19 Januari 2027 · Hari 3
Hari 3: Pasal 32 - SANG PERWIRA
Halaman 338-338 | Pasal 32, Paragraf 7-9 | KSZ1 338.2-KSZ1 338.4
Ayat Inti
Matius 8:10
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 29 membaca Bab 32: Sang Perwira. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 338.2 Itulah sebabnya maka setiap orang berdosa dapat datang kepada Kris-tus. “Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya.” Titus 3:5. Bila Setan me-ngatakan bahwa engkau seorang berdosa, dan tidak mempunyai harapan menerima berkat dari Allah, katakanlah kepadanya bahwa Kristus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan orang berdosa. Kita tidak mempunyai sesuatu untuk memuji kita kepada Allah; tetapi permohonan yang kita pohonkan sekarang dan selamanya ialah ucapan kita yang dalam keadaan tidak berdaya sehingga menjadikan kuasa penebusan-Nya suatu keper-luan. Membuangkan sifat yang hanya berpaut pada diri sendiri, kita dapat memandang kepada salib Golgota dan berkata,—
KSZ1 338.3 “Aku datang dengan tangan hampa, Hanya bergantung pada salib-Mu.”
KSZ1 338.4 Orang-orang Yahudi telah dididik mulai dari kecilnya mengenai pe-kerjaan Mesias itu. Ucapan bapa-bapa dan nabi-nabi yang diilhamkan serta lambang ajaran upacara pengorbanan telah ada pada mereka. Tetapi mereka tidak mengindahkan terang itu. dan sekarang mereka melihat di dalam Yesus tidak ada yang mereka ingini. Tetapi perwira itu dilahirkan di dalam kekafiran, dididik di dalam berhala kerajaan Roma, dilatih sebagai seorang tentara, seolah-olah sama sekali lepas dari kehidupan rohani oleh pendidikan dan keadaan sekelilingnya, dan masih tetap diha-langi oleh kefanatikan orang-orang Yahudi, dan oleh hinaan bangsanya kepada orang Israel,—orang ini menerima kebenaran yang anak-anak Abraham buta terhadapnya. Ia tidak menunggu melihat apakah orangorang Yahudi sendiri akan menerima Seorang yang akan dimaklumkan menjadi Mesias mereka. Karena sebagai “terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.” (Yohanes 1:9) telah bercahaya padanya, ia telah dapat melihat kemuliaan Anak Allah walaupun dari jauh.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
19 Januari 2027 | Hari 3
Hari 3: Pasal 32 - SANG PERWIRA
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 32 - SANG PERWIRA
Halaman 338-338 | Pasal 32, Paragraf 7-9 | KSZ1 338.2-KSZ1 338.4
Ayat Inti:
Matius 8:10
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 29 membaca Bab 32: Sang Perwira. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-29-hari-3-2027-01-19
Teks Lengkap:
Itulah sebabnya maka setiap orang berdosa dapat datang kepada Kris-tus. “Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya.” Titus 3:5. Bila Setan me-ngatakan bahwa engkau seorang berdosa, dan tidak mempunyai harapan menerima berkat dari Allah, katakanlah kepadanya bahwa Kristus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan orang berdosa. Kita tidak mempunyai sesuatu untuk memuji kita kepada Allah; tetapi permohonan yang kita pohonkan sekarang dan selamanya ialah ucapan kita yang dalam keadaan tidak berdaya sehingga menjadikan kuasa penebusan-Nya suatu keper-luan. Membuangkan sifat yang hanya berpaut pada diri sendiri, kita dapat memandang kepada salib Golgota dan berkata,— [KSZ1 338.2]
“Aku datang dengan tangan hampa, Hanya bergantung pada salib-Mu.” [KSZ1 338.3]
Orang-orang Yahudi telah dididik mulai dari kecilnya mengenai pe-kerjaan Mesias itu. Ucapan bapa-bapa dan nabi-nabi yang diilhamkan serta lambang ajaran upacara pengorbanan telah ada pada mereka. Tetapi mereka tidak mengindahkan terang itu. dan sekarang mereka melihat di dalam Yesus tidak ada yang mereka ingini. Tetapi perwira itu dilahirkan di dalam kekafiran, dididik di dalam berhala kerajaan Roma, dilatih sebagai seorang tentara, seolah-olah sama sekali lepas dari kehidupan rohani oleh pendidikan dan keadaan sekelilingnya, dan masih tetap diha-langi oleh kefanatikan orang-orang Yahudi, dan oleh hinaan bangsanya kepada orang Israel,—orang ini menerima kebenaran yang anak-anak Abraham buta terhadapnya. Ia tidak menunggu melihat apakah orangorang Yahudi sendiri akan menerima Seorang yang akan dimaklumkan menjadi Mesias mereka. Karena sebagai “terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.” (Yohanes 1:9) telah bercahaya padanya, ia telah dapat melihat kemuliaan Anak Allah walaupun dari jauh. [KSZ1 338.4]