22 Juli 2026 · Hari 4
Hari 4: Pasal 5 - PENYERAHAN
Halaman 44-45 | Pasal 5, Paragraf 13-16 | KSZ1 44.3-KSZ1 45.3
Ayat Inti
Roma 12:1
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu ketiga menolong kita merenungkan sikap hati yang menyerah kepada kehendak Allah. Misi dimulai dari hati yang bersedia dibentuk, bukan hanya dari program yang rapi.
Doa
Tuhan, bentuk hati kami agar rela dipakai dalam misi-Mu. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 44.3 Waktu Simeon masuk ke dalam kaabah, dilihatnyalah satu keluarga tengah menyerahkan anak sulungnya di hadapan imam. Keadaan mereka menunjukkan adanya kemiskinan; tetapi Simeon mengerti amaran Roh, maka hatinya pun tergeraklah dengan amat sangat bahwa Anak Bayi yang tengah diserahkan kepada Tuhan itu ialah Penghiburan Israel, Orang yang ia rindu hendak melihat-Nya. Bagi imam yang tercengangcengang itu, Simeon nampak seperti seorang yang tengah terpesona karena kegirangan hatinya. Anak itu sudah dikembalikan kepada Maria, lalu diambilnya pada pangkuannya dan menyerahkan-Nya kepada Allah, sedang suatu kegembiraan yang belum pernah dirasainya dahulu meresapi jiwanya. Ketika ia mengangkat Juruselamat yang masih bayi itu ke arah surga, berkatalah ia, “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan dihadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu Israel.”
KSZ1 45.1 Roh nubuat ada pada hamba Allah ini, dan sementara Yusuf dan Maria berdiri di sana, keheran-heranan mendengar perkataannya, diberkatinya mereka itu, serta berkata kepada Maria, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi satu tanda yang menimbulkan perbantahan--dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”
KSZ1 45.2 Hana juga, seorang nabiah, datang masuk lalu memperkuat kesaksian Simeon mengenai Kristus itu. Sedang Simeon berbicara, wajah wanita itu bersinar dengan kemuliaan Allah, dan dicurahkannya syukur hatinya karena ia sudah diizinkan melihat Kristus Tuhan itu.
KSZ1 45.3 Orang-orang beribadat yang rendah hati ini telah mempelajari nubuatan tidak dengan sia-sia. Tetapi orang-orang yang menduduki pangkat sebagai penghulu-penghulu dan imam-imam di Israel, sungguhpun mereka juga sudah mendengar pernyataan yang indah dari nubuatan, mereka tidak berjalan pada jalan Tuhan, dan mata mereka tidak terbuka untuk melihat Terang hidup itu.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
22 Juli 2026 | Hari 4
Hari 4: Pasal 5 - PENYERAHAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 5 - PENYERAHAN
Halaman 44-45 | Pasal 5, Paragraf 13-16 | KSZ1 44.3-KSZ1 45.3
Ayat Inti:
Roma 12:1
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu ketiga menolong kita merenungkan sikap hati yang menyerah kepada kehendak Allah. Misi dimulai dari hati yang bersedia dibentuk, bukan hanya dari program yang rapi.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-3-hari-4-2026-07-22
Teks Lengkap:
Waktu Simeon masuk ke dalam kaabah, dilihatnyalah satu keluarga tengah menyerahkan anak sulungnya di hadapan imam. Keadaan mereka menunjukkan adanya kemiskinan; tetapi Simeon mengerti amaran Roh, maka hatinya pun tergeraklah dengan amat sangat bahwa Anak Bayi yang tengah diserahkan kepada Tuhan itu ialah Penghiburan Israel, Orang yang ia rindu hendak melihat-Nya. Bagi imam yang tercengangcengang itu, Simeon nampak seperti seorang yang tengah terpesona karena kegirangan hatinya. Anak itu sudah dikembalikan kepada Maria, lalu diambilnya pada pangkuannya dan menyerahkan-Nya kepada Allah, sedang suatu kegembiraan yang belum pernah dirasainya dahulu meresapi jiwanya. Ketika ia mengangkat Juruselamat yang masih bayi itu ke arah surga, berkatalah ia, “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan dihadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu Israel.” [KSZ1 44.3]
Roh nubuat ada pada hamba Allah ini, dan sementara Yusuf dan Maria berdiri di sana, keheran-heranan mendengar perkataannya, diberkatinya mereka itu, serta berkata kepada Maria, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi satu tanda yang menimbulkan perbantahan--dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.” [KSZ1 45.1]
Hana juga, seorang nabiah, datang masuk lalu memperkuat kesaksian Simeon mengenai Kristus itu. Sedang Simeon berbicara, wajah wanita itu bersinar dengan kemuliaan Allah, dan dicurahkannya syukur hatinya karena ia sudah diizinkan melihat Kristus Tuhan itu. [KSZ1 45.2]
Orang-orang beribadat yang rendah hati ini telah mempelajari nubuatan tidak dengan sia-sia. Tetapi orang-orang yang menduduki pangkat sebagai penghulu-penghulu dan imam-imam di Israel, sungguhpun mereka juga sudah mendengar pernyataan yang indah dari nubuatan, mereka tidak berjalan pada jalan Tuhan, dan mata mereka tidak terbuka untuk melihat Terang hidup itu. [KSZ1 45.3]