18 Desember 2026 · Hari 6
Hari 6: Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”
Halaman 282-283 | Pasal 27, Paragraf 29-33 | KSZ1 282.2-KSZ1 283.2
Ayat Inti
Matius 8:2-3
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 24 membaca Bab 27: Tuhan Dapat Mentahirkan Aku. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 282.2 Orang-orang besar ini tidak dapat bercakap-cakap, tetapi melihat pada wajah mereka masing-masing nampak sedang bergelora suatu pikiran bahwa mereka patut berbuat sesuatu untuk membendung arus perhatian orang banyak yang diarahkan kepada Y esus. Kristus mengatakan bahwa dosa orang sakit lumpuh ini telah diampuni. Orang-orang Farisi menang-kap perkataan ini sebagai suatu hujatan, dan merasa bahwa perkataan ini adalah sebagai suatu dosa yang layak mendapat hukuman mati. Mereka berkata di dalam hati mereka “Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah sendiri?” Markus 2:7.
KSZ1 282.3 Dengan mengarahkan pandangan-Nya kepada mereka itu Yesus ber-kata: “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mu-dah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa—berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu—: Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
KSZ1 282.4 Lalu orang yang hanya dibawa dengan usungan kepada Y esus itu pun bangkitlah dengan kekuatan seorang muda. Darah pemberi hidup itu pun mengalir ke seluruh pembuluh darahnya. Segala alat tubuhnya tiba-tiba bergerak . Pancaran kesehatan menggantikan bayangan maut.” “Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: Yang begini belum pernah kita lihat.”
KSZ1 283.1 Oh, kasih Kristus yang ajaib, tunduk untuk menyembuhkan jiwa yang bersalah serta menderita! Keilahian-Nya berduka dan telah melenyapkan penyakit manusia yang menderita! Oh, ajaiblah kuasa yang dinyatakan kepada manusia! Siapakah yang dapat meragukan akan kabar keselamat-an? Siapakah yang dapat mengecilkan kemurahan Penebus yang berka-sihan itu?
KSZ1 283.2 Tidak ada lain, kecuali kuasa Ilahi yang dapat mengembalikan kese-hatan kepada tubuh yang sedang menjadi busuk itu. Suara yang sama yang telah memberikan hidup pada waktu manusia dijadikan dari lebu tanah, suara itu pulalah yang memberikan hidup pada orang yang sakit lumpuh yang hampir mati itu. Kuasa yang sama yang telah memberikan hidup pada tubuh telah membarui hatinya. Ia yang pada waktu kejadian “berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.” (Mazmur 33:9). Ia juga yang memberikan hidup kepada jiwa yang mati oleh pelanggaran dan dosa. Kesembuhan tubuh menjadi suatu bukti kuasa yang telah membarui hati. Kristus meminta agar orang sakit lumpuh itu bangkit dan berdiri “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.”
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
18 Desember 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 27 - “TUHAN DAPAT MENTAHIRKAN AKU”
Halaman 282-283 | Pasal 27, Paragraf 29-33 | KSZ1 282.2-KSZ1 283.2
Ayat Inti:
Matius 8:2-3
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 24 membaca Bab 27: Tuhan Dapat Mentahirkan Aku. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-24-hari-6-2026-12-18
Teks Lengkap:
Orang-orang besar ini tidak dapat bercakap-cakap, tetapi melihat pada wajah mereka masing-masing nampak sedang bergelora suatu pikiran bahwa mereka patut berbuat sesuatu untuk membendung arus perhatian orang banyak yang diarahkan kepada Y esus. Kristus mengatakan bahwa dosa orang sakit lumpuh ini telah diampuni. Orang-orang Farisi menang-kap perkataan ini sebagai suatu hujatan, dan merasa bahwa perkataan ini adalah sebagai suatu dosa yang layak mendapat hukuman mati. Mereka berkata di dalam hati mereka “Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah sendiri?” Markus 2:7. [KSZ1 282.2]
Dengan mengarahkan pandangan-Nya kepada mereka itu Yesus ber-kata: “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mu-dah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa—berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu—: Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” [KSZ1 282.3]
Lalu orang yang hanya dibawa dengan usungan kepada Y esus itu pun bangkitlah dengan kekuatan seorang muda. Darah pemberi hidup itu pun mengalir ke seluruh pembuluh darahnya. Segala alat tubuhnya tiba-tiba bergerak . Pancaran kesehatan menggantikan bayangan maut.” “Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: Yang begini belum pernah kita lihat.” [KSZ1 282.4]
Oh, kasih Kristus yang ajaib, tunduk untuk menyembuhkan jiwa yang bersalah serta menderita! Keilahian-Nya berduka dan telah melenyapkan penyakit manusia yang menderita! Oh, ajaiblah kuasa yang dinyatakan kepada manusia! Siapakah yang dapat meragukan akan kabar keselamat-an? Siapakah yang dapat mengecilkan kemurahan Penebus yang berka-sihan itu? [KSZ1 283.1]
Tidak ada lain, kecuali kuasa Ilahi yang dapat mengembalikan kese-hatan kepada tubuh yang sedang menjadi busuk itu. Suara yang sama yang telah memberikan hidup pada waktu manusia dijadikan dari lebu tanah, suara itu pulalah yang memberikan hidup pada orang yang sakit lumpuh yang hampir mati itu. Kuasa yang sama yang telah memberikan hidup pada tubuh telah membarui hatinya. Ia yang pada waktu kejadian “berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.” (Mazmur 33:9). Ia juga yang memberikan hidup kepada jiwa yang mati oleh pelanggaran dan dosa. Kesembuhan tubuh menjadi suatu bukti kuasa yang telah membarui hati. Kristus meminta agar orang sakit lumpuh itu bangkit dan berdiri “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.” [KSZ1 283.2]