Hari 3: Pasal 22 - PEMENJARAAN DAN KEMATIAN YOHANES
17 November 2026 · Hari 3

Hari 3: Pasal 22 - PEMENJARAAN DAN KEMATIAN YOHANES

Halaman 228-230 | Pasal 22, Paragraf 19-27 | KSZ1 228.1-KSZ1 230.2

Ayat Inti

Markus 1:15

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 20 membaca Bab 22-23: Pemenjaraan dan Kematian Yohanes; Kerajaan Allah Sudah Dekat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 228.1 Yesus berkata selanjutnya, “Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.” Yohanes telah dipanggil untuk menegur dosa dan kejahatan pada zamannya, dan pakaiannya yang sangat sederhana dan hidup yang penuh penyangkalan diri itu adalah sesuai dengan sifat pekerjaannya. Pakaian yang halus dan kemewahan kehidupan ini bukanlah bagian hamba-hamba Allah, melainkan mereka yang hidup di dalam istana raja, penghulu dunia ini, di mana terdapat kekuasaan dan kekayaan itu. Yesus ingin membawa perhatian mereka kepada perbedaan pakaian Yohanes Pembaptis dan pakaian yang dipakai oleh imam-imam dan penghulu-penghulu. Orang terkemuka ini menunjukkan diri mereka dengan jubah yang mewah dan perhiasan yang sangat berharga. Mereka suka memperlihatkan diri mereka, dan mengharap akan dapat menyilaukan mata orang banyak. Mereka ingin mendapat pujian manusia, daripada mendapat kesucian hati yang berkenan kepada Allah. Dengan demikian mereka menunjukkan bahwa kesetiaan mereka bukanlah diberikan kepada Allah, tetapi kepada kerajaan dunia ini.

KSZ1 228.2 Tetapi kata Yesus, “Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih daripada nabi. Karena tentang dia ada tertulis:

KSZ1 228.3 Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Ku.”

KSZ1 228.4 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.” Dalam pengumuman kepada Zakharia sebelum kelahiran Yohanes, malaikat berkata, “Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan.” Lukas 1:15. Pada pemandangan surga, apakah yang menjadikan kebesaran itu? Bukannya kebesaran seperti anggapan dunia ini; bukan kekayaan, atau jabatan, atau keturunan yang mulia atau pemberian kecerdasan menurut anggapan mereka itu. Jikalau kebesaran intelek, terpisah dari pertimbangan lain yang lebih tinggi, akan dianggap sebagai penghormatan yang layak, maka penghormatan kita itu patut diberikan kepada Setan, yang kesanggupan inteleknya tidak ada seorang manusia yang dapat menyamainya. Tetapi bila disalahgunakan kepada pelayanan akan diri sendiri, makin besar anugerah itu makin besarlah kutuk yang diperoleh. Adalah nilai akhlak yang dinilai oleh Allah. Kasih dan kesuci an adalah sifat-sifat yang sangat dihargakan oleh Tuhan. Yohanes adalah besar pada pemandangan Tuhan, karena bila ia berada di hadapan pesuruh Sanhedrin, di hadapan orang banyak, di hadapan murid-muridnya sendiri, ia menjauhkan dirinya dari mencari penghormatan dirinya, melainkan menunjukkan seluruhnya kepada Yesus sebagai seorang yang dijanjikan. Kegembiraannya yang tidak mementingkan diri dalam pelayanan kepada Kristus, menunjukkan contoh keagungan yang belum pernah dinyatakan pada seorang manusia.

KSZ1 229.1 Kesaksian dari hal dia, setelah wafatnya, yang dibawa oleh mereka yang mendengar kesaksiannya mengenai Yesus adalah “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.” Yohanes 10:41. Pada Yohanes tidaklah diberikan kuasa untuk menurunkan api dari langit, atau membangkitkan orang mati, sebagaimana Elia atau memegang tongkat Musa yang berkuasa dalam nama Allah. Ia telah diutus untuk menyediakan jalan bagi kedatangan Juruselamat dan mengamarkan orang banyak untuk bersedia bagi kedatangan-Nya. Dengan setia ia telah memenuhi tugasnya, sehingga bila orang banyak mengingat apa yang telah diajarkannya pada mereka dari hal Yesus, mereka sanggup berkata, “Semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.” Kesaksian tentang Kristus yang semacam itulah yang diminta agar dibawa oleh tiap-tiap murid Tuhan.

KSZ1 229.2 Sebagai Jurukabar Mesias, Yohanes adalah “lebih daripada nabi.” Karena jika nabi-nabi telah melihat kedatangan Tuhan yang pertama itu dari jauh, bagi Yohanes telah diberikan kesempatan untuk melihat Dia, mendengar kesaksian dari surga tentang Mesias itu dan mengemukakan Dia kepada bani Israel sebagai Utusan Allah. Namun Yesus berkata, “Yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar daripadanya.”

