25 Januari 2027 · Hari 2
Hari 2: Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?
Halaman 345-346 | Pasal 33, Paragraf 5-7 | KSZ1 345.1-KSZ1 346.1
Ayat Inti
Matius 12:50
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 30 membaca Bab 33: Siapakah Saudara-saudaraku?. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 345.1 Bukannya Allah yang membutakan mata manusia atau mengeraskan hati mereka. Ia telah mengirimkan terang untuk memperbaiki kesalahan mereka, dan memimpin mereka pada jalan yang benar; oleh karena peno-lakan akan terang ini mata dibutakan dan hati dikeraskan. Sering kema-juan berjalan secara pelahan-lahan dan hampir tidak kelihatan. Terang itu datang pada jiwa melalui firman Allah, melalui hamba-hamba-Nya, atau langsung dengan Roh Kudus; tetapi jika satu sinar terang tidak diin-dahkan, maka penglihatan rohani menjadi kaku dan pernyataan terang yang kedua tidak dapat dilihat dengan jelas. Maka kegelapan pun makin bertambah, sehingga gelaplah jiwa itu. Demikianlah yang terjadi dengan pemimpin-pemimpin orang Yahudi. Mereka yakin bahwa kuasa Ilahi ada di dalam Kristus, tetapi untuk menolak kebenaran, mereka menghubungkan pekerjaan Roh Kudus dengan Setan. Dengan melakukan hal ini, mereka sengaja memilih penipuan; menyerahkan diri kepada Setan, sebab itu mereka dikendalikan oleh kuasanya.
KSZ1 345.2 Yang berhubungan erat dengan amaran Kristus mengenai dosa me-lawan Roh Kudus ialah amaran melawan kemalasan dan perkataan-per-kataan jahat. Perkataan menunjukkan apa yang terkandung di dalam hati. “Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.” Tetapi perkataan itu lebih dari menunjukkan tabiat; perkataan itu mempunyai pengaruh atas tabiat. Manusia dipengaruhi oleh perkataan mereka sendiri. Sering di bawah dorongan hati yang sesat, diajak oleh Setan, mengucapkan ke-cemburuan atau prasangka jahat, mengatakan yang tidak sungguh-sung-guh mereka percayai; tetapi ucapan yang demikian ada akibatnya di dalam pikiran. Mereka ditipu oleh ucapan mereka sendiri, dan mulai mempercayai hasutan bahwa yang diucapkan oleh Setan itu benar adanya. Jika sekali mengucapkan suatu pendapat dan keputusan, mereka terlalu sombong untuk menariknya , dan berusaha membuktikan bahwa mereka benar, sehingga mereka yakin demikianlah yang sebenar-nya. Sangat berbahaya mengucapkan perkataan yang mengandung kera-gu-raguan, berbahaya meragukan dan mengritik terang Ilahi. Sifat lalai dan kritik yang tidak hormat mempunyai akibat atas tabiat, memanjakan rasa tidak hormat dan kurang percaya. Banyak orang yang telah meman-jakan sifat semacam ini jatuh dengan tidak sadar ke dalam bahaya, se-hingga ia telah siap mengritik dan menolak pekerjaan Roh Kudus. Yesus berkata: “Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”
KSZ1 346.1 Kemudian Ia menambahkan suatu amaran kepada mereka yang sudah dipengaruhi oleh perkataan-Nya, yang sudah mendengar Dia dengan gembira, tetapi tidak menyerahkan diri mereka bagi berdiamnya Roh Kudus. Bukan saja oleh perlawanan, tetapi karena lalai sehingga jiwa itu dibinasakan. “Apabila roh jahat keluar dari manusia, Kristus berkata, “ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan ke ru-mah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya dan mereka masuk dan berdiam di situ.”
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
25 Januari 2027 | Hari 2
Hari 2: Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 33 - SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?
Halaman 345-346 | Pasal 33, Paragraf 5-7 | KSZ1 345.1-KSZ1 346.1
Ayat Inti:
Matius 12:50
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 30 membaca Bab 33: Siapakah Saudara-saudaraku?. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-30-hari-2-2027-01-25
Teks Lengkap:
Bukannya Allah yang membutakan mata manusia atau mengeraskan hati mereka. Ia telah mengirimkan terang untuk memperbaiki kesalahan mereka, dan memimpin mereka pada jalan yang benar; oleh karena peno-lakan akan terang ini mata dibutakan dan hati dikeraskan. Sering kema-juan berjalan secara pelahan-lahan dan hampir tidak kelihatan. Terang itu datang pada jiwa melalui firman Allah, melalui hamba-hamba-Nya, atau langsung dengan Roh Kudus; tetapi jika satu sinar terang tidak diin-dahkan, maka penglihatan rohani menjadi kaku dan pernyataan terang yang kedua tidak dapat dilihat dengan jelas. Maka kegelapan pun makin bertambah, sehingga gelaplah jiwa itu. Demikianlah yang terjadi dengan pemimpin-pemimpin orang Yahudi. Mereka yakin bahwa kuasa Ilahi ada di dalam Kristus, tetapi untuk menolak kebenaran, mereka menghubungkan pekerjaan Roh Kudus dengan Setan. Dengan melakukan hal ini, mereka sengaja memilih penipuan; menyerahkan diri kepada Setan, sebab itu mereka dikendalikan oleh kuasanya. [KSZ1 345.1]
Yang berhubungan erat dengan amaran Kristus mengenai dosa me-lawan Roh Kudus ialah amaran melawan kemalasan dan perkataan-per-kataan jahat. Perkataan menunjukkan apa yang terkandung di dalam hati. “Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.” Tetapi perkataan itu lebih dari menunjukkan tabiat; perkataan itu mempunyai pengaruh atas tabiat. Manusia dipengaruhi oleh perkataan mereka sendiri. Sering di bawah dorongan hati yang sesat, diajak oleh Setan, mengucapkan ke-cemburuan atau prasangka jahat, mengatakan yang tidak sungguh-sung-guh mereka percayai; tetapi ucapan yang demikian ada akibatnya di dalam pikiran. Mereka ditipu oleh ucapan mereka sendiri, dan mulai mempercayai hasutan bahwa yang diucapkan oleh Setan itu benar adanya. Jika sekali mengucapkan suatu pendapat dan keputusan, mereka terlalu sombong untuk menariknya , dan berusaha membuktikan bahwa mereka benar, sehingga mereka yakin demikianlah yang sebenar-nya. Sangat berbahaya mengucapkan perkataan yang mengandung kera-gu-raguan, berbahaya meragukan dan mengritik terang Ilahi. Sifat lalai dan kritik yang tidak hormat mempunyai akibat atas tabiat, memanjakan rasa tidak hormat dan kurang percaya. Banyak orang yang telah meman-jakan sifat semacam ini jatuh dengan tidak sadar ke dalam bahaya, se-hingga ia telah siap mengritik dan menolak pekerjaan Roh Kudus. Yesus berkata: “Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” [KSZ1 345.2]
Kemudian Ia menambahkan suatu amaran kepada mereka yang sudah dipengaruhi oleh perkataan-Nya, yang sudah mendengar Dia dengan gembira, tetapi tidak menyerahkan diri mereka bagi berdiamnya Roh Kudus. Bukan saja oleh perlawanan, tetapi karena lalai sehingga jiwa itu dibinasakan. “Apabila roh jahat keluar dari manusia, Kristus berkata, “ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan ke ru-mah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya dan mereka masuk dan berdiam di situ.” [KSZ1 346.1]