30 Januari 2027 · Hari 7
Hari 7: Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?
Halaman 350-350 | Pasal 33, Paragraf 20-22 | KSZ1 350.2-KSZ1 350.4
Ayat Inti
Matius 12:50
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 30 membaca Bab 33: Siapakah Saudara-saudaraku?. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 350.2 Mereka yang menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi tidak ditinggalkan sebagai yatim piatu, menanggung pencobaan sendirian. Ia menerima mereka sebagai anggota keluarga surga; Ia mengundang supaya memanggil Bapa-Nya sebagai Bapa mereka. Mereka adalah “anakanak-Nya” yang dikasihi oleh Allah, terikat kepada-Nya oleh ikatan yang paling manis dan kekal. Kasih-Nya terhadap mereka amat luas dan lembut, melebihi apa yang ibu dan bapa rasakan terhadap kita di dalam keadaan kita yang tanpa pertolongan, karena yang Ilahi lebih tinggi dari yang bersifat manusia.
KSZ1 350.3 Tentang hubungan Kristus dengan umat-Nya, terdapatlah sebuah gambaran yang indah di dalam hukum yang diberikan kepada bangsa Israel. Bilamana seorang Ibrani jatuh miskin dan terpaksa melepaskan harta pusakanya, dan menjual dirinya sendiri sebagai hamba, tugas untuk menebus dia dan hak warisnya jatuh kepada seorang keluarga yang ter-dekat: Lihat Imamat 25:25, 47-49; Rut 2:20. Jadi pekerjaan untuk me-nebus kita dan warisan kita, yang telah hilang karena dosa, jatuh kepada-Nya, orang yang “terdekat” dengan kita. Karena mau menebus kita Ia menjadi kerabat yang terdekat bagi kita. Lebih erat daripada bapa, ibu, saudara, teman, atau kekasih ialah Tuhan Juruselamat kita. “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.” “Oleh karena engkau ber-harga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.” Yesaya 43:1, 4.
KSZ1 350.4 Kristus mengasihi makhluk-makhluk surga yang mengelilingi takhta-Nya; tetapi dengan apakah dapat diperhitungkan kasih yang besar yang dengan itu Ia mengasihi kita? Kita tidak dapat memahaminya, tetapi kita dapat mengetahui itu dengan benar di dalam pengalaman kita sendiri, jikalau kita mempertahankan hubungan kita dengan Dia, betapa indahnya kita melihat orang-orang yang menjadi saudara laki-laki dan saudara perempuan Tuhan kita! Bukankah kita mau cepat mengenal tuntutan-tuntutan tentang hubungan Ilahi kita? Diangkat ke dalam keluarga Allah, tidakkah sepatutnya kita menghormati Bapa kita dan saudara kita?
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
30 Januari 2027 | Hari 7
Hari 7: Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?
Halaman 350-350 | Pasal 33, Paragraf 20-22 | KSZ1 350.2-KSZ1 350.4
Ayat Inti:
Matius 12:50
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 30 membaca Bab 33: Siapakah Saudara-saudaraku?. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-30-hari-7-2027-01-30
Teks Lengkap:
Mereka yang menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi tidak ditinggalkan sebagai yatim piatu, menanggung pencobaan sendirian. Ia menerima mereka sebagai anggota keluarga surga; Ia mengundang supaya memanggil Bapa-Nya sebagai Bapa mereka. Mereka adalah “anakanak-Nya” yang dikasihi oleh Allah, terikat kepada-Nya oleh ikatan yang paling manis dan kekal. Kasih-Nya terhadap mereka amat luas dan lembut, melebihi apa yang ibu dan bapa rasakan terhadap kita di dalam keadaan kita yang tanpa pertolongan, karena yang Ilahi lebih tinggi dari yang bersifat manusia. [KSZ1 350.2]
Tentang hubungan Kristus dengan umat-Nya, terdapatlah sebuah gambaran yang indah di dalam hukum yang diberikan kepada bangsa Israel. Bilamana seorang Ibrani jatuh miskin dan terpaksa melepaskan harta pusakanya, dan menjual dirinya sendiri sebagai hamba, tugas untuk menebus dia dan hak warisnya jatuh kepada seorang keluarga yang ter-dekat: Lihat Imamat 25:25, 47-49; Rut 2:20. Jadi pekerjaan untuk me-nebus kita dan warisan kita, yang telah hilang karena dosa, jatuh kepada-Nya, orang yang “terdekat” dengan kita. Karena mau menebus kita Ia menjadi kerabat yang terdekat bagi kita. Lebih erat daripada bapa, ibu, saudara, teman, atau kekasih ialah Tuhan Juruselamat kita. “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.” “Oleh karena engkau ber-harga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.” Yesaya 43:1, 4. [KSZ1 350.3]
Kristus mengasihi makhluk-makhluk surga yang mengelilingi takhta-Nya; tetapi dengan apakah dapat diperhitungkan kasih yang besar yang dengan itu Ia mengasihi kita? Kita tidak dapat memahaminya, tetapi kita dapat mengetahui itu dengan benar di dalam pengalaman kita sendiri, jikalau kita mempertahankan hubungan kita dengan Dia, betapa indahnya kita melihat orang-orang yang menjadi saudara laki-laki dan saudara perempuan Tuhan kita! Bukankah kita mau cepat mengenal tuntutan-tuntutan tentang hubungan Ilahi kita? Diangkat ke dalam keluarga Allah, tidakkah sepatutnya kita menghormati Bapa kita dan saudara kita? [KSZ1 350.4]