Hari 6: Pasal 30 - “IA MENETAPKAN DUA BELAS ORANG”
8 Januari 2027 · Hari 6

Hari 6: Pasal 30 - “IA MENETAPKAN DUA BELAS ORANG”

Halaman 314-315 | Pasal 30, Paragraf 22-25 | KSZ1 314.3-KSZ1 315.1

Ayat Inti

Markus 3:14

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 27 membaca Bab 30: Ia Menetapkan Dua Belas Orang. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 314.3 Semua murid-murid itu mempunyai kesalahan pada waktu Yesus me-manggil mereka ke dalam pekerjaan-Nya. Sekalipun Yohanes, yang ke-mudian terdekat kepada Pribadi yang lemah lembut itu, ia tidak dengan sendirinya memiliki hati yang lemah lembut, la dengan saudaranya dise-but “anak guruh.” Sedang mereka bersama-sama dengan Yesus, sesuatu penghinaan yang ditunjukkan kepada-Nya menimbulkan kemarahan dan perkelahian. Sifat yang tidak baik, pembalasan dendam, roh mengritik, berada pada murid yang dikasihi itu. Tadinya ia sombong, dan bertujuan akan menjadi yang pertama dalam kerajaan Allah. Tetapi hari demi hari berlawanan dengan jiwa kekerasannya itu, ia memandang kelemahlem-butan dan kesabaran Yesus, dan mendengar pelajaran tentang kerendahan hati dan kesabaran. Ia membuka hatinya kepada pengaruh Ilahi, dan menjadi bukan hanya pendengar, tetapi pelaku firman Juruselamat. Diri sendiri telah tertutup dengan Kristus. Ia belajar memakai kuk dari Kristus dan memikul beban-Nya.

KSZ1 314.4 Kristus menegur murid-murid-Nya, Ia mengamarkan dan memperi-ngatkan mereka; tetapi Yohanes dan saudara-saudaranya tidak mening-galkan Dia; mereka memilih Yesus, sekalipun ada celaan. Yesus tidak undur dari mereka sebab mereka ada kelamahan dan kesalahan. Mereka meneruskan sampai kesudahan dan mengambil bagian dalam kesusahan-Nya serta mengikuti pelajaran dari hidup-Nya. Oleh memandang Kristus, mereka diubahkan di dalam tabiat.

KSZ1 314.5 Rasul-rasul itu berbeda-beda dalam sifat dan pembawaan. Ada pemungut cukai, Matius-Lewi, dan Simon yang berapi-api dan cepat marah, seorang yang sangat benci kepada kekuasaan Roma; Petrus yang cakap dan gegabah, dan Yudas yang berhati hina; Tomas, berhati jujur tetapi pemalu dan penakut; Filipus, seorang yang berpikir lamban, dan cenderung kepada kekecewaan, dan anak-anak Zebedeus yang bertujuan keras dan berterusterang, dengan saudara-saudaranya. Inilah yang dikumpulkan bersama-sama, dengan berbagai kesalahan mereka, semuanya dengan warisan dan kecenderungan kepada kejahatan; tetapi di dalam dan melalui Kristus mereka tinggal bersama di dalam keluarga Allah, belajar menjadi satu dalam iman, pengajaran dan roh. Mereka mempunyai ujian, dukacita, perbedaan pendapat mereka; tetapi apabila Kristus tinggal di dalam hati, tak akan ada perselisihan. Kasih-Nya akan mendorong untuk mengasihi satu dengan yang lain; pelajaran yang dari Kristus mencocokkan segala perbedaan, membawa murid-murid ke dalam persatuan, sehingga satu dalam pikiran dan pendapat. Kristus adalah pusatnya, dan mereka akan semakin dekat satu sama lain sementara mereka mendekati pusat itu.

