17 Januari 2027 · Hari 1
Hari 1: Pasal 32 - SANG PERWIRA
Halaman 336-337 | Pasal 32, Paragraf 1-3 | KSZ1 336.1-KSZ1 337.1
Ayat Inti
Matius 8:10
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 29 membaca Bab 32: Sang Perwira. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 336.1 KRISTUS mengatakan kepada bangsawan yang anak-Nya telah Ia sembuhkan: “Jika kamu tidak melihat tanda dan mukjizat, kamu tidak percaya.” Yohanes 4:48. Ia sedih karena bangsa-Nya sendiri menuntut tanda-tanda ajaib secara luar ini, bahwa Dialah Mesias itu. Berulang-ulang Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Tetapi Ia mengagumi iman perwira yang datang kepada-Nya. Perwira itu tidak menanyakan tentang kuasa Juruselamat. Ia tidak memohon supaya Kristus datang untuk mengadakan mukjizat. “Katakan saja sepatah kata,” katanya, “maka hambaku itu akan sembuh.”
KSZ1 336.2 Hamba perwira itu diserang penyakit lumpuh, dan sudah hampir mati. Di kalangan orang-orang Roma hamba adalah budak, diperjual belikan di pasar-pasar, diperlakukan dengan kejam dan bengis; tetapi perwira itu memperlakukan hambanya dengan baik, dan ia sangat mengharapkan supaya hamba itu sehat . Ia percaya bahwa Kristus dapat me-nyembuhkannya. Ia belum pernah melihat Juruselamat, tetapi berita-berita yang didengarnya menggerakkan imannya. Meskipun tatacara orang Yahudi, orang Roma ini telah diyakinkan bahwa agama mereka lebih tinggi daripada agamanya. Ia telah mematah rintangan prasangka dan kebencian kebangsaan yang memisahkan penjajah dengan yang dijajah. Ia telah menunjukkan rasa hormat terhadap pelayanan kepada Allah, dan menunjukkan keramahan kepada orang Yahudi selaku penyembah Dia. Di dalam ajaran Kristus, sebagaimana yang telah dilaporkan kepadanya, ia dapati apa yang memenuhi keperluan jiwa. Semua sifat rohani yang ada padanya menyambut firman Juruselamat. Tetapi ia merasa tidak layak menghadap Yesus dan ia meminta kepada tua-tua orang Yahudi untuk memohonkan kesembuhan hambanya. Mereka kenal sekali Guru Besar itu dan tahu cara mendekati-Nya sehingga dengan demikian dapat memenangkan belas kasihan-Nya.
KSZ1 337.1 Ketika Yesus memasuki Kapernaum, Ia telah ditemui oleh suatu utus-an tua-tua, yang memberitahukan kepada-Nya keinginan perwira itu. Mereka mengatakan, “Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
17 Januari 2027 | Hari 1
Hari 1: Pasal 32 - SANG PERWIRA
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 32 - SANG PERWIRA
Halaman 336-337 | Pasal 32, Paragraf 1-3 | KSZ1 336.1-KSZ1 337.1
Ayat Inti:
Matius 8:10
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 29 membaca Bab 32: Sang Perwira. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-29-hari-1-2027-01-17
Teks Lengkap:
KRISTUS mengatakan kepada bangsawan yang anak-Nya telah Ia sembuhkan: “Jika kamu tidak melihat tanda dan mukjizat, kamu tidak percaya.” Yohanes 4:48. Ia sedih karena bangsa-Nya sendiri menuntut tanda-tanda ajaib secara luar ini, bahwa Dialah Mesias itu. Berulang-ulang Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Tetapi Ia mengagumi iman perwira yang datang kepada-Nya. Perwira itu tidak menanyakan tentang kuasa Juruselamat. Ia tidak memohon supaya Kristus datang untuk mengadakan mukjizat. “Katakan saja sepatah kata,” katanya, “maka hambaku itu akan sembuh.” [KSZ1 336.1]
Hamba perwira itu diserang penyakit lumpuh, dan sudah hampir mati. Di kalangan orang-orang Roma hamba adalah budak, diperjual belikan di pasar-pasar, diperlakukan dengan kejam dan bengis; tetapi perwira itu memperlakukan hambanya dengan baik, dan ia sangat mengharapkan supaya hamba itu sehat . Ia percaya bahwa Kristus dapat me-nyembuhkannya. Ia belum pernah melihat Juruselamat, tetapi berita-berita yang didengarnya menggerakkan imannya. Meskipun tatacara orang Yahudi, orang Roma ini telah diyakinkan bahwa agama mereka lebih tinggi daripada agamanya. Ia telah mematah rintangan prasangka dan kebencian kebangsaan yang memisahkan penjajah dengan yang dijajah. Ia telah menunjukkan rasa hormat terhadap pelayanan kepada Allah, dan menunjukkan keramahan kepada orang Yahudi selaku penyembah Dia. Di dalam ajaran Kristus, sebagaimana yang telah dilaporkan kepadanya, ia dapati apa yang memenuhi keperluan jiwa. Semua sifat rohani yang ada padanya menyambut firman Juruselamat. Tetapi ia merasa tidak layak menghadap Yesus dan ia meminta kepada tua-tua orang Yahudi untuk memohonkan kesembuhan hambanya. Mereka kenal sekali Guru Besar itu dan tahu cara mendekati-Nya sehingga dengan demikian dapat memenangkan belas kasihan-Nya. [KSZ1 336.2]
Ketika Yesus memasuki Kapernaum, Ia telah ditemui oleh suatu utus-an tua-tua, yang memberitahukan kepada-Nya keinginan perwira itu. Mereka mengatakan, “Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.” [KSZ1 337.1]