19 Juli 2026 · Hari 1
Hari 1: Pasal 5 - PENYERAHAN
Halaman 41-42 | Pasal 5, Paragraf 1-4 | KSZ1 41.1-KSZ1 42.1
Ayat Inti
Roma 12:1
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu ketiga menolong kita merenungkan sikap hati yang menyerah kepada kehendak Allah. Misi dimulai dari hati yang bersedia dibentuk, bukan hanya dari program yang rapi.
Doa
Tuhan, bentuk hati kami agar rela dipakai dalam misi-Mu. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 41.1 Kira-Kjra empat puluh hari sesudah Kristus lahir, Yusuf dan Maria membawa Dia ke Yerusalem, untuk mempersembahkan Dia kepada Tuhan, dan untuk mempersembahkan korban. Ini adalah sesuai dengan hukum Yahudi, dan sebagai pengganti umat manusia, Kristus wajib taat pada hukum dalam segala hal. Ia sudah menempuh upacara persunatan, selaku ikrar ketaatan-Nya pada hukum.
KSZ1 41.2 Selaku persembahan untuk ibu, hukum Taurat meminta seekor anak domba yang berumur setahun untuk korban bakaran dan seekor anak merpati atau tekukur untuk korban karena dosa. Akan tetapi hukum mengadakan peraturan, jika ibu bapa yang bersangkutan terlampau miskin untuk membawa seekor anak domba, sepasang tekukur atau dua ekor anak merpati, seekor untuk korban bakaran, yang seekor lagi untuk korban karena dosa, dapat diterima.
KSZ1 41.3 Segala persembahan yang dipersembahkan kepada Tuhan haruslah tidak bercacat. Persembahan ini membayangkan Kristus dan dari sini jelaslah bahwa Yesus Sendiri bebas dari cacat badani, ialah ‘’Anak Domba, yang tak bernoda dan tak bercacat” I Ptr. 1:19 itu. Bentuk tubuh-Nya bebas dari segala macam cacat; tubuh-Nya kuat dan sehat. Maka sepan-jang umur hidup-Nya Ia hidup menurut segala hukum alam. Baik dalam hal badani maupun dalam hal rohani, Ialah suatu contoh dari apa yang direncanakan Allah bagi semua umat manusia oleh ketaatan pada hukum-hukum-Nya.
KSZ1 42.1 Penyerahan anak sulung berasal pada zaman purbakala. Allah telah berjanji hendak mengaruniakan Anak Sulung surga untuk menyelamat, kan orang yang berdosa. Karunia ini harus diakui dalam tiap rumah tangga dengan penyerahan anak sulung. Ia harus diasingkan untuk keimamatan, sebagai wakil Kristus di antara manusia.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
19 Juli 2026 | Hari 1
Hari 1: Pasal 5 - PENYERAHAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 5 - PENYERAHAN
Halaman 41-42 | Pasal 5, Paragraf 1-4 | KSZ1 41.1-KSZ1 42.1
Ayat Inti:
Roma 12:1
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu ketiga menolong kita merenungkan sikap hati yang menyerah kepada kehendak Allah. Misi dimulai dari hati yang bersedia dibentuk, bukan hanya dari program yang rapi.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-3-hari-1-2026-07-19
Teks Lengkap:
Kira-Kjra empat puluh hari sesudah Kristus lahir, Yusuf dan Maria membawa Dia ke Yerusalem, untuk mempersembahkan Dia kepada Tuhan, dan untuk mempersembahkan korban. Ini adalah sesuai dengan hukum Yahudi, dan sebagai pengganti umat manusia, Kristus wajib taat pada hukum dalam segala hal. Ia sudah menempuh upacara persunatan, selaku ikrar ketaatan-Nya pada hukum. [KSZ1 41.1]
Selaku persembahan untuk ibu, hukum Taurat meminta seekor anak domba yang berumur setahun untuk korban bakaran dan seekor anak merpati atau tekukur untuk korban karena dosa. Akan tetapi hukum mengadakan peraturan, jika ibu bapa yang bersangkutan terlampau miskin untuk membawa seekor anak domba, sepasang tekukur atau dua ekor anak merpati, seekor untuk korban bakaran, yang seekor lagi untuk korban karena dosa, dapat diterima. [KSZ1 41.2]
Segala persembahan yang dipersembahkan kepada Tuhan haruslah tidak bercacat. Persembahan ini membayangkan Kristus dan dari sini jelaslah bahwa Yesus Sendiri bebas dari cacat badani, ialah ‘’Anak Domba, yang tak bernoda dan tak bercacat” I Ptr. 1:19 itu. Bentuk tubuh-Nya bebas dari segala macam cacat; tubuh-Nya kuat dan sehat. Maka sepan-jang umur hidup-Nya Ia hidup menurut segala hukum alam. Baik dalam hal badani maupun dalam hal rohani, Ialah suatu contoh dari apa yang direncanakan Allah bagi semua umat manusia oleh ketaatan pada hukum-hukum-Nya. [KSZ1 41.3]
Penyerahan anak sulung berasal pada zaman purbakala. Allah telah berjanji hendak mengaruniakan Anak Sulung surga untuk menyelamat, kan orang yang berdosa. Karunia ini harus diakui dalam tiap rumah tangga dengan penyerahan anak sulung. Ia harus diasingkan untuk keimamatan, sebagai wakil Kristus di antara manusia. [KSZ1 42.1]