29 November 2026 · Hari 1
Hari 1: Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU
Halaman 253-254 | Pasal 25, Paragraf 1-3 | KSZ1 253.1-KSZ1 254.1
Ayat Inti
Matius 4:19
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 22 membaca Bab 25: Panggilan di Tepi Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 253.1 SANG SURYA sedang memancarkan cahayanya di atas Danau Galilea. Murid-murid yang telah letih karena usaha yang tidak berhasil semalam suntuk, sedang duduk di atas perahu nelayannya yang terapungapung di atas danau itu. Yesus telah datang untuk berasing di tepi danau itu. Ia berharap bahwa pada pagi buta ini Ia akan mendapat sedikit waktu untuk beristirahat dari kesibukan melayani orang banyak yang mengikuti Dia setiap hari. Tetapi tidak berapa lama kemudian orang banyak itu mulai mengerumuni Dia. Jumlah orang banyak itu dengan cepat bertambah banyak sehingga Ia terdesak dari segala penjuru. Dan sementara itu murid-murid telah mendarat. Untuk menghindari desakan orang banyak, Yesus naik ke perahu Petrus dan meminta padanya agar menolak perahu itu agak jauh sedikit dari tepi pantai. Di sini Yesus dapat dilihat dan didengar oleh orang banyak dan dari dalam perahu itulah Ia mengajar orang banyak yang berada di pantai.
KSZ1 253.2 Alangkah hebatnya pemandangan ini bagi malaikat-malaikat surga; Panglima Besar mereka, duduk di atas sebuah perahu nelayan, digoyang ke sana ke mari oleh ombak yang tidak henti-hentinya, sambil mengabarkan kabar keselamatan yang baik kepada orang banyak yang sedang mendengar serta berdesak-desak sampai ke tepi air. Ia yang dihormati oleh surga sedang mewartakan perkara besar tentang kerajaan-Nya di alam terbuka kepada rakyat jelata. Tetapi Ia tidak dapat lagi memperoleh pandangan lain yang lebih cocok lagi bagi pekerjaan-pekerjaan-Nya. Danau, gunung-gunung, ladang-ladang yang terhampar luas, sinar surya yang menyirami permukaan bumi, semuanya adalah bahan-bahan yang telah disediakan untuk menjelaskan pelajaran-Nya dan memasukkannya ke dalam pikiran mereka itu. Tidak ada suatu pelajaran Kristus yang siasia. Setiap pekabaran yang terbit dari bibir-Nya yang diterima oleh suatu jiwa adalah berupa perkataan hidup kekal.
KSZ1 254.1 Setiap saat jumlah orang banyak itu kian bertambah. Orang-orang yang telah tua bersandar pada tongkatnya, petani-petani yang miskin turun dari bukit-bukit, nelayan dari danau itu, pedagang dan rabi-rabi, orang-orang kaya dan orang-orang terpelajar, tua dan muda, membawa orang-orang sakit dan yang menderita, berdesak-desak untuk mendengar perkataan Guru Ilahi itu. Pemandangan inilah yang telah dilihat oleh nabi terlebih dulu, karena sebagaimana yang tersurat:
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
29 November 2026 | Hari 1
Hari 1: Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 25 - PANGGILAN DI TEPI DANAU
Halaman 253-254 | Pasal 25, Paragraf 1-3 | KSZ1 253.1-KSZ1 254.1
Ayat Inti:
Matius 4:19
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 22 membaca Bab 25: Panggilan di Tepi Danau. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-22-hari-1-2026-11-29
Teks Lengkap:
SANG SURYA sedang memancarkan cahayanya di atas Danau Galilea. Murid-murid yang telah letih karena usaha yang tidak berhasil semalam suntuk, sedang duduk di atas perahu nelayannya yang terapungapung di atas danau itu. Yesus telah datang untuk berasing di tepi danau itu. Ia berharap bahwa pada pagi buta ini Ia akan mendapat sedikit waktu untuk beristirahat dari kesibukan melayani orang banyak yang mengikuti Dia setiap hari. Tetapi tidak berapa lama kemudian orang banyak itu mulai mengerumuni Dia. Jumlah orang banyak itu dengan cepat bertambah banyak sehingga Ia terdesak dari segala penjuru. Dan sementara itu murid-murid telah mendarat. Untuk menghindari desakan orang banyak, Yesus naik ke perahu Petrus dan meminta padanya agar menolak perahu itu agak jauh sedikit dari tepi pantai. Di sini Yesus dapat dilihat dan didengar oleh orang banyak dan dari dalam perahu itulah Ia mengajar orang banyak yang berada di pantai. [KSZ1 253.1]
Alangkah hebatnya pemandangan ini bagi malaikat-malaikat surga; Panglima Besar mereka, duduk di atas sebuah perahu nelayan, digoyang ke sana ke mari oleh ombak yang tidak henti-hentinya, sambil mengabarkan kabar keselamatan yang baik kepada orang banyak yang sedang mendengar serta berdesak-desak sampai ke tepi air. Ia yang dihormati oleh surga sedang mewartakan perkara besar tentang kerajaan-Nya di alam terbuka kepada rakyat jelata. Tetapi Ia tidak dapat lagi memperoleh pandangan lain yang lebih cocok lagi bagi pekerjaan-pekerjaan-Nya. Danau, gunung-gunung, ladang-ladang yang terhampar luas, sinar surya yang menyirami permukaan bumi, semuanya adalah bahan-bahan yang telah disediakan untuk menjelaskan pelajaran-Nya dan memasukkannya ke dalam pikiran mereka itu. Tidak ada suatu pelajaran Kristus yang siasia. Setiap pekabaran yang terbit dari bibir-Nya yang diterima oleh suatu jiwa adalah berupa perkataan hidup kekal. [KSZ1 253.2]
Setiap saat jumlah orang banyak itu kian bertambah. Orang-orang yang telah tua bersandar pada tongkatnya, petani-petani yang miskin turun dari bukit-bukit, nelayan dari danau itu, pedagang dan rabi-rabi, orang-orang kaya dan orang-orang terpelajar, tua dan muda, membawa orang-orang sakit dan yang menderita, berdesak-desak untuk mendengar perkataan Guru Ilahi itu. Pemandangan inilah yang telah dilihat oleh nabi terlebih dulu, karena sebagaimana yang tersurat: [KSZ1 254.1]