16 November 2026 · Hari 2
Hari 2: Pasal 22 - PEMENJARAAN DAN KEMATIAN YOHANES
Halaman 225-227 | Pasal 22, Paragraf 10-18 | KSZ1 225.2-KSZ1 227.3
Ayat Inti
Markus 1:15
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 20 membaca Bab 22-23: Pemenjaraan dan Kematian Yohanes; Kerajaan Allah Sudah Dekat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 225.2 Murid-murid telah datang kepada Yesus dengan pekabaran mereka. “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?”
KSZ1 225.3 Alangkah pendeknya jangka waktu sejak Yohanes Pembaptis menunjuk kepada Yesus dan menyerukan, “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” “Yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku.” Yohanes 1:29, 27. Maka pertanyaan sekarang “Engkaukah yang akan datang itu?” Suatu hal yang sangat pahit dan mengecewakan bagi seorang manusia. Jikalau Yohanes, perintis yang setia itu gagal memahami pekerjaan Kristus, maka apakah yang dapat diharapkan dari diri orang banyak yang hanya mementingkan diri sendiri?
KSZ1 225.4 Juruselamat tidaklah segera menjawab pertanyaan murid-murid Yohanes. Sementara mereka berdiri memperhatikan ketenangan-Nya, orang sakit dan yang menderita datang pada-Nya untuk disembuhkan. Orang-orang yang buta meraba-raba berusaha menembusi orang banyak; orang sakit dari berbagai golongan manusia, ada yang berusaha sendiri, ada pula yang dibawa oleh kawan-kawannya, berusaha untuk menghampiri Yesus. Suara Tabib Besar ini menembusi telinga yang tuli. Sepatah kata, satu jamahan tangan-Nya, mencelikkan mata orang buta untuk melihat terang hari siang, pemandangan alam yang indah, wajah sahabatsahabat dan wajah Pelepas. Yesus menyembuhkan penyakit dan membuangkan demam. Suara-Nya mencapai orang yang sedang menuju maut dan mereka pun bangkit dalam kesehatan dan kekuatan yang baru. Orang yang dirasuk Setan menurut perkataan-Nya, penyakit mereka meninggalkan mereka dan mereka pun menyembah Dia. Di saat Ia menyembuhkan penyakit-penyakit ini, Ia juga mengajar orang banyak itu. Para petani dan buruh yang miskin yang telah disingkirkan oleh rabi sebagai orang yang najis, datang berkumpul mendekati Dia dan Ia memberikan pada mereka itu perkataan hidup kekal.
KSZ1 226.1 Maka sepanjang hari itu, murid-murid Yohanes hanya menyaksikan dan mendengar. Akhirnya Yesus memanggil mereka dan menyuruh mereka pergi dan mengatakan kepada Yohanes apa yang mereka telah saksikan, dan Ia tambahkan, “Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” Lukas 1:23. Bukti Keilahian-Nya telah dilihat dalam penyesuaian-Nya dengan kebutuhan manusia yang menderita. Kemuliaan-Nya telah ditunjukkan dalam merendahkan diri-Nya kepada tingkatan hidup kita yang rendah ini.
KSZ1 226.2 Murid-murid membawa berita itu dan ini telah cukup. Yohanes teringat akan nubuatan mengenai Mesias, “Roh Tuhan Allah ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara.” Yesaya 61:1, 2. Pekerjaan Kristus bukanlah hanya menyatakan bahwa Dia adalah Mesias, tetapi menunjukkan bagaimana caranya kerajaan-Nya harus dibangunkan. Kepada Yohanes telah dibuka kebenaran yang sama sebagaimana telah diberikan pada Elia di padang belantara, bila “angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului Tuhan. Tetapi tidak ada Tuhan dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada Tuhan dalam gempa itu;” maka setelah dari api itu, Allah berfirman kepada nabi oleh “bunyi angin sepoi-sepoi basa.” I Raja-raja 19: 11, 12. Demikian pula Yesus melakukan pekerjaan-Nya, bukan dengan senjata atau dengan merebut takhta kerajaan, melainkan dengan kata hati manusia oleh suatu kehidupan penuh dengan kemurahan dan pengorbanan diri.
KSZ1 226.3 Prinsip kehidupan Yohanes Pembaptis yang menyangkal dirinya itu adalah menjadi prinsip kerajaan Mesias. Yohanes mengetahui benar alangkah anehnya prinsip ini dibandingkan dengan prinsip dan harapan para pemimpin Israel. Hal yang baginya menjadi suatu bukti Keilahian Kristus, tetapi bagi mereka itu tidaklah demikian. Mereka sedang mencari seorang Mesias yang tidak dijanjikan. Yohanes melihat bahwa hasil pekerjaan Juruselamat bagi mereka itu hanyalah kebencian dan pehukuman. Ia sebagai perintis hanya minum dari piala yang Kristus sendiri harus mengeringkannya hingga pada dasarnya.
KSZ1 227.1 Perkataan Juruselamat, “Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku” adalah menjadi teguran yang manis kepada Yohanes. Ucapan ini bukanlah merugikan dia. Malahan kini ia lebih mengerti dengan jelas akan keadaan pekerjaan Kristus, ia menyerahkan dirinya kepada Allah, untuk hidup atau mati, untuk menjalankan dengan sebaik-baiknya pekerjaan yang telah dicintainya.
KSZ1 227.2 Setelah pesuruh ini pergi, Yesus berkata kepada orang banyak mengenai Yohanes. Hati Yesus merasa simpati kepada saksi yang setia ini yang kini sedang dimasukkan di dalam penjara Herodes. Ia tidak mau membiarkan orang banyak mengambil kesimpulan bahwa Allah telah meninggalkan Yohanes, atau percayanya telah lemah pada saat pencobaan. “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun?” Kata Yesus, “melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?”
KSZ1 227.3 Pohon buluh yang tinggi yang telah bertumbuh di tepi sungai Yordan, