1 Januari 2027 · Hari 6
Hari 6: Pasal 29 - HARI SABAT
Halaman 304-305 | Pasal 29, Paragraf 21-24 | KSZ1 304.2-KSZ1 305.3
Ayat Inti
Markus 2:27
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 26 membaca Bab 29: Hari Sabat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 304.2 Mata-mata itu tidak berani menjawab Yesus di hadapan orang banyak sebab takut jangan sampai mereka terjerumus dalam kesusahan. Mereda tahu bahwa Ia berkata yang benar. Daripada melanggar adat istiadat, me-reka mau membiarkan seorang menanggung sengsara, sedang lebih baik melepaskan binatang buas sebab si pemilik akan kehilangan jika itu dila-laikan. Jadi penjagaan terhadap binatang yang bisu terlebih besar dari-pada manusia, yang telah dijadikan menurut peta Allah. Ini menjelaskan pekerjaan segala agama palsu. Mereka bersumber dalam keinginan ma-nusia untuk meninggikan dirinya melebihi Allah, tetapi itulah yang mengakibatkan manusia direndahkan seperti binatang yang kejam yang tidak berpikir. Tiap-tiap agama yang melawan kedaulatan Allah adalah merampas kesucian manusia pada waktu ia dijadikan, yang harus dipu-lihkan di dalam Kristus. Tiap-tiap agama palsu mengajarkan penganutnya melalaikan keperluan manusia, kesengsaraan, dan keadilan. Injil memherikan nilai yang tinggi kepada umat manusia sebagai tebusan darah Yesus, dan mengajarkan perhatian yang lembut terhadap kekurangan dan kesengsaraan manusia. Tuhan berkata: Maka “Aku akan membuat orang lebih jarang daripada emas tua, dan manusia lebih jarang daripada emas Ofir.” Yesaya 13:12.
KSZ1 305.1 Apabila Kristus berbalik kepada orang Farisi dengan pertanyaan apakah yang diperbolehkan berbuat baik pada hari Sabat atau berbuat jahat, menyelamatkan atau membunuh, Ia menghadapi mereka dengan niat mereka yang jahat. Mereka telah mengincar nyawanya dengan kebencian yang sangat, sedang Ia menyelamatkan banyak orang dan membawa ke-bahagiaan atas orang banyak. Apakah terlebih baik membunuh pada hari Sabat seperti yang sudah direncanakan mereka, ataukah menyembuhkan orang sakit seperti yang dilakukan-Nya? Adakah lebih benar mengadakan pembunuhan dalam hati pada hari Tuhan yang suci daripada mengasihi sesama manusia, yang dinyatakan dalam perbuatan dan kemurahan?
KSZ1 305.2 Dalam penyembuhan orang yang mati sebelah tangannya itu, Yesus mencela adat istiadat orang Yahudi, dan membiarkan hukum keempat berdiri sebagaimana dijadikan Allah. “Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat,” kata-Nya. Oleh membuangkan pembatasan orang Yahudi yang tidak masuk akal itu, Kristus menghormati Sabat, sedangkan mereka yang mempersalahkan Dia tidak menghormati hari Tuhan yang suci.
