Hari 4: Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU
2 Desember 2026 · Hari 4

Hari 4: Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU

Halaman 256-256 | Pasal 25, Paragraf 10-12 | KSZ1 256.1-KSZ1 256.3

Ayat Inti

Matius 4:19

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 22 membaca Bab 25: Panggilan di Tepi Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 256.1 Petrus berkata, “Pergilah dari padaku, karena aku ini orang berdosa”; tetapi ia tetap bergantung pada kaki Yesus karena merasa bahwa ia tidak dapat berpisah dari pada-Nya. Juruselamat menjawab, “Jangan takut mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Setelah Yesaya melihat akan kesucian Allah dan ketidaklayakannya sendiri, barulah ia dipercayakan dengan pekabaran Ilahi. Setelah Petrus menyangkal dirinya dan bergantung kepada kuasa Ilahi, barulah ia menerima panggilan untuk bekerja bagi Kristus.

KSZ1 256.2 Hingga saat ini tidak seorang dari murid-murid-Nya yang sepenuhnya bersatu sebagai teman sekerja bersama Yesus. Mereka telah menyaksikan banyak mukjizat-Nya dan telah mendengar pengajaran-Nya; tetapi mereka belum meninggalkan sepenuhnya pekerjaan hidup mereka yang semula. Pemenjaraan Yohanes Pembaptis membawa suatu kekecewaan yang pahit pada hati mereka itu. Jika demikian hasilnya pekerjaan Yohanes, maka sedikitlah harapan mereka itu kepada Tuhannya, untuk menghadapi segala pemimpin agama yang bersatu melawan Dia. Dalam hal ini, untuk seketika pekerjaan nelayan adalah sebagai suatu jalan kelegaan. Tetapi kini Yesus memanggil mereka itu untuk meninggalkan pekerjaan hidup semula dan menyatukan perhatian mereka itu dengan perhatian-Nya. Petrus telah menerima panggilan itu. Setelah tiba di tepi danau, Yesus memanggil tiga murid yang lain. “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Dengan segera mereka meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Dia.

KSZ1 256.3 Sebelum meminta mereka meninggalkan pukat dan perahu mereka, Yesus telah memberikan kepada mereka jaminan bahwa Allah akan menyediakan keperluan mereka. Pemakaian perahu Petrus bagi pekerjaan Injil telah dibayar dengan pembayaran yang sangat mahal. Ia yang “kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya” telah berkata, “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu.” Roma 10:12; Lukas6:38. Dalam takaran ini Ia memberi upah pelayanan murid-murid. Dan tiap-tiap pengorbanan diberikan karena “karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya.” Efesus 3:20; 2:7.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

2 Desember 2026 | Hari 4
Hari 4: Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU
Halaman 256-256 | Pasal 25, Paragraf 10-12 | KSZ1 256.1-KSZ1 256.3

Ayat Inti:
Matius 4:19
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 22 membaca Bab 25: Panggilan di Tepi Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-22-hari-4-2026-12-02

Teks Lengkap:

Petrus berkata, “Pergilah dari padaku, karena aku ini orang berdosa”; tetapi ia tetap bergantung pada kaki Yesus karena merasa bahwa ia tidak dapat berpisah dari pada-Nya. Juruselamat menjawab, “Jangan takut mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Setelah Yesaya melihat akan kesucian Allah dan ketidaklayakannya sendiri, barulah ia dipercayakan dengan pekabaran Ilahi. Setelah Petrus menyangkal dirinya dan bergantung kepada kuasa Ilahi, barulah ia menerima panggilan untuk bekerja bagi Kristus. [KSZ1 256.1]

Hingga saat ini tidak seorang dari murid-murid-Nya yang sepenuhnya bersatu sebagai teman sekerja bersama Yesus. Mereka telah menyaksikan banyak mukjizat-Nya dan telah mendengar pengajaran-Nya; tetapi mereka belum meninggalkan sepenuhnya pekerjaan hidup mereka yang semula. Pemenjaraan Yohanes Pembaptis membawa suatu kekecewaan yang pahit pada hati mereka itu. Jika demikian hasilnya pekerjaan Yohanes, maka sedikitlah harapan mereka itu kepada Tuhannya, untuk menghadapi segala pemimpin agama yang bersatu melawan Dia. Dalam hal ini, untuk seketika pekerjaan nelayan adalah sebagai suatu jalan kelegaan. Tetapi kini Yesus memanggil mereka itu untuk meninggalkan pekerjaan hidup semula dan menyatukan perhatian mereka itu dengan perhatian-Nya. Petrus telah menerima panggilan itu. Setelah tiba di tepi danau, Yesus memanggil tiga murid yang lain. “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Dengan segera mereka meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Dia. [KSZ1 256.2]

Sebelum meminta mereka meninggalkan pukat dan perahu mereka, Yesus telah memberikan kepada mereka jaminan bahwa Allah akan menyediakan keperluan mereka. Pemakaian perahu Petrus bagi pekerjaan Injil telah dibayar dengan pembayaran yang sangat mahal. Ia yang “kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya” telah berkata, “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu.” Roma 10:12; Lukas6:38. Dalam takaran ini Ia memberi upah pelayanan murid-murid. Dan tiap-tiap pengorbanan diberikan karena “karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya.” Efesus 3:20; 2:7. [KSZ1 256.3]