30 November 2026 · Hari 2
Hari 2: Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU
Halaman 254-254 | Pasal 25, Paragraf 4-6 | KSZ1 254.2-KSZ1 254.4
Ayat Inti
Matius 4:19
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 22 membaca Bab 25: Panggilan di Tepi Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 254.2 “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,—bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”
KSZ1 254.3 Di samping orang banyak yang berdiri di pantai Galilea, Yesus di dalam khotbah-Nya di tepi danau mempunyai pendengar yang lain di hadapan pikiran-Nya. Berabad-abad lamanya, Ia melihat umat-umat-Nya yang setia yang meringkuk di dalam penjara dan diadili di dalam ruangan pengadilan, mengalami pencobaan, dibuang dan menderita sengsara. Segala pandangan gembira, pergumulan dan kebimbangan terhampar di hadapan-Nya. Di dalam perkataan yang diucapkan kepada mereka yang mengerumuni Dia, Ia sedang berbicara juga kepada jiwa-jiwa yang lain, perkataan yang sama pula akan sampai ke telinga mereka, sebagai suatu pekabaran pengharapan di dalam masa pencobaan, penghiburan di dalam dukacita dan menjadi terang surga di dalam kegelapan. Oleh Roh Kudus, suara yang berbicara dari perahu nelayan di atas danau Galilea itu akan terdengar juga berkata tentang damai kepada hati manusia pada akhir zaman ini.
KSZ1 254.4 Pembicaraan-Nya berakhir, Yesus menoleh kepada Petrus dan meminta padanya untuk menebarkan pukatnya ke dalam danau untuk me nangkap ikan. Tetapi Petrus telah putus asa. Sepanjang malam ia tidak mendapat apa-apa. Sepanjang malam yang sepi itu ia telah memikirkan akan nasib Yohanes Pembaptis, yang telah menderita di dalam gua tahanannya. Ia telah memikirkan juga akan kemungkinan masa depan Yesus dan pengikut-pengikut-Nya, pengalaman sedih yang dialami Yesus di Yudea, dan niat jahat rabi-rabi dan imam-imam. Hingga pekerjaan hidupnya sendiri telah mengecewakan hatinya; dan pada saat ia menjaga di sisi jala kosong itu, masa depannya sangatlah gelap oleh kekecewaan hatinya. “Guru,” katanya, “telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
30 November 2026 | Hari 2
Hari 2: Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU
Halaman 254-254 | Pasal 25, Paragraf 4-6 | KSZ1 254.2-KSZ1 254.4
Ayat Inti:
Matius 4:19
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 22 membaca Bab 25: Panggilan di Tepi Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-22-hari-2-2026-11-30
Teks Lengkap:
“Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,—bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.” [KSZ1 254.2]
Di samping orang banyak yang berdiri di pantai Galilea, Yesus di dalam khotbah-Nya di tepi danau mempunyai pendengar yang lain di hadapan pikiran-Nya. Berabad-abad lamanya, Ia melihat umat-umat-Nya yang setia yang meringkuk di dalam penjara dan diadili di dalam ruangan pengadilan, mengalami pencobaan, dibuang dan menderita sengsara. Segala pandangan gembira, pergumulan dan kebimbangan terhampar di hadapan-Nya. Di dalam perkataan yang diucapkan kepada mereka yang mengerumuni Dia, Ia sedang berbicara juga kepada jiwa-jiwa yang lain, perkataan yang sama pula akan sampai ke telinga mereka, sebagai suatu pekabaran pengharapan di dalam masa pencobaan, penghiburan di dalam dukacita dan menjadi terang surga di dalam kegelapan. Oleh Roh Kudus, suara yang berbicara dari perahu nelayan di atas danau Galilea itu akan terdengar juga berkata tentang damai kepada hati manusia pada akhir zaman ini. [KSZ1 254.3]
Pembicaraan-Nya berakhir, Yesus menoleh kepada Petrus dan meminta padanya untuk menebarkan pukatnya ke dalam danau untuk me nangkap ikan. Tetapi Petrus telah putus asa. Sepanjang malam ia tidak mendapat apa-apa. Sepanjang malam yang sepi itu ia telah memikirkan akan nasib Yohanes Pembaptis, yang telah menderita di dalam gua tahanannya. Ia telah memikirkan juga akan kemungkinan masa depan Yesus dan pengikut-pengikut-Nya, pengalaman sedih yang dialami Yesus di Yudea, dan niat jahat rabi-rabi dan imam-imam. Hingga pekerjaan hidupnya sendiri telah mengecewakan hatinya; dan pada saat ia menjaga di sisi jala kosong itu, masa depannya sangatlah gelap oleh kekecewaan hatinya. “Guru,” katanya, “telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” [KSZ1 254.4]