KSZ1 305.3 Mereka yang berpendapat bahwa Kristus telah meniadakan Taurat mengajarkan bahwa Ia melanggar Sabat dan membenarkan muridmurid-Nya berbuat yang sama. Mereka itu mencari kesalahan seperti yang diperbuat orang Yahudi. Dalam hal ini mereka memutarbalikkan kesaksian Yesus Sendiri, yang berbunyi: “Seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” Yohanes 15:10. Juruselamat dan pengikut-pengikut-Nya tidak pernah melanggar Sabat. Kristus adalah saksi hukum yang hidup. Tidak pernah pelanggaran perintah yang suci itu terdapat dalam kehidupan Yesus. Sambil menoleh kepada bangsa yang menjadi saksi yang mencari perkara untuk membunuh Dia, Ia dapat berkata dengan tidak dapat dibantah: “Siapakah di antaramu yang mem-buktikan bahwa Aku berbuat dosa?” Yohanes 8:46.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
1 Januari 2027 | Hari 6
Hari 6: Pasal 29 - HARI SABAT
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 29 - HARI SABAT
Halaman 304-305 | Pasal 29, Paragraf 21-24 | KSZ1 304.2-KSZ1 305.3
Ayat Inti:
Markus 2:27
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 26 membaca Bab 29: Hari Sabat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-26-hari-6-2027-01-01
Teks Lengkap:
Mata-mata itu tidak berani menjawab Yesus di hadapan orang banyak sebab takut jangan sampai mereka terjerumus dalam kesusahan. Mereda tahu bahwa Ia berkata yang benar. Daripada melanggar adat istiadat, me-reka mau membiarkan seorang menanggung sengsara, sedang lebih baik melepaskan binatang buas sebab si pemilik akan kehilangan jika itu dila-laikan. Jadi penjagaan terhadap binatang yang bisu terlebih besar dari-pada manusia, yang telah dijadikan menurut peta Allah. Ini menjelaskan pekerjaan segala agama palsu. Mereka bersumber dalam keinginan ma-nusia untuk meninggikan dirinya melebihi Allah, tetapi itulah yang mengakibatkan manusia direndahkan seperti binatang yang kejam yang tidak berpikir. Tiap-tiap agama yang melawan kedaulatan Allah adalah merampas kesucian manusia pada waktu ia dijadikan, yang harus dipu-lihkan di dalam Kristus. Tiap-tiap agama palsu mengajarkan penganutnya melalaikan keperluan manusia, kesengsaraan, dan keadilan. Injil memherikan nilai yang tinggi kepada umat manusia sebagai tebusan darah Yesus, dan mengajarkan perhatian yang lembut terhadap kekurangan dan kesengsaraan manusia. Tuhan berkata: Maka “Aku akan membuat orang lebih jarang daripada emas tua, dan manusia lebih jarang daripada emas Ofir.” Yesaya 13:12. [KSZ1 304.2]
Apabila Kristus berbalik kepada orang Farisi dengan pertanyaan apakah yang diperbolehkan berbuat baik pada hari Sabat atau berbuat jahat, menyelamatkan atau membunuh, Ia menghadapi mereka dengan niat mereka yang jahat. Mereka telah mengincar nyawanya dengan kebencian yang sangat, sedang Ia menyelamatkan banyak orang dan membawa ke-bahagiaan atas orang banyak. Apakah terlebih baik membunuh pada hari Sabat seperti yang sudah direncanakan mereka, ataukah menyembuhkan orang sakit seperti yang dilakukan-Nya? Adakah lebih benar mengadakan pembunuhan dalam hati pada hari Tuhan yang suci daripada mengasihi sesama manusia, yang dinyatakan dalam perbuatan dan kemurahan? [KSZ1 305.1]
Dalam penyembuhan orang yang mati sebelah tangannya itu, Yesus mencela adat istiadat orang Yahudi, dan membiarkan hukum keempat berdiri sebagaimana dijadikan Allah. “Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat,” kata-Nya. Oleh membuangkan pembatasan orang Yahudi yang tidak masuk akal itu, Kristus menghormati Sabat, sedangkan mereka yang mempersalahkan Dia tidak menghormati hari Tuhan yang suci. [KSZ1 305.2]
Mereka yang berpendapat bahwa Kristus telah meniadakan Taurat mengajarkan bahwa Ia melanggar Sabat dan membenarkan muridmurid-Nya berbuat yang sama. Mereka itu mencari kesalahan seperti yang diperbuat orang Yahudi. Dalam hal ini mereka memutarbalikkan kesaksian Yesus Sendiri, yang berbunyi: “Seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” Yohanes 15:10. Juruselamat dan pengikut-pengikut-Nya tidak pernah melanggar Sabat. Kristus adalah saksi hukum yang hidup. Tidak pernah pelanggaran perintah yang suci itu terdapat dalam kehidupan Yesus. Sambil menoleh kepada bangsa yang menjadi saksi yang mencari perkara untuk membunuh Dia, Ia dapat berkata dengan tidak dapat dibantah: “Siapakah di antaramu yang mem-buktikan bahwa Aku berbuat dosa?” Yohanes 8:46. [KSZ1 305.3]