KSZ1 315.1 Pada waktu Yesus mengakhiri petunjuk-Nya kepada murid-murid, Ia mengumpulkan mereka dekat kepada-Nya, bertelut di antara mereka itu dan meletakkan tangan-Nya ke atas kepala mereka, serta berdoa untuk mengasingkan mereka dalam pekerjaan yang suci. Demikianlah muridmurid itu diurapi untuk pekerjaan Injil.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

8 Januari 2027 | Hari 6
Hari 6: Pasal 30 - “IA MENETAPKAN DUA BELAS ORANG”

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 30 - “IA MENETAPKAN DUA BELAS ORANG”
Halaman 314-315 | Pasal 30, Paragraf 22-25 | KSZ1 314.3-KSZ1 315.1

Ayat Inti:
Markus 3:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 27 membaca Bab 30: Ia Menetapkan Dua Belas Orang. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-27-hari-6-2027-01-08

Teks Lengkap:

Semua murid-murid itu mempunyai kesalahan pada waktu Yesus me-manggil mereka ke dalam pekerjaan-Nya. Sekalipun Yohanes, yang ke-mudian terdekat kepada Pribadi yang lemah lembut itu, ia tidak dengan sendirinya memiliki hati yang lemah lembut, la dengan saudaranya dise-but “anak guruh.” Sedang mereka bersama-sama dengan Yesus, sesuatu penghinaan yang ditunjukkan kepada-Nya menimbulkan kemarahan dan perkelahian. Sifat yang tidak baik, pembalasan dendam, roh mengritik, berada pada murid yang dikasihi itu. Tadinya ia sombong, dan bertujuan akan menjadi yang pertama dalam kerajaan Allah. Tetapi hari demi hari berlawanan dengan jiwa kekerasannya itu, ia memandang kelemahlem-butan dan kesabaran Yesus, dan mendengar pelajaran tentang kerendahan hati dan kesabaran. Ia membuka hatinya kepada pengaruh Ilahi, dan menjadi bukan hanya pendengar, tetapi pelaku firman Juruselamat. Diri sendiri telah tertutup dengan Kristus. Ia belajar memakai kuk dari Kristus dan memikul beban-Nya. [KSZ1 314.3]

Kristus menegur murid-murid-Nya, Ia mengamarkan dan memperi-ngatkan mereka; tetapi Yohanes dan saudara-saudaranya tidak mening-galkan Dia; mereka memilih Yesus, sekalipun ada celaan. Yesus tidak undur dari mereka sebab mereka ada kelamahan dan kesalahan. Mereka meneruskan sampai kesudahan dan mengambil bagian dalam kesusahan-Nya serta mengikuti pelajaran dari hidup-Nya. Oleh memandang Kristus, mereka diubahkan di dalam tabiat. [KSZ1 314.4]

Rasul-rasul itu berbeda-beda dalam sifat dan pembawaan. Ada pemungut cukai, Matius-Lewi, dan Simon yang berapi-api dan cepat marah, seorang yang sangat benci kepada kekuasaan Roma; Petrus yang cakap dan gegabah, dan Yudas yang berhati hina; Tomas, berhati jujur tetapi pemalu dan penakut; Filipus, seorang yang berpikir lamban, dan cenderung kepada kekecewaan, dan anak-anak Zebedeus yang bertujuan keras dan berterusterang, dengan saudara-saudaranya. Inilah yang dikumpulkan bersama-sama, dengan berbagai kesalahan mereka, semuanya dengan warisan dan kecenderungan kepada kejahatan; tetapi di dalam dan melalui Kristus mereka tinggal bersama di dalam keluarga Allah, belajar menjadi satu dalam iman, pengajaran dan roh. Mereka mempunyai ujian, dukacita, perbedaan pendapat mereka; tetapi apabila Kristus tinggal di dalam hati, tak akan ada perselisihan. Kasih-Nya akan mendorong untuk mengasihi satu dengan yang lain; pelajaran yang dari Kristus mencocokkan segala perbedaan, membawa murid-murid ke dalam persatuan, sehingga satu dalam pikiran dan pendapat. Kristus adalah pusatnya, dan mereka akan semakin dekat satu sama lain sementara mereka mendekati pusat itu. [KSZ1 314.5]

Pada waktu Yesus mengakhiri petunjuk-Nya kepada murid-murid, Ia mengumpulkan mereka dekat kepada-Nya, bertelut di antara mereka itu dan meletakkan tangan-Nya ke atas kepala mereka, serta berdoa untuk mengasingkan mereka dalam pekerjaan yang suci. Demikianlah muridmurid itu diurapi untuk pekerjaan Injil. [KSZ1 315.1]