5 Februari 2027 · Hari 6
Hari 6: Pasal 34 - UNDANGAN
Halaman 355-355 | Pasal 34, Paragraf 11-12 | KSZ1 355.2-KSZ1 355.3
Ayat Inti
Matius 11:28
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 31 membaca Bab 34: Undangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 355.2 Di dalam hati Kristus, di mana bertakhta keselarasan yang sempurna dengan Allah, terdapatlah damai yang sempurna. Ia tidak pernah bangga oleh tepuk tangan pujian, tidak pula bersedih hati oleh celaan atau keke-cewaan. Di tengah-tengah perlawanan yang sangat besar dan perlakuan yang sangat kejam, Ia selamanya berani. Tetapi banyak yang mengaku pengikut-Nya khawatir, dan susah hatinya, sebab mereka takut berharap kepada Allah. Mereka tidak mengadakan penyerahan yang sepenuhnya kepada-Nya, karena mereka takut akan akibat-akibat yang berhubungan dengan penyerahan itu. Kecuali mereka melakukan penyerahan ini, me-reka tidak akan mendapat sentosa bagi dirinya. Kasih akan diri sendirilah yang membawa kegelisahan. Apabila kita dilahirkan dari atas, maka pi-kiran yang sama yang ada pada Yesus hendaknya ada pada kita, pikiran yang membawa Dia merendahkan diri-Nya sendiri sehingga kita dapat diselamatkan. Jadi kita tidak mencari kedudukan yang paling tinggi. Kita harus ingin duduk di kaki Yesus, dan belajar dari pada-Nya. Kita harus mengerti bahwa nilai pekerjaan kita bukanlah terdapat dalam mengadakan satu pertunjukan dan keributan di dunia, bekerja keras dan giat di dalam kekuatan diri kita sendiri. Nilai pekerjaan kita seimbang dengan pemberian Roh Kudus. Berharap kepada Allah membawa pikiran lebih suci, supaya oleh kesabaran kita boleh menguasai jiwa kita.
KSZ1 355.3 Kuk itu dikenakan pada lembu jantan untuk membantunya menarik muatan, meringankan beban. Demikian juga dengan kuk Kristus. Apabila kehendak kita dibenamkan di dalam kehendak Allah, dan kita meng-gunakan pemberian-Nya memberkati orang lain, maka akan kita dapati beban hidup itu ringan adanya. Orang yang berjalan di dalam hukumhukum Allah berarti berjalan di dalam rombongan Kristus, dan di dalam kasih-Nya hati menjadi sentosa. Bila Musa berdoa. Beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku,” maka jawab Tuhan, “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.” Dan melalui nabi-nabi kabar itu disampaikan: “Ambillah tempatmu di jalanjalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat kete-nangan.” Kel. 33:13, 14; Yer. 6:16. Dan Ia berkata: “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan ierus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pemah ber-henti.” Yesaya 48:18.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
5 Februari 2027 | Hari 6
Hari 6: Pasal 34 - UNDANGAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 34 - UNDANGAN
Halaman 355-355 | Pasal 34, Paragraf 11-12 | KSZ1 355.2-KSZ1 355.3
Ayat Inti:
Matius 11:28
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 31 membaca Bab 34: Undangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-31-hari-6-2027-02-05
Teks Lengkap:
Di dalam hati Kristus, di mana bertakhta keselarasan yang sempurna dengan Allah, terdapatlah damai yang sempurna. Ia tidak pernah bangga oleh tepuk tangan pujian, tidak pula bersedih hati oleh celaan atau keke-cewaan. Di tengah-tengah perlawanan yang sangat besar dan perlakuan yang sangat kejam, Ia selamanya berani. Tetapi banyak yang mengaku pengikut-Nya khawatir, dan susah hatinya, sebab mereka takut berharap kepada Allah. Mereka tidak mengadakan penyerahan yang sepenuhnya kepada-Nya, karena mereka takut akan akibat-akibat yang berhubungan dengan penyerahan itu. Kecuali mereka melakukan penyerahan ini, me-reka tidak akan mendapat sentosa bagi dirinya. Kasih akan diri sendirilah yang membawa kegelisahan. Apabila kita dilahirkan dari atas, maka pi-kiran yang sama yang ada pada Yesus hendaknya ada pada kita, pikiran yang membawa Dia merendahkan diri-Nya sendiri sehingga kita dapat diselamatkan. Jadi kita tidak mencari kedudukan yang paling tinggi. Kita harus ingin duduk di kaki Yesus, dan belajar dari pada-Nya. Kita harus mengerti bahwa nilai pekerjaan kita bukanlah terdapat dalam mengadakan satu pertunjukan dan keributan di dunia, bekerja keras dan giat di dalam kekuatan diri kita sendiri. Nilai pekerjaan kita seimbang dengan pemberian Roh Kudus. Berharap kepada Allah membawa pikiran lebih suci, supaya oleh kesabaran kita boleh menguasai jiwa kita. [KSZ1 355.2]
Kuk itu dikenakan pada lembu jantan untuk membantunya menarik muatan, meringankan beban. Demikian juga dengan kuk Kristus. Apabila kehendak kita dibenamkan di dalam kehendak Allah, dan kita meng-gunakan pemberian-Nya memberkati orang lain, maka akan kita dapati beban hidup itu ringan adanya. Orang yang berjalan di dalam hukumhukum Allah berarti berjalan di dalam rombongan Kristus, dan di dalam kasih-Nya hati menjadi sentosa. Bila Musa berdoa. Beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku,” maka jawab Tuhan, “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.” Dan melalui nabi-nabi kabar itu disampaikan: “Ambillah tempatmu di jalanjalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat kete-nangan.” Kel. 33:13, 14; Yer. 6:16. Dan Ia berkata: “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan ierus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pemah ber-henti.” Yesaya 48:18. [KSZ1 355.3]