Hari 7: Pasal 26 - DI KAPERNAUM
12 Desember 2026 · Hari 7

Hari 7: Pasal 26 - DI KAPERNAUM

Halaman 270-272 | Pasal 26, Paragraf 37-42 | KSZ1 270.5-KSZ1 272.2

Ayat Inti

Markus 1:27

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 23 membaca Bab 26: Di Kapernaum. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 270.5 Pagi-pagi benar, Petrus dan kawan-kawannya datang kepada Yesus dan mengatakan bahwa orang-orang Kapernaum sementara mencari Dia. Murid-murid merasa sangat dikecewakan dengan sambutan yang dialami Yesus selama ini. Penguasa-penguasa di Yerusalem sedang berusaha membunuh Dia; sampai kepada orang-orang sekampungnya sekalipun berusaha untuk mengambil nyawa-Nya; tetapi di Kapernaum Ia telah disambut dengan penuh kesukaan, dan pengharapan murid-murid mendapat cahaya yang baru. Mungkin di antara rakyat Galilea yang mencintai kemerdekaan akan didapat kerajaan yang baru itu. Tetapi mereka terkejut bila mendengar Yesus berkata: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”

KSZ1 271.1 Di dalam kehebohan yang terjadi di Kapernaum, terdapat suatu bahaya yaitu tujuan pekerjaan-Nya akan disalahpahami atau tidak disimak. Yesus tidak merasa puas dengan menarik perhatian orang banyak kepada diri-Nya hanya sebagai seorang pembuat mukjizat atau seorang penyembuh penyakit-penyakit tubuh. Ia sedang berusaha menarik orang banyak kepada-Nya sebagai Juruselamat mereka. Di saat orang banyak rindu mempercayai bahwa Ia telah datang sebagai seorang raja, untuk mendirikan suatu pemerintahan duniawi, Ia rindu membalikkan pikiran mereka dari perkara duniawi kepada perkara rohani. Sukses secara duniawi itu hanyalah mengganggu pekerjaan-Nya.

KSZ1 271.2 Dan ketakjuban orang banyak itu bertentangan dengan roh-Nya. Di dalam hidup-Nya tidak terselip roh membanggakan diri. Penghargaan yang diberikan dunia kepada kedudukan, kekayaan, atau talenta, adalah asing bagi Anak manusia. Tidak ada dari alat yang dipergunakan oleh manusia untuk mencapai penghargaan yang telah digunakan Yesus. Berabad-abad sebelum kelahiran-Nya telah dinubuatkan dari hal Dia. “Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya dijalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya” Yesaya 42:2-4.

KSZ1 271.3 Orang-orang Farisi mencari penghormatan oleh upacara mereka yang saksama, dan kemegahan perbaktian dan perbuatan baik mereka. Mereka membuktikan semangat mereka dalam hal keagamaan oleh menjadikannya tema dalam segala perbincangan. Pertikaian di antara sekte-sekte yang bertentangan adalah sangat nyaring dan lama; tidak dirasa aneh lagi mendengar di jalan-jalan raya suara kemarahan ahli-ahli hukum yang sedang berdebat.

KSZ1 272.1 Tetapi kehidupan Yesus jauh berbeda dengan cara yang disebut di atas itu. Di dalam kehidupan-Nya tidak terdapat keributan pertikaian, ke-megahan perbaktian, tidak ada usaha untuk mendapat tepuk tangan. Kristus disembunyikan di dalam Allah, dan Allah dinyatakan di dalam tabiat Anak-Nya. Kepada kenyataan ini Yesus rindu agar pikiran orang banyak dipimpin, dan penghargaan mereka diberikan.

