4 Desember 2026 · Hari 6
Hari 6: Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU
Halaman 258-259 | Pasal 25, Paragraf 16-18 | KSZ1 258.1-KSZ1 259.1
Ayat Inti
Matius 4:19
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 22 membaca Bab 25: Panggilan di Tepi Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 258.1 Yesus memilih nelayan yang tidak berpendidikan karena mereka tidak disekolahkan dalam tradisi dan adat istiadat yang salah pada zaman mereka itu. Mereka adalah orang-orang yang sanggup karena pembawaannya dan mereka rendah hati dan mudah diajar orang-orang yang dapat dididik-Nya bagi pekerjaan-Nya. Dalam langkah hidup yang biasa banyak orang yang dengan sabar melakukan pekerjaan hidup sehari-hari, tidak menyadari bahwa ia memiliki kuasa yang, jika digunakan, akan mengangkat dia pada suatu taraf yang sama dengan orang yang dihormati oleh dunia. Jamahan tangan diperlukan untuk membangkitkan kesanggupan yang masih terpendam. Orang seperti itulah dipanggil Tuhan untuk menjadi teman pengerja-Nya, dan diberikan-Nya kepada mereka itu kesempatan bergaul dengan Dia. Tidak pernah ada seorang besar di dunia ini seperti Dia. Apabila murid-murid selesai mendapat pendidikan dari Juruselamat, mereka tidak lagi bodoh atau tak berpendidikan. Mereka menjadi seperti Dia dalam pikiran, tabiat dan orang lain pun menerima pengetahuan yang telah mereka peroleh dari Yesus.
KSZ1 258.2 Pekerjaan pendidikan yang tertinggi bukan hanya untuk menghubungkan pengetahuan, tetapi untuk memberikan tenaga yang penting yang diterima melalui hubungan pikiran dengan pikiran, jiwa dengan jiwa. Hanya hidup yang dapat menghasilkan hidup. Maka alangkah luar biasanya kesempatan mereka itu, yang selama tiga tahun tiap-tiap hari berhubungan dengan hidup Ilahi dari mana mengalir tiap-tiap tenaga pemberi hidup yang telah memberkati dunia ini. Melebihi segala kawan-kawannya, Yohanes murid yang kekasih menyerahkan dirinya kepada kuasa hidup yang ajaib itu. Ia berkata, “Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.” “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.” I Yohanes 1:2; Yohanes 1:16.
KSZ1 259.1 Pada zaman rasul-rasul Tuhan, tidak ada sesuatu yang membawa ke-muliaan kepada diri mereka itu. Nyatalah bahwa kemajuan pekerjaan mereka terserah pada Allah. Kehidupan orang-orang ini, tabiat yang me-reka kembangkan, dan pekerjaan besar yang dilakukan Allah melalui me-reka itu adalah suatu kesaksian kepada apa yang diperbuat-Nya bagi se-gala orang yang dapat diajar dan menurut.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
4 Desember 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU
Halaman 258-259 | Pasal 25, Paragraf 16-18 | KSZ1 258.1-KSZ1 259.1
Ayat Inti:
Matius 4:19
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 22 membaca Bab 25: Panggilan di Tepi Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-22-hari-6-2026-12-04
Teks Lengkap:
Yesus memilih nelayan yang tidak berpendidikan karena mereka tidak disekolahkan dalam tradisi dan adat istiadat yang salah pada zaman mereka itu. Mereka adalah orang-orang yang sanggup karena pembawaannya dan mereka rendah hati dan mudah diajar orang-orang yang dapat dididik-Nya bagi pekerjaan-Nya. Dalam langkah hidup yang biasa banyak orang yang dengan sabar melakukan pekerjaan hidup sehari-hari, tidak menyadari bahwa ia memiliki kuasa yang, jika digunakan, akan mengangkat dia pada suatu taraf yang sama dengan orang yang dihormati oleh dunia. Jamahan tangan diperlukan untuk membangkitkan kesanggupan yang masih terpendam. Orang seperti itulah dipanggil Tuhan untuk menjadi teman pengerja-Nya, dan diberikan-Nya kepada mereka itu kesempatan bergaul dengan Dia. Tidak pernah ada seorang besar di dunia ini seperti Dia. Apabila murid-murid selesai mendapat pendidikan dari Juruselamat, mereka tidak lagi bodoh atau tak berpendidikan. Mereka menjadi seperti Dia dalam pikiran, tabiat dan orang lain pun menerima pengetahuan yang telah mereka peroleh dari Yesus. [KSZ1 258.1]
Pekerjaan pendidikan yang tertinggi bukan hanya untuk menghubungkan pengetahuan, tetapi untuk memberikan tenaga yang penting yang diterima melalui hubungan pikiran dengan pikiran, jiwa dengan jiwa. Hanya hidup yang dapat menghasilkan hidup. Maka alangkah luar biasanya kesempatan mereka itu, yang selama tiga tahun tiap-tiap hari berhubungan dengan hidup Ilahi dari mana mengalir tiap-tiap tenaga pemberi hidup yang telah memberkati dunia ini. Melebihi segala kawan-kawannya, Yohanes murid yang kekasih menyerahkan dirinya kepada kuasa hidup yang ajaib itu. Ia berkata, “Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.” “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.” I Yohanes 1:2; Yohanes 1:16. [KSZ1 258.2]
Pada zaman rasul-rasul Tuhan, tidak ada sesuatu yang membawa ke-muliaan kepada diri mereka itu. Nyatalah bahwa kemajuan pekerjaan mereka terserah pada Allah. Kehidupan orang-orang ini, tabiat yang me-reka kembangkan, dan pekerjaan besar yang dilakukan Allah melalui me-reka itu adalah suatu kesaksian kepada apa yang diperbuat-Nya bagi se-gala orang yang dapat diajar dan menurut. [KSZ1 259.1]