Hari 5: Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?
28 Januari 2027 · Hari 5

Hari 5: Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?

Halaman 348-349 | Pasal 33, Paragraf 14-16 | KSZ1 348.3-KSZ1 349.1

Ayat Inti

Matius 12:50

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 30 membaca Bab 33: Siapakah Saudara-saudaraku?. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 348.3 Betapa besar pertolongan yang akan diperoleh kaum keluarga-Nya di dunia jika mereka percaya kepada-Nya yang turun dari surga, dan bekerja sama dengan Dia dalam menyelesaikan pekerjaan Allah! Kurang percaya mereka melontarkan bayang-bayang gelap atas kehidupan Yesus di dunia. Itu adalah sebagian cawan pahit yang diteguk-Nya bagi kita.

KSZ1 348.4 Permusuhan yang timbul dalam hati manusia melawan Injil sangat di-rasakan oleh Anak Allah, dan itulah yang paling menyakitkan Dia di da-lam rumah-Nya; karena hati-Nya penuh keramahan dan kasih, dan Ia sa-ngat menghargai hubungan yang ramah di dalam keluarga. Saudara-saudara-Nya ingin supaya Ia mengabulkan pikiran-pikiran mereka, sedang-kan arah yang demikian bertentangan dengan pekabaran Ilahi-Nya. Mereka memandang kepada-Nya karena memerlukan nasihat mereka. Mereka menghakimi Dia dari segi pandangan manusia dan menganggap bahwa jika Ia mau mengatakan perkara-perkara yang dapat diterima oleh ahli -ahli Taurat dan orang-orang Farisi, Ia dapat menyingkirkan perban-tahan yang dapat ditimbulkan oleh perkataanNya. Mereka berpikir bah-wa Ia tidak berhak menyatakan bahwa diri-Nya mempunyai kuasa Ilahi, dan menempatkan diri-Nya di hadapan para rabi sebagai seorang yang mengecam dosa-dosa mereka. Mereka tahu bahwa orang-orang Farisi sedang mencari alasan hendak menuduh Dia, dan mereka rasa bahwa Ia telah memberikan kepada mereka cukup banyak alasan untuk itu.

KSZ1 349.1 Dengan ukuran mereka yang dangkal itu mereka tidak dapat menduga tugas yang akan dilakukan-Nya dan oleh sebab itu tidak menaruh simpati kepada-Nya di dalam penderitaan-Nya. Perkataan mereka yang kasar, dan tidak dihargai menunjukkan bahwa mereka belum mempunyai pene-rimaan yang benar akan tabiat-Nya, dan tidak dapat memperhatikan bah-wa Keilahian telah berpadu dengan kemanusiaan. Mereka sering melihat Dia penuh dengan duka; tetapi gantinya menghibur Dia, roh dan perka-taan mereka hanya melukai hati-Nya. Perasaan hati-Nya yang amat halus itu tersiksa, motif-Nya telah disalah mengerti, pekerjaan-Nya tidak dipahami.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

28 Januari 2027 | Hari 5
Hari 5: Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?
Halaman 348-349 | Pasal 33, Paragraf 14-16 | KSZ1 348.3-KSZ1 349.1

Ayat Inti:
Matius 12:50
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 30 membaca Bab 33: Siapakah Saudara-saudaraku?. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-30-hari-5-2027-01-28

Teks Lengkap:

Betapa besar pertolongan yang akan diperoleh kaum keluarga-Nya di dunia jika mereka percaya kepada-Nya yang turun dari surga, dan bekerja sama dengan Dia dalam menyelesaikan pekerjaan Allah! Kurang percaya mereka melontarkan bayang-bayang gelap atas kehidupan Yesus di dunia. Itu adalah sebagian cawan pahit yang diteguk-Nya bagi kita. [KSZ1 348.3]

Permusuhan yang timbul dalam hati manusia melawan Injil sangat di-rasakan oleh Anak Allah, dan itulah yang paling menyakitkan Dia di da-lam rumah-Nya; karena hati-Nya penuh keramahan dan kasih, dan Ia sa-ngat menghargai hubungan yang ramah di dalam keluarga. Saudara-saudara-Nya ingin supaya Ia mengabulkan pikiran-pikiran mereka, sedang-kan arah yang demikian bertentangan dengan pekabaran Ilahi-Nya. Mereka memandang kepada-Nya karena memerlukan nasihat mereka. Mereka menghakimi Dia dari segi pandangan manusia dan menganggap bahwa jika Ia mau mengatakan perkara-perkara yang dapat diterima oleh ahli -ahli Taurat dan orang-orang Farisi, Ia dapat menyingkirkan perban-tahan yang dapat ditimbulkan oleh perkataanNya. Mereka berpikir bah-wa Ia tidak berhak menyatakan bahwa diri-Nya mempunyai kuasa Ilahi, dan menempatkan diri-Nya di hadapan para rabi sebagai seorang yang mengecam dosa-dosa mereka. Mereka tahu bahwa orang-orang Farisi sedang mencari alasan hendak menuduh Dia, dan mereka rasa bahwa Ia telah memberikan kepada mereka cukup banyak alasan untuk itu. [KSZ1 348.4]

Dengan ukuran mereka yang dangkal itu mereka tidak dapat menduga tugas yang akan dilakukan-Nya dan oleh sebab itu tidak menaruh simpati kepada-Nya di dalam penderitaan-Nya. Perkataan mereka yang kasar, dan tidak dihargai menunjukkan bahwa mereka belum mempunyai pene-rimaan yang benar akan tabiat-Nya, dan tidak dapat memperhatikan bah-wa Keilahian telah berpadu dengan kemanusiaan. Mereka sering melihat Dia penuh dengan duka; tetapi gantinya menghibur Dia, roh dan perka-taan mereka hanya melukai hati-Nya. Perasaan hati-Nya yang amat halus itu tersiksa, motif-Nya telah disalah mengerti, pekerjaan-Nya tidak dipahami. [KSZ1 349.1]