12 Januari 2027 · Hari 3
Hari 3: Pasal 31 - KHOTBAH DI ATAS BUKIT
Halaman 323-326 | Pasal 31, Paragraf 19-27 | KSZ1 323.2-KSZ1 326.2
Ayat Inti
Matius 5:3
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 28 membaca Bab 31: Khotbah di Atas Bukit. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 323.2 “Berbahagialah orang yang membawa damai.” Damai Kristus lahir dari kebenaran. Damai itu selaras dengan Allah. Dunia ini berseteru dengan hukum Allah; orang berdosa berseteru dengan Khaliknya; dan sebagai akibatnya mereka saling bermusuhan satu dengan yang lain. Tetapi penulis Mazmur berkata, “Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka.” Mazmur 119:165 Manusia tidak dapat membuat damai. Rencana manusia untuk penyucian dan pengangkatan perseorangan atau masyarakat akan gagal menghasilkan damai, sebab mereka tidak mencapai hati nuraninya. Satusatunya kuasa yang dapat menciptakan atau mengekalkan damai ialah anugerah Kristus. Bilamana ini ditanamkan di dalam hati, itu akan men-campakkan bujukan-bujukan jahat yang menjadi sebab perselisihan dan percekcokan. “Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad” dan “padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar.” Yesaya 55:13; 35:1
KSZ1 323.3 Orang banyak itu heran akan pengajaran ini, yang amat berlainan de-ngan ajaran dan teladan orang-orang Farisi. Orang banyak telah berang-gapan bahwa kebahagiaan itu terdiri dari harta benda duniawi, dan bahwa nama dan kehormatan manusia sangat diidam-idamkan. Sangatlah menyenangkan jika dipanggil “Rabi” dan dianggap seperti orang cendekiawan dan beragama, dan jasa-jasa mereka dipaparkan di hadapan umum. Ini dianggap sebagai mahkota kebahagiaan. Tetapi di hadapan orang banyak Kristus menjelaskan bahwa harta dan kehormatan duniawi adalah pahala yang akan diterima oleh orang seperti itu. Ia berkata dengan kepastian dan kuasa yang meyakinkan terdapat dalam perkataan-Nya. Orang banyak itu diam, dengan perasaan takut menudungi mereka. Mereka memandang satu dengan yang lain dengan penuh keragu-raguan. Siapakah dari antara mereka yang akan diselamatkan jika ajaran Orang ini benar? Banyak orang telah yakin bahwa Guru yang ajaib ini digerakkan oleh Roh Allah, dan perasaan yang diutarakan-Nya adalah Ilahi.
KSZ1 324.1 Setelah menerangkan apakah kebahagiaan yang sebenarnya dan ba-gaimana cara memperolehnya, Yesus lebih jelas menyatakan tugas murid-murid-Nya, sebagai guru-guru yang dipilih oleh Allah untuk memimpin orang-orang kepada jalan kebenaran dan hidup kekal. Ia tahu bahwa mereka sering mengalami kekecewaan dan putus asa, bahwa mereka akan mendapat perlawanan yang hebat, bahwa mereka akan dihinakan, dan kesaksian mereka ditolak. Ia mengetahui dengan jelas bahwa di dalam menjalankan pekabaran mereka, orang-orang yang rendah hati yang mendengarkan dengan teliti akan perkataan-Nya akan menanggung fitnah, aniaya, penjara, dan kematian, dan kemudian dilanjutkan-Nya: “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” Dunia mengasihi dosa, dan membenci kebenaran, dan inilah yang menyebabkan permusuhan kepada Yesus. Semua yang menolak kasih-Nya yang tiada taranya itu akan merasa bahwa Kekristenan itu merupakan unsur yang menyulitkan. Terang dari Kristus menjauhkan kegelapan yang menudungi dosa-dosa mereka, dan perlunya pembaruan dinyatakan. Sementara orang-orang yang berserah kepada pengaruh Roh Kudus memulai peperangan di dalam diri mereka sendiri, barangsiapa yang berpaut kepada dosa berperang melawan kebenaran dan utusan-utusannya.
KSZ1 325.1 Dengan demikian pertengkaran sudah terjadi dan pengikut-pengikut Kristus dituduh sebagai pengacau orang banyak. Tetapi perhubungan dengan Allah itulah yang menjadikan mereka musuh dunia ini. Mereka itu menanggung hinaan karena Kristus. Mereka mengikuti jejak jalan yang telah dijejaki oleh yang termulia di dunia ini. Bukannya dengan dukacita melainkan dengan sukaria, walaupun menghadapi aniaya. Setiap api ujian adalah jalan Tuhan untuk memurnikan mereka. Masing-masing melayakkan mereka bagi pekerjaan mereka sebagai orang yang bekerjasama dengan Allah. Setiap kesukaran mempunyai tempatnya dalam kebenaran yang besar itu dan masing-masing akan menambahkan ke-sukaan kemenangan mereka yang terakhir. Memandang hal ini, ujian iman dan kesabaran mereka akan diterima dengan tulus ketimbang ditakuti dan disingkirkan. Ingin memenuhi kewajiban mereka kepada dunia ini, menetapkan keinginan mereka pada persetujuan Allah, hamba-hamba-Nya harus memenuhi setiap kewajiban, dengan tidak menghiraukan ketakutan atau persetujuan sesama manusia.
