21 Januari 2027 · Hari 5
Hari 5: Pasal 32 - SANG PERWIRA
Halaman 340-340 | Pasal 32, Paragraf 13-15 | KSZ1 340.1-KSZ1 340.3
Ayat Inti
Matius 8:10
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 29 membaca Bab 32: Sang Perwira. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 340.1 Pemandangan itu membangkitkan rasa simpati. Yang meninggal itu anak tunggal dan ibunya sudah menjadi janda. Wanita yang berduka dan kesepian itu sedang mengikuti dia ke kubur, seorang penolong dan penghibur satu-satunya di dunia ini. “Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan.” Ketika perempuan itu berjalan dengan gontai dan menangis, tidak mengetahui bahwa Yesus, ada di sana, Yesus mendekati perempuan itu, dan dengan lembut berkata, “Janganlah menangis.” Yesus sudah hampir mengubah dukanya kepada kesukaan, namun Ia tidak menahan pernyataan simpati-Nya yang menghiburkan ini.
KSZ1 340.2 “Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya;” bagi-Nya walaupun menyentuh orang mati tidak mencemarkan. Rombongan orang yang berkabung berdiri, dan ratapan berhenti. Kedua rombongan itu me-ngelilingi usungan itu dengan mengharapkan sesuatu yang tidak pernah mereka harapkan. Ada Seorang yang hadir yakni Orang yang telah mem-buang penyakit dan mengusir Setan; apakah maut juga takluk pada kuasa-Nya?
KSZ1 340.3 Lebih jelas, suara yang penuh kuasa itu diucapkan, Hai anak muda! Aku berkata kepadamu: Bangkitlah.” Suara itu menembusi telinga orang mati itu. Orang muda itu membuka matanya. Yesus memegang tangannya, dan mengangkat dia. Pandangannya tertuju kepada perempuan yang menangis di sampingnya, ibu dan anak berpeluk dalam kegembiraan. Orang banyak diam, seolah terpukau. “Memuliakan Allah; sambil berkata: Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah telah melawat umat-Nya.” Iringan jenazah itu ke Nain bagaikan satu arak-arakan kemenangan. “Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.”
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
21 Januari 2027 | Hari 5
Hari 5: Pasal 32 - SANG PERWIRA
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 32 - SANG PERWIRA
Halaman 340-340 | Pasal 32, Paragraf 13-15 | KSZ1 340.1-KSZ1 340.3
Ayat Inti:
Matius 8:10
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 29 membaca Bab 32: Sang Perwira. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-29-hari-5-2027-01-21
Teks Lengkap:
Pemandangan itu membangkitkan rasa simpati. Yang meninggal itu anak tunggal dan ibunya sudah menjadi janda. Wanita yang berduka dan kesepian itu sedang mengikuti dia ke kubur, seorang penolong dan penghibur satu-satunya di dunia ini. “Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan.” Ketika perempuan itu berjalan dengan gontai dan menangis, tidak mengetahui bahwa Yesus, ada di sana, Yesus mendekati perempuan itu, dan dengan lembut berkata, “Janganlah menangis.” Yesus sudah hampir mengubah dukanya kepada kesukaan, namun Ia tidak menahan pernyataan simpati-Nya yang menghiburkan ini. [KSZ1 340.1]
“Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya;” bagi-Nya walaupun menyentuh orang mati tidak mencemarkan. Rombongan orang yang berkabung berdiri, dan ratapan berhenti. Kedua rombongan itu me-ngelilingi usungan itu dengan mengharapkan sesuatu yang tidak pernah mereka harapkan. Ada Seorang yang hadir yakni Orang yang telah mem-buang penyakit dan mengusir Setan; apakah maut juga takluk pada kuasa-Nya? [KSZ1 340.2]
Lebih jelas, suara yang penuh kuasa itu diucapkan, Hai anak muda! Aku berkata kepadamu: Bangkitlah.” Suara itu menembusi telinga orang mati itu. Orang muda itu membuka matanya. Yesus memegang tangannya, dan mengangkat dia. Pandangannya tertuju kepada perempuan yang menangis di sampingnya, ibu dan anak berpeluk dalam kegembiraan. Orang banyak diam, seolah terpukau. “Memuliakan Allah; sambil berkata: Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah telah melawat umat-Nya.” Iringan jenazah itu ke Nain bagaikan satu arak-arakan kemenangan. “Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.” [KSZ1 340.3]