KSZ1 229.3 Nabi Yohanes menjadi suatu rantai penghubung di antara kedua dispensasi. Sebagai wakil Allah ia berdiri untuk menunjukkan hubungan Taurat dan nabi-nabi kepada dispensasi Kristen. Ia adalah terang yang sangat kecil, yang patut diikuti oleh suatu terang yang lebih besar. Pikiran Yohanes disinari oleh Roh Kudus, agar ia dapat memancarkan terang kepada bangsanya; tetapi tidak pernah ada terang lain yang pernah bersinar atau akan selamanya bersinar atas manusia yang telah jatuh sebagaimana yang terpancar dari ajaran dan teladan Yesus. Kristus dan pekerjaan-Nya hanya dipahami dengan jelas sebagaimana yang dilambangkan dalam korban-korban bayangan. Sedangkan Yohanes pun tidak mengerti benar akan hidup kekal di masa depan melalui Juruselamat.

KSZ1 230.1 Di samping kesenangan yang diperoleh Yohanes dalam pekerjaannya, sebenarnya hidupnya adalah suatu kehidupan yang penuh derita. Suaranya jarang didengar, kecuali di padang belantara. Hidupnya terpencil, kesepian. Ia tidak diizinkan untuk melihat hasil pekerjaannya sendiri. Bukanlah kesempatannya untuk bersama dengan Kristus dan menyaksikan kenyataan kuasa Ilahi yang menyertai terang yang lebih besar itu. Bukanlah bagi dia untuk memandang orang buta dicelikkan, yang sakit disembuhkan, orang mati dibangkitkan. Ia tidak melihat terang yang bercahaya keluar dari tiap-tiap perkataan Kristus, yang memberi kemuliaan pada perjanjian nubuatan itu. Seorang murid yang paling sedikit kesempatannya melihat akan kuasa pekerjaan dan mendengar perkataan-Nya adalah lebih besar kesempatannya dari Yohanes Pembaptis, dan itulah sebabnya telah dikatakan bahwa orang itu adalah lebih besar daripadanya.

KSZ1 230.2 Melalui orang banyak yang telah mendengar pengajaran Yohanes, kemashurannya tersebar ke seluruh pelosok. Minat yang mendalam terasa sebagai akibat ia dipenjarakan. Tetapi hidupnya yang tidak bersalah itu dan dukungan orang banyak padanya, membawa pada suatu kepercayaan bahwa tidak ada sesuatu yang berbahaya akan dilakukan kepadanya.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

17 November 2026 | Hari 3
Hari 3: Pasal 22 - PEMENJARAAN DAN KEMATIAN YOHANES

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 22 - PEMENJARAAN DAN KEMATIAN YOHANES
Halaman 228-230 | Pasal 22, Paragraf 19-27 | KSZ1 228.1-KSZ1 230.2

Ayat Inti:
Markus 1:15
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 20 membaca Bab 22-23: Pemenjaraan dan Kematian Yohanes; Kerajaan Allah Sudah Dekat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-20-hari-3-2026-11-17

Teks Lengkap:

Yesus berkata selanjutnya, “Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.” Yohanes telah dipanggil untuk menegur dosa dan kejahatan pada zamannya, dan pakaiannya yang sangat sederhana dan hidup yang penuh penyangkalan diri itu adalah sesuai dengan sifat pekerjaannya. Pakaian yang halus dan kemewahan kehidupan ini bukanlah bagian hamba-hamba Allah, melainkan mereka yang hidup di dalam istana raja, penghulu dunia ini, di mana terdapat kekuasaan dan kekayaan itu. Yesus ingin membawa perhatian mereka kepada perbedaan pakaian Yohanes Pembaptis dan pakaian yang dipakai oleh imam-imam dan penghulu-penghulu. Orang terkemuka ini menunjukkan diri mereka dengan jubah yang mewah dan perhiasan yang sangat berharga. Mereka suka memperlihatkan diri mereka, dan mengharap akan dapat menyilaukan mata orang banyak. Mereka ingin mendapat pujian manusia, daripada mendapat kesucian hati yang berkenan kepada Allah. Dengan demikian mereka menunjukkan bahwa kesetiaan mereka bukanlah diberikan kepada Allah, tetapi kepada kerajaan dunia ini. [KSZ1 228.1]

Tetapi kata Yesus, “Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih daripada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: [KSZ1 228.2]

Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Ku.” [KSZ1 228.3]