KSZ1 325.2 “Kamu adalah garam dunia,” kata Kristus. Janganlah menarik diri dari dunia ini dengan maksud untuk meluputkan diridari aniaya. Kamu harus tinggal di antara manusia, agar kesenangan kasih Ilahi menjadi seperti garam untuk mencegah dunia ini dari kemerosotan.
KSZ1 325.3 Hati yang menyambut pengaruh Roh Kudus adalah saluran melalui mana berkat Tuhan mengalir. Jika mereka yang melayani Allah dikeluar-kan dari dunia dan Roh-Nya ditarik dari antara manusia, maka dunia ini akan tinggal sunyi senyap dan rusak, sebagai hasil dari kekuasaan Setan. Walaupun orang jahat tidak mengetahuinya, mereka berutang budi atas berkat-berkat dalam kehidupan yang ada sampai saat ini, di dalam dunia ini, karena adanya umat Tuhan yang mereka hinakan dan tindas. Tetapi jika orang Kristen hanya di dalam nama saja, mereka itu hanyalah bagaikan garam yang sudah tawar. Mereka tidak mempunyai pengaruh untuk kebaikan dalam dunia ini. Oleh gambaran buruk yang ditunjukkan tentang Allah, maka mereka itu lebih jahat daripada orang-orang yang tidak percaya.
KSZ1 325.4 “Kamu adalah terang dunia.” Orang Yahudi berpikir untuk membatasi keselamatan itu kepada bangsa mereka sendiri; tetapi Kristus menunjuk-kan kepada mereka bahwa keselamatan itu adalah seperti cahaya matahari. Ia milik dunia. Agama Alkitab itu bukanlah terbatas di antara sebuah sampul buku, dan bukan pula sampai di dinding sebuah gereja. Bukan pula dikeluarkan sekali-sekali untuk keperluan kita sendiri, dan ke-mudian dengan hati-hati dikesampingkan lagi. Itulah yang menyucikan kehidupan sehari-hari, untuk menyatakan dirinya sendiri di dalam setiap urusan transaksi dan di dalam segala urusan sosial kita. ...
KSZ1 326.1 Tabiat yang benar tidak dibentuk dari luar, dan diletakkan; ia bersinar dari dalam. Jika kita ingin menuntun orang-orang lain di dalam jalan ke-benaran, asas-asas kebenaran haruslah disimpan dalam hati kita sendiri. Pengakuan iman kita boleh jadi menyatakan teori agama, tetapi perbuatan kita yang mengkhotbahkan firman kebenaran. Kehidupan yang tetap, percakapan yang suci, kejujuran yang tidak menyimpang, Roh yang giat dan murah hati, teladan yang baik,--inilah pengantara yang olehnya terang itu disampaikan kepada dunia.
KSZ1 326.2 Kristus tidak membahas tentang hukum secara terperinci, tetapi Ia tidak membiarkan pendengar-pendengar-Nya mengambil kesimpulan bahwa Ia datang untuk mengesampingkan segala tuntutan hukum itu. Ia mengetahui bahwa mata-mata selalu siap sedia untuk menangkap tiaptiap perkataan-Nya yang mungkin dapat diputarbalikkan untuk melayani tujuan mereka. Ia mengetahui prasangka yang ada di dalam pikiran kebanyakan para pendengar-Nya, dan Ia tidak mengatakan apa-apa untuk mengacaukan iman mereka di dalam agama dan lembaga-lembaga yang telah diberikan kepada mereka melalui Musa. Kristus bend irilah yang telah memberikan kedua-duanya baik hukum moral maupun hukum upacara. Ia bukannya datang hendak merusakkan keyakinan yang ada di dalam petunjuk-Nya sendiri. Oleh karena penghormatan-Nya yang besar terhadap hukum dan nabi-nabi sehingga Ia berusaha memecahkan dinding tradisi yang telah mengelilingi orang-orang Yahudi. Meskipun Ia mengesampingkan tafsiran mereka yang palsu tentang hukum, dengan hati-hati Ia mengawasi murid-murid-Nya supaya jangan mendiamkan kebenaran yang diamanatkan kepada orang Ibrani.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
12 Januari 2027 | Hari 3
Hari 3: Pasal 31 - KHOTBAH DI ATAS BUKIT
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 31 - KHOTBAH DI ATAS BUKIT
Halaman 323-326 | Pasal 31, Paragraf 19-27 | KSZ1 323.2-KSZ1 326.2
Ayat Inti:
Matius 5:3
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 28 membaca Bab 31: Khotbah di Atas Bukit. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-28-hari-3-2027-01-12
Teks Lengkap:
