyi guna beristirahat dengan menyeberangi danau itu.

KSZ1 359.1 Pantai sebelah timur Genesaret tidak kurang penduduknya, karena di sekitar danau itu terdapatlah kota-kota di sana sini; namun demikian daerah itu masih termasuk sepi dibandingkan dengan sebelah barat. Pen-duduknya lebih banyak orang kafir daripada Yahudi, dan hanya sedikit mengadakan hubungan dengan Galilea. Jadi inilah tempat mengasingkan diri yang dipilih-Nya, dan sekarang Ia meminta murid-murid-Nya bersama-sama dengan Dia ke sana.

KSZ1 359.2 Sesudah Ia membubarkan orang banyak itu, mereka membawa “Yesus beserta dengan mereka” ke dalam perahu, dan dengan cepat bertolak. Mereka tidak mau bertolak sendirian. Banyak perahu penangkap ikan yang lain dekat danau, ini pun segera dipenuhi orang banyak yang mengikut Yesus yang masih tetap ingin melihat dan mendengar Dia.

KSZ1 359.3 Akhirnya Juruselamat terlepas dari desakan orang banyak, dan oleh karena letih dan lapar, Ia berbaring di buritan kapal, dan tidak lama ke-mudian Ia tertidur nyenyak. Petang itu cuaca menyenangkan, dan kete-nangan berada di atas danau; tetapi tiba-tiba awan gelap pun menutupi langit, angin bertiup kencang dari celah gunung di pantai sebelah timur, dan badai keras mengamuk di atas danau itu.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

7 Februari 2027 | Hari 1
Hari 1: Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 35 - “DIAM, TENANGLAH”
Halaman 358-359 | Pasal 35, Paragraf 1-5 | KSZ1 358.1-KSZ1 359.3

Ayat Inti:
Markus 4:39
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 32 membaca Bab 35: Diam, Tenanglah. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-32-hari-1-2027-02-07

Teks Lengkap:

ITU adalah suatu hari yang penuh peristiwa dalam kehidupan Yesus lDi tepi Danau Galilea Ia menceritakan perumpamaan-Nya yang pertama dengan lukisan yang sangat sederhana untuk menjelaskan kepada orang banyak tentang kerajaan-Nya dan caranya didirikan. Ia melukiskan pekerjaan-Nya seperti seorang penabur; perkembangan kerajaan-Nya seperti pertumbuhan biji sesawi dan pengaruh ragi di dalam takaran ma-kanan. Pemisahan yang terakhir dan besar antara yang benar yang jahat dilukiskan-Nya di dalam perumpamaan gandum dan bemh lalang serta pukat. Untuk menggambarkan keindahan kebenaran la mengajarkan dengan gambaran tentang harta yang tersembunyi dan mutiara yang mahal harganya, sedang di dalam perumpamaan tuan rumahi Ia mengajarkan pada murid-murid-Nya bagaimana mereka bekerja sebagai wakilwakil-Nya. [KSZ1 358.1]

Sepanjang hari Ia mengajar dan menyembuhkan, dan waktu petang sudah tiba orang banyak masih berdesak-desak kepada-Nya. Hari demi hari Ia telah melayani mereka, hampir tidak sempat beristirahat dan makan. Kritik yang kejam dan tafsiran yang keliru yang olehnya orang Farisi tetap mengejar Dia membuat pekerjaan-Nya lebih sukar dan melelahkan; dan sekarang Ia sangat letih sehingga Ia memutuskan untuk mencari tempat yang sunyi guna beristirahat dengan menyeberangi danau itu. [KSZ1 358.2]

Pantai sebelah timur Genesaret tidak kurang penduduknya, karena di sekitar danau itu terdapatlah kota-kota di sana sini; namun demikian daerah itu masih termasuk sepi dibandingkan dengan sebelah barat. Pen-duduknya lebih banyak orang kafir daripada Yahudi, dan hanya sedikit mengadakan hubungan dengan Galilea. Jadi inilah tempat mengasingkan diri yang dipilih-Nya, dan sekarang Ia meminta murid-murid-Nya bersama-sama dengan Dia ke sana. [KSZ1 359.1]

Sesudah Ia membubarkan orang banyak itu, mereka membawa “Yesus beserta dengan mereka” ke dalam perahu, dan dengan cepat bertolak. Mereka tidak mau bertolak sendirian. Banyak perahu penangkap ikan yang lain dekat danau, ini pun segera dipenuhi orang banyak yang mengikut Yesus yang masih tetap ingin melihat dan mendengar Dia. [KSZ1 359.2]

Akhirnya Juruselamat terlepas dari desakan orang banyak, dan oleh karena letih dan lapar, Ia berbaring di buritan kapal, dan tidak lama ke-mudian Ia tertidur nyenyak. Petang itu cuaca menyenangkan, dan kete-nangan berada di atas danau; tetapi tiba-tiba awan gelap pun menutupi langit, angin bertiup kencang dari celah gunung di pantai sebelah timur, dan badai keras mengamuk di atas danau itu. [KSZ1 359.3]