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.” Dalam pengumuman kepada Zakharia sebelum kelahiran Yohanes, malaikat berkata, “Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan.” Lukas 1:15. Pada pemandangan surga, apakah yang menjadikan kebesaran itu? Bukannya kebesaran seperti anggapan dunia ini; bukan kekayaan, atau jabatan, atau keturunan yang mulia atau pemberian kecerdasan menurut anggapan mereka itu. Jikalau kebesaran intelek, terpisah dari pertimbangan lain yang lebih tinggi, akan dianggap sebagai penghormatan yang layak, maka penghormatan kita itu patut diberikan kepada Setan, yang kesanggupan inteleknya tidak ada seorang manusia yang dapat menyamainya. Tetapi bila disalahgunakan kepada pelayanan akan diri sendiri, makin besar anugerah itu makin besarlah kutuk yang diperoleh. Adalah nilai akhlak yang dinilai oleh Allah. Kasih dan kesuci an adalah sifat-sifat yang sangat dihargakan oleh Tuhan. Yohanes adalah besar pada pemandangan Tuhan, karena bila ia berada di hadapan pesuruh Sanhedrin, di hadapan orang banyak, di hadapan murid-muridnya sendiri, ia menjauhkan dirinya dari mencari penghormatan dirinya, melainkan menunjukkan seluruhnya kepada Yesus sebagai seorang yang dijanjikan. Kegembiraannya yang tidak mementingkan diri dalam pelayanan kepada Kristus, menunjukkan contoh keagungan yang belum pernah dinyatakan pada seorang manusia. [KSZ1 228.4]

Kesaksian dari hal dia, setelah wafatnya, yang dibawa oleh mereka yang mendengar kesaksiannya mengenai Yesus adalah “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.” Yohanes 10:41. Pada Yohanes tidaklah diberikan kuasa untuk menurunkan api dari langit, atau membangkitkan orang mati, sebagaimana Elia atau memegang tongkat Musa yang berkuasa dalam nama Allah. Ia telah diutus untuk menyediakan jalan bagi kedatangan Juruselamat dan mengamarkan orang banyak untuk bersedia bagi kedatangan-Nya. Dengan setia ia telah memenuhi tugasnya, sehingga bila orang banyak mengingat apa yang telah diajarkannya pada mereka dari hal Yesus, mereka sanggup berkata, “Semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.” Kesaksian tentang Kristus yang semacam itulah yang diminta agar dibawa oleh tiap-tiap murid Tuhan. [KSZ1 229.1]

Sebagai Jurukabar Mesias, Yohanes adalah “lebih daripada nabi.” Karena jika nabi-nabi telah melihat kedatangan Tuhan yang pertama itu dari jauh, bagi Yohanes telah diberikan kesempatan untuk melihat Dia, mendengar kesaksian dari surga tentang Mesias itu dan mengemukakan Dia kepada bani Israel sebagai Utusan Allah. Namun Yesus berkata, “Yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar daripadanya.” [KSZ1 229.2]

Nabi Yohanes menjadi suatu rantai penghubung di antara kedua dispensasi. Sebagai wakil Allah ia berdiri untuk menunjukkan hubungan Taurat dan nabi-nabi kepada dispensasi Kristen. Ia adalah terang yang sangat kecil, yang patut diikuti oleh suatu terang yang lebih besar. Pikiran Yohanes disinari oleh Roh Kudus, agar ia dapat memancarkan terang kepada bangsanya; tetapi tidak pernah ada terang lain yang pernah bersinar atau akan selamanya bersinar atas manusia yang telah jatuh sebagaimana yang terpancar dari ajaran dan teladan Yesus. Kristus dan pekerjaan-Nya hanya dipahami dengan jelas sebagaimana yang dilambangkan dalam korban-korban bayangan. Sedangkan Yohanes pun tidak mengerti benar akan hidup kekal di masa depan melalui Juruselamat. [KSZ1 229.3]

Di samping kesenangan yang diperoleh Yohanes dalam pekerjaannya, sebenarnya hidupnya adalah suatu kehidupan yang penuh derita. Suaranya jarang didengar, kecuali di padang belantara. Hidupnya terpencil, kesepian. Ia tidak diizinkan untuk melihat hasil pekerjaannya sendiri. Bukanlah kesempatannya untuk bersama dengan Kristus dan menyaksikan kenyataan kuasa Ilahi yang menyertai terang yang lebih besar itu. Bukanlah bagi dia untuk memandang orang buta dicelikkan, yang sakit disembuhkan, orang mati dibangkitkan. Ia tidak melihat terang yang bercahaya keluar dari tiap-tiap perkataan Kristus, yang memberi kemuliaan pada perjanjian nubuatan itu. Seorang murid yang paling sedikit kesempatannya melihat akan kuasa pekerjaan dan mendengar perkataan-Nya adalah lebih besar kesempatannya dari Yohanes Pembaptis, dan itulah sebabnya telah dikatakan bahwa orang itu adalah lebih besar daripadanya. [KSZ1 230.1]

Melalui orang banyak yang telah mendengar pengajaran Yohanes, kemashurannya tersebar ke seluruh pelosok. Minat yang mendalam terasa sebagai akibat ia dipenjarakan. Tetapi hidupnya yang tidak bersalah itu dan dukungan orang banyak padanya, membawa pada suatu kepercayaan bahwa tidak ada sesuatu yang berbahaya akan dilakukan kepadanya. [KSZ1 230.2]