KSZ1 272.2 Matahari Kebenaran tidak memancar menghiasi bumi ini, untuk me-nyilaukan perasaan dengan kemuliaan-Nya. Karena ada tertulis dari hal Kristus, “la pasti muncul seperti fajar.” Hosea 6:3. Dengan diam dan lembut, fajar memancar ke bumi mengusir bayang kegelapan dan mem-berikan kehidupan kepada bumi. Demikian pula dengan Matahari Ke-benaran terbit, “dengan kesembuhan pada sayapnya.” Maleakhi 4:2.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

12 Desember 2026 | Hari 7
Hari 7: Pasal 26 - DI KAPERNAUM

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 26 - DI KAPERNAUM
Halaman 270-272 | Pasal 26, Paragraf 37-42 | KSZ1 270.5-KSZ1 272.2

Ayat Inti:
Markus 1:27
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 23 membaca Bab 26: Di Kapernaum. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-23-hari-7-2026-12-12

Teks Lengkap:

Pagi-pagi benar, Petrus dan kawan-kawannya datang kepada Yesus dan mengatakan bahwa orang-orang Kapernaum sementara mencari Dia. Murid-murid merasa sangat dikecewakan dengan sambutan yang dialami Yesus selama ini. Penguasa-penguasa di Yerusalem sedang berusaha membunuh Dia; sampai kepada orang-orang sekampungnya sekalipun berusaha untuk mengambil nyawa-Nya; tetapi di Kapernaum Ia telah disambut dengan penuh kesukaan, dan pengharapan murid-murid mendapat cahaya yang baru. Mungkin di antara rakyat Galilea yang mencintai kemerdekaan akan didapat kerajaan yang baru itu. Tetapi mereka terkejut bila mendengar Yesus berkata: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” [KSZ1 270.5]

Di dalam kehebohan yang terjadi di Kapernaum, terdapat suatu bahaya yaitu tujuan pekerjaan-Nya akan disalahpahami atau tidak disimak. Yesus tidak merasa puas dengan menarik perhatian orang banyak kepada diri-Nya hanya sebagai seorang pembuat mukjizat atau seorang penyembuh penyakit-penyakit tubuh. Ia sedang berusaha menarik orang banyak kepada-Nya sebagai Juruselamat mereka. Di saat orang banyak rindu mempercayai bahwa Ia telah datang sebagai seorang raja, untuk mendirikan suatu pemerintahan duniawi, Ia rindu membalikkan pikiran mereka dari perkara duniawi kepada perkara rohani. Sukses secara duniawi itu hanyalah mengganggu pekerjaan-Nya. [KSZ1 271.1]

Dan ketakjuban orang banyak itu bertentangan dengan roh-Nya. Di dalam hidup-Nya tidak terselip roh membanggakan diri. Penghargaan yang diberikan dunia kepada kedudukan, kekayaan, atau talenta, adalah asing bagi Anak manusia. Tidak ada dari alat yang dipergunakan oleh manusia untuk mencapai penghargaan yang telah digunakan Yesus. Berabad-abad sebelum kelahiran-Nya telah dinubuatkan dari hal Dia. “Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya dijalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya” Yesaya 42:2-4. [KSZ1 271.2]

Orang-orang Farisi mencari penghormatan oleh upacara mereka yang saksama, dan kemegahan perbaktian dan perbuatan baik mereka. Mereka membuktikan semangat mereka dalam hal keagamaan oleh menjadikannya tema dalam segala perbincangan. Pertikaian di antara sekte-sekte yang bertentangan adalah sangat nyaring dan lama; tidak dirasa aneh lagi mendengar di jalan-jalan raya suara kemarahan ahli-ahli hukum yang sedang berdebat. [KSZ1 271.3]

Tetapi kehidupan Yesus jauh berbeda dengan cara yang disebut di atas itu. Di dalam kehidupan-Nya tidak terdapat keributan pertikaian, ke-megahan perbaktian, tidak ada usaha untuk mendapat tepuk tangan. Kristus disembunyikan di dalam Allah, dan Allah dinyatakan di dalam tabiat Anak-Nya. Kepada kenyataan ini Yesus rindu agar pikiran orang banyak dipimpin, dan penghargaan mereka diberikan. [KSZ1 272.1]

Matahari Kebenaran tidak memancar menghiasi bumi ini, untuk me-nyilaukan perasaan dengan kemuliaan-Nya. Karena ada tertulis dari hal Kristus, “la pasti muncul seperti fajar.” Hosea 6:3. Dengan diam dan lembut, fajar memancar ke bumi mengusir bayang kegelapan dan mem-berikan kehidupan kepada bumi. Demikian pula dengan Matahari Ke-benaran terbit, “dengan kesembuhan pada sayapnya.” Maleakhi 4:2. [KSZ1 272.2]