30 Desember 2026 · Hari 4
Hari 4: Pasal 29 - HARI SABAT
Halaman 302-303 | Pasal 29, Paragraf 13-16 | KSZ1 302.2-KSZ1 303.1
Ayat Inti
Markus 2:27
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 26 membaca Bab 29: Hari Sabat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 302.2 Pada waktu dituduh melanggar Sabat di Betesda, Yesus melindungi diri-Nya dengan menyatakan bahwa Ia adalah Anak Allah, dan menun-jukkan bahwa Ia bekerja bersama-sama dengan Bapa. Sekarang karena murid-murid diserang, diminta-Nya para penuduh-Nya mengambil contoh dari Perjanjian Lama, pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang bekerja dalam Tuhan pada hari Sabat.
KSZ1 302.3 Guru-guru orang Yahudi menyombongkan pengetahuan mereka akan Alkitab, dan jawaban Juruselamat adalah teguran yang langsung atas ke-bodohan mereka tentang firman Allah yang suci. “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya ... padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?” “Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diada-kan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.” “Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.” “Jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.” Lukas 6:3, 4; Markus 2:27, 28; Matius 12:5, 6.
KSZ1 302.4 Kalau Daud diperkenankan untuk mengenyangkan perut yang sudah lapar oleh memakan roti yang sudah diasingkan itu, maka diperkenankan murid-murid memenuhi keperluan mereka oleh memetik gandum pada hari Sabat. Lagi pula, imam-imam bekerja lebih banyak pada hari Sabat daripada hari-hari yang lain. Sama seperti pekerjaan dunia adalah dosa; tetapi pekerjaan imam-imam itu adalah pelayanan kepada Tuhan. Mereka tengah melaksanakan upacara yang menunjukkan keselamatan oleh kuasa Kristus, dan pekerjaan mereka sepadan dengan rencana hari Sabat. Tetapi sekarang Kristus sendiri telah datang. Murid-murid dalam mela-kukan pekeijaan Kristus, sedang melakukan pekerjaan Allah, yang perlu untuk menggenapi pekerjaan itu adalah baik diperbuat pada hari Sabat.
KSZ1 303.1 Kristus sedianya mengajar murid-murid-Nya dan musuh-musuh-Nya bahwa pelayanan kepada Tuhan itu adalah yang terutama dari semua. Rencana pekerjaan Allah di dunia ini adalah keselamatan umat manusia; sebab itu apa saja yang perlu dilaksanakan pada hari Sabat dalam meng-genapkan rencana ini adalah setuju dengan hukum Sabat. Yesus memahkotai perdebatan-Nya dengan menyatakan diri-Nya “Tuhan atas hari Sa-bat.” Pribadi di atas segala pertanyaan dan di atas semua hukum. Hakim yang berkuasa ini membebaskan murid-murid-Nya dari pada kesalahan, terhadap tuduhan pelanggaran yang sedang mereka langgar.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
30 Desember 2026 | Hari 4
Hari 4: Pasal 29 - HARI SABAT
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 29 - HARI SABAT
Halaman 302-303 | Pasal 29, Paragraf 13-16 | KSZ1 302.2-KSZ1 303.1
Ayat Inti:
Markus 2:27
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 26 membaca Bab 29: Hari Sabat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-26-hari-4-2026-12-30
Teks Lengkap:
Pada waktu dituduh melanggar Sabat di Betesda, Yesus melindungi diri-Nya dengan menyatakan bahwa Ia adalah Anak Allah, dan menun-jukkan bahwa Ia bekerja bersama-sama dengan Bapa. Sekarang karena murid-murid diserang, diminta-Nya para penuduh-Nya mengambil contoh dari Perjanjian Lama, pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang bekerja dalam Tuhan pada hari Sabat. [KSZ1 302.2]
Guru-guru orang Yahudi menyombongkan pengetahuan mereka akan Alkitab, dan jawaban Juruselamat adalah teguran yang langsung atas ke-bodohan mereka tentang firman Allah yang suci. “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya ... padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?” “Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diada-kan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.” “Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.” “Jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.” Lukas 6:3, 4; Markus 2:27, 28; Matius 12:5, 6. [KSZ1 302.3]
Kalau Daud diperkenankan untuk mengenyangkan perut yang sudah lapar oleh memakan roti yang sudah diasingkan itu, maka diperkenankan murid-murid memenuhi keperluan mereka oleh memetik gandum pada hari Sabat. Lagi pula, imam-imam bekerja lebih banyak pada hari Sabat daripada hari-hari yang lain. Sama seperti pekerjaan dunia adalah dosa; tetapi pekerjaan imam-imam itu adalah pelayanan kepada Tuhan. Mereka tengah melaksanakan upacara yang menunjukkan keselamatan oleh kuasa Kristus, dan pekerjaan mereka sepadan dengan rencana hari Sabat. Tetapi sekarang Kristus sendiri telah datang. Murid-murid dalam mela-kukan pekeijaan Kristus, sedang melakukan pekerjaan Allah, yang perlu untuk menggenapi pekerjaan itu adalah baik diperbuat pada hari Sabat. [KSZ1 302.4]
Kristus sedianya mengajar murid-murid-Nya dan musuh-musuh-Nya bahwa pelayanan kepada Tuhan itu adalah yang terutama dari semua. Rencana pekerjaan Allah di dunia ini adalah keselamatan umat manusia; sebab itu apa saja yang perlu dilaksanakan pada hari Sabat dalam meng-genapkan rencana ini adalah setuju dengan hukum Sabat. Yesus memahkotai perdebatan-Nya dengan menyatakan diri-Nya “Tuhan atas hari Sa-bat.” Pribadi di atas segala pertanyaan dan di atas semua hukum. Hakim yang berkuasa ini membebaskan murid-murid-Nya dari pada kesalahan, terhadap tuduhan pelanggaran yang sedang mereka langgar. [KSZ1 303.1]