“Berbahagialah orang yang membawa damai.” Damai Kristus lahir dari kebenaran. Damai itu selaras dengan Allah. Dunia ini berseteru dengan hukum Allah; orang berdosa berseteru dengan Khaliknya; dan sebagai akibatnya mereka saling bermusuhan satu dengan yang lain. Tetapi penulis Mazmur berkata, “Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka.” Mazmur 119:165 Manusia tidak dapat membuat damai. Rencana manusia untuk penyucian dan pengangkatan perseorangan atau masyarakat akan gagal menghasilkan damai, sebab mereka tidak mencapai hati nuraninya. Satusatunya kuasa yang dapat menciptakan atau mengekalkan damai ialah anugerah Kristus. Bilamana ini ditanamkan di dalam hati, itu akan men-campakkan bujukan-bujukan jahat yang menjadi sebab perselisihan dan percekcokan. “Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad” dan “padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar.” Yesaya 55:13; 35:1 [KSZ1 323.2]
Orang banyak itu heran akan pengajaran ini, yang amat berlainan de-ngan ajaran dan teladan orang-orang Farisi. Orang banyak telah berang-gapan bahwa kebahagiaan itu terdiri dari harta benda duniawi, dan bahwa nama dan kehormatan manusia sangat diidam-idamkan. Sangatlah menyenangkan jika dipanggil “Rabi” dan dianggap seperti orang cendekiawan dan beragama, dan jasa-jasa mereka dipaparkan di hadapan umum. Ini dianggap sebagai mahkota kebahagiaan. Tetapi di hadapan orang banyak Kristus menjelaskan bahwa harta dan kehormatan duniawi adalah pahala yang akan diterima oleh orang seperti itu. Ia berkata dengan kepastian dan kuasa yang meyakinkan terdapat dalam perkataan-Nya. Orang banyak itu diam, dengan perasaan takut menudungi mereka. Mereka memandang satu dengan yang lain dengan penuh keragu-raguan. Siapakah dari antara mereka yang akan diselamatkan jika ajaran Orang ini benar? Banyak orang telah yakin bahwa Guru yang ajaib ini digerakkan oleh Roh Allah, dan perasaan yang diutarakan-Nya adalah Ilahi. [KSZ1 323.3]
Setelah menerangkan apakah kebahagiaan yang sebenarnya dan ba-gaimana cara memperolehnya, Yesus lebih jelas menyatakan tugas murid-murid-Nya, sebagai guru-guru yang dipilih oleh Allah untuk memimpin orang-orang kepada jalan kebenaran dan hidup kekal. Ia tahu bahwa mereka sering mengalami kekecewaan dan putus asa, bahwa mereka akan mendapat perlawanan yang hebat, bahwa mereka akan dihinakan, dan kesaksian mereka ditolak. Ia mengetahui dengan jelas bahwa di dalam menjalankan pekabaran mereka, orang-orang yang rendah hati yang mendengarkan dengan teliti akan perkataan-Nya akan menanggung fitnah, aniaya, penjara, dan kematian, dan kemudian dilanjutkan-Nya: “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” Dunia mengasihi dosa, dan membenci kebenaran, dan inilah yang menyebabkan permusuhan kepada Yesus. Semua yang menolak kasih-Nya yang tiada taranya itu akan merasa bahwa Kekristenan itu merupakan unsur yang menyulitkan. Terang dari Kristus menjauhkan kegelapan yang menudungi dosa-dosa mereka, dan perlunya pembaruan dinyatakan. Sementara orang-orang yang berserah kepada pengaruh Roh Kudus memulai peperangan di dalam diri mereka sendiri, barangsiapa yang berpaut kepada dosa berperang melawan kebenaran dan utusan-utusannya. [KSZ1 324.1]
Dengan demikian pertengkaran sudah terjadi dan pengikut-pengikut Kristus dituduh sebagai pengacau orang banyak. Tetapi perhubungan dengan Allah itulah yang menjadikan mereka musuh dunia ini. Mereka itu menanggung hinaan karena Kristus. Mereka mengikuti jejak jalan yang telah dijejaki oleh yang termulia di dunia ini. Bukannya dengan dukacita melainkan dengan sukaria, walaupun menghadapi aniaya. Setiap api ujian adalah jalan Tuhan untuk memurnikan mereka. Masing-masing melayakkan mereka bagi pekerjaan mereka sebagai orang yang bekerjasama dengan Allah. Setiap kesukaran mempunyai tempatnya dalam kebenaran yang besar itu dan masing-masing akan menambahkan ke-sukaan kemenangan mereka yang terakhir. Memandang hal ini, ujian iman dan kesabaran mereka akan diterima dengan tulus ketimbang ditakuti dan disingkirkan. Ingin memenuhi kewajiban mereka kepada dunia ini, menetapkan keinginan mereka pada persetujuan Allah, hamba-hamba-Nya harus memenuhi setiap kewajiban, dengan tidak menghiraukan ketakutan atau persetujuan sesama manusia. [KSZ1 325.1]
“Kamu adalah garam dunia,” kata Kristus. Janganlah menarik diri dari dunia ini dengan maksud untuk meluputkan diridari aniaya. Kamu harus tinggal di antara manusia, agar kesenangan kasih Ilahi menjadi seperti garam untuk mencegah dunia ini dari kemerosotan. [KSZ1 325.2]
Hati yang menyambut pengaruh Roh Kudus adalah saluran melalui mana berkat Tuhan mengalir. Jika mereka yang melayani Allah dikeluar-kan dari dunia dan Roh-Nya ditarik dari antara manusia, maka dunia ini akan tinggal sunyi senyap dan rusak, sebagai hasil dari kekuasaan Setan. Walaupun orang jahat tidak mengetahuinya, mereka berutang budi atas berkat-berkat dalam kehidupan yang ada sampai saat ini, di dalam dunia ini, karena adanya umat Tuhan yang mereka hinakan dan tindas. Tetapi jika orang Kristen hanya di dalam nama saja, mereka itu hanyalah bagaikan garam yang sudah tawar. Mereka tidak mempunyai pengaruh untuk kebaikan dalam dunia ini. Oleh gambaran buruk yang ditunjukkan tentang Allah, maka mereka itu lebih jahat daripada orang-orang yang tidak percaya. [KSZ1 325.3]
“Kamu adalah terang dunia.” Orang Yahudi berpikir untuk membatasi keselamatan itu kepada bangsa mereka sendiri; tetapi Kristus menunjuk-kan kepada mereka bahwa keselamatan itu adalah seperti cahaya matahari. Ia milik dunia. Agama Alkitab itu bukanlah terbatas di antara sebuah sampul buku, dan bukan pula sampai di dinding sebuah gereja. Bukan pula dikeluarkan sekali-sekali untuk keperluan kita sendiri, dan ke-mudian dengan hati-hati dikesampingkan lagi. Itulah yang menyucikan kehidupan sehari-hari, untuk menyatakan dirinya sendiri di dalam setiap urusan transaksi dan di dalam segala urusan sosial kita. ... [KSZ1 325.4]
Tabiat yang benar tidak dibentuk dari luar, dan diletakkan; ia bersinar dari dalam. Jika kita ingin menuntun orang-orang lain di dalam jalan ke-benaran, asas-asas kebenaran haruslah disimpan dalam hati kita sendiri. Pengakuan iman kita boleh jadi menyatakan teori agama, tetapi perbuatan kita yang mengkhotbahkan firman kebenaran. Kehidupan yang tetap, percakapan yang suci, kejujuran yang tidak menyimpang, Roh yang giat dan murah hati, teladan yang baik,--inilah pengantara yang olehnya terang itu disampaikan kepada dunia. [KSZ1 326.1]
Kristus tidak membahas tentang hukum secara terperinci, tetapi Ia tidak membiarkan pendengar-pendengar-Nya mengambil kesimpulan bahwa Ia datang untuk mengesampingkan segala tuntutan hukum itu. Ia mengetahui bahwa mata-mata selalu siap sedia untuk menangkap tiaptiap perkataan-Nya yang mungkin dapat diputarbalikkan untuk melayani tujuan mereka. Ia mengetahui prasangka yang ada di dalam pikiran kebanyakan para pendengar-Nya, dan Ia tidak mengatakan apa-apa untuk mengacaukan iman mereka di dalam agama dan lembaga-lembaga yang telah diberikan kepada mereka melalui Musa. Kristus bend irilah yang telah memberikan kedua-duanya baik hukum moral maupun hukum upacara. Ia bukannya datang hendak merusakkan keyakinan yang ada di dalam petunjuk-Nya sendiri. Oleh karena penghormatan-Nya yang besar terhadap hukum dan nabi-nabi sehingga Ia berusaha memecahkan dinding tradisi yang telah mengelilingi orang-orang Yahudi. Meskipun Ia mengesampingkan tafsiran mereka yang palsu tentang hukum, dengan hati-hati Ia mengawasi murid-murid-Nya supaya jangan mendiamkan kebenaran yang diamanatkan kepada orang Ibrani. [KSZ1 326.2]