4 Januari 2027 · Hari 2
Hari 2: Pasal 30 - “IA MENETAPKAN DUA BELAS ORANG”
Halaman 310-310 | Pasal 30, Paragraf 6-9 | KSZ1 310.1-KSZ1 310.4
Ayat Inti
Markus 3:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 27 membaca Bab 30: Ia Menetapkan Dua Belas Orang. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 310.1 Kristus memanggil murid-murid-Nya agar menjadi saksi-saksi bagiNya, memberitahukan kepada dunia apa yang mereka lihat dan dengar dari pada-Nya. Jabatan mereka adalah yang terpenting yang pernah diamanatkan kepada manusia, dan adalah yang diterima langsung dari Kristus sendiri. Mereka bekerjasama dengan Allah untuk menyelamatkan dunia ini. Sebagaimana pada zaman Perjanjian Lama kedua belas bapa itu berdiri mewakili orang Israel, demikian pula kedua belas rasul berdiri mewakili jemaat Injil itu.
KSZ1 310.2 Juruselamat mengetahui sifat-sifat mereka yang telah dipilih-Nya; segala kelemahan dan kesalahan mereka terbuka di hadapan-Nya; Ia mengetahui mara bahaya yang harus mereka lalui, tanggung jawab yang mereka pikul; dan hati-Nya hancur memikirkan mereka itu. Semalammalaman di atas gunung dekat Danau Galilea Ia berdoa bagi mereka, padahal mereka itu tertidur di kaki gunung. Pada waktu fajar menyingsing dipanggil-Nya mereka; karena ada sesuatu yang sangat penting untuk diberitahukan kepada mereka.
KSZ1 310.3 Murid-murid ini kadang-kadang bekerja dengan Dia dalam pekerjaan yang giat. Yohanes dan Yakobus, Andreas dan Petrus, dengan Filipus, Natanael, dan Matius, lebih dekat kepada-Nya daripada murid yang lain dan telah banyak menyaksikan mukjizat-mukjizat yang diadakan-Nya. Petrus, Yakobus, dan Yohanes lebih dekat lagi hubungannya kepadaNya. Mereka hampir selamanya dengan Dia, menyaksikan mukjizatmukjizat-Nya, dan mendengar perkataan-Nya. Yohanes adalah yang paling dekat dengan Kristus, jadi ia dikenal sebagai seorang yang lebih dikasihi Yesus. Juruselamat mengasihi mereka semua, tetapi Yohanes memiliki sifat yang paling suka menerima. Ia adalah yang lebih muda dari yang lain, dan sebagaimana seorang anak yang berani ia membukakan hatinya kepada Yesus. Dengan demikian dia lebih bersimpati dengan Kristus dan melalui dialah pengajaran rohani yang terdalam dari Juruselamat telah dinyatakan kepada umat-Nya.
KSZ1 310.4 Nama Filipus adalah salah satu dari rombongan di mana murid-murid telah dibagi-bagi. Ialah murid yang pertama kepada siapa Kristus tujukan perintah yang jelas, “Ikutlah Aku.” Filipus adalah dari Betsaida tempat Andreas dan Petrus. Ia telah mendengarkan pengajaran Yohanes Pem-baptis, dan mendengar pekabarannya mengenai Kristus Anak Domba Allah. Filipus adalah seorang yang sungguh-sungguh mencari kebenar an, akan tetapi lambat sekali untuk mempercayainya. Walaupun ia telah menggabungkan diri kepada Kristus; namun beritanya kepada Natanael menunjukkan bahwa ia tidak berkeyakinan penuh akan Keilahian Yesus. Sekalipun Kristus telah dimaklumkan oleh suara dari surga bahwa Ia adalah Anak Allah, untuk Filipus Ia adalah “Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Yohanes 1:45. Kemudian, apabila lima ribu orang diberi makan, kurangnya kepercayaan Filipus dinyatakan. Sekadar menguji dia Yesus bertanya “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Jawab Filipus adalah dari pihak orang yang kurang percaya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.” Yohanes 6:5, 7. Yesus berdukacita. Walaupun Filipus telah melihat pekerjaan-Nya, dan telah merasa kuasa-Nya, namun ia tidak mempunyai iman. Di waktu orang-orang Yunani bertanya kepada Filipus tentang Yesus, ia tidak menggunakan kesempatan itu untuk memperkenalkan mereka kepada Juruselamat, tetapi pergi untuk menceritakan kepada Andreas. Kemudian pada jam-jam terakhir sebelum penyaliban, perkataan Filipus seperti melemahkan iman: Apabila Tomas berkata kepada Yesus; “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Maka kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup . .. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.” Dari Filipus datanglah jawaban yang kurang percaya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Yohanes 14:5-8. Berpikir lambat, lemah dalam iman, adalah ciri murid yang telah bersama dengan Yesus selama tiga tahun itu.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
4 Januari 2027 | Hari 2
Hari 2: Pasal 30 - “IA MENETAPKAN DUA BELAS ORANG”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 30 - “IA MENETAPKAN DUA BELAS ORANG”
Halaman 310-310 | Pasal 30, Paragraf 6-9 | KSZ1 310.1-KSZ1 310.4
Ayat Inti:
Markus 3:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 27 membaca Bab 30: Ia Menetapkan Dua Belas Orang. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-27-hari-2-2027-01-04
Teks Lengkap:
Kristus memanggil murid-murid-Nya agar menjadi saksi-saksi bagiNya, memberitahukan kepada dunia apa yang mereka lihat dan dengar dari pada-Nya. Jabatan mereka adalah yang terpenting yang pernah diamanatkan kepada manusia, dan adalah yang diterima langsung dari Kristus sendiri. Mereka bekerjasama dengan Allah untuk menyelamatkan dunia ini. Sebagaimana pada zaman Perjanjian Lama kedua belas bapa itu berdiri mewakili orang Israel, demikian pula kedua belas rasul berdiri mewakili jemaat Injil itu. [KSZ1 310.1]
Juruselamat mengetahui sifat-sifat mereka yang telah dipilih-Nya; segala kelemahan dan kesalahan mereka terbuka di hadapan-Nya; Ia mengetahui mara bahaya yang harus mereka lalui, tanggung jawab yang mereka pikul; dan hati-Nya hancur memikirkan mereka itu. Semalammalaman di atas gunung dekat Danau Galilea Ia berdoa bagi mereka, padahal mereka itu tertidur di kaki gunung. Pada waktu fajar menyingsing dipanggil-Nya mereka; karena ada sesuatu yang sangat penting untuk diberitahukan kepada mereka. [KSZ1 310.2]
Murid-murid ini kadang-kadang bekerja dengan Dia dalam pekerjaan yang giat. Yohanes dan Yakobus, Andreas dan Petrus, dengan Filipus, Natanael, dan Matius, lebih dekat kepada-Nya daripada murid yang lain dan telah banyak menyaksikan mukjizat-mukjizat yang diadakan-Nya. Petrus, Yakobus, dan Yohanes lebih dekat lagi hubungannya kepadaNya. Mereka hampir selamanya dengan Dia, menyaksikan mukjizatmukjizat-Nya, dan mendengar perkataan-Nya. Yohanes adalah yang paling dekat dengan Kristus, jadi ia dikenal sebagai seorang yang lebih dikasihi Yesus. Juruselamat mengasihi mereka semua, tetapi Yohanes memiliki sifat yang paling suka menerima. Ia adalah yang lebih muda dari yang lain, dan sebagaimana seorang anak yang berani ia membukakan hatinya kepada Yesus. Dengan demikian dia lebih bersimpati dengan Kristus dan melalui dialah pengajaran rohani yang terdalam dari Juruselamat telah dinyatakan kepada umat-Nya. [KSZ1 310.3]
Nama Filipus adalah salah satu dari rombongan di mana murid-murid telah dibagi-bagi. Ialah murid yang pertama kepada siapa Kristus tujukan perintah yang jelas, “Ikutlah Aku.” Filipus adalah dari Betsaida tempat Andreas dan Petrus. Ia telah mendengarkan pengajaran Yohanes Pem-baptis, dan mendengar pekabarannya mengenai Kristus Anak Domba Allah. Filipus adalah seorang yang sungguh-sungguh mencari kebenar an, akan tetapi lambat sekali untuk mempercayainya. Walaupun ia telah menggabungkan diri kepada Kristus; namun beritanya kepada Natanael menunjukkan bahwa ia tidak berkeyakinan penuh akan Keilahian Yesus. Sekalipun Kristus telah dimaklumkan oleh suara dari surga bahwa Ia adalah Anak Allah, untuk Filipus Ia adalah “Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Yohanes 1:45. Kemudian, apabila lima ribu orang diberi makan, kurangnya kepercayaan Filipus dinyatakan. Sekadar menguji dia Yesus bertanya “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Jawab Filipus adalah dari pihak orang yang kurang percaya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.” Yohanes 6:5, 7. Yesus berdukacita. Walaupun Filipus telah melihat pekerjaan-Nya, dan telah merasa kuasa-Nya, namun ia tidak mempunyai iman. Di waktu orang-orang Yunani bertanya kepada Filipus tentang Yesus, ia tidak menggunakan kesempatan itu untuk memperkenalkan mereka kepada Juruselamat, tetapi pergi untuk menceritakan kepada Andreas. Kemudian pada jam-jam terakhir sebelum penyaliban, perkataan Filipus seperti melemahkan iman: Apabila Tomas berkata kepada Yesus; “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Maka kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup . .. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.” Dari Filipus datanglah jawaban yang kurang percaya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Yohanes 14:5-8. Berpikir lambat, lemah dalam iman, adalah ciri murid yang telah bersama dengan Yesus selama tiga tahun itu. [KSZ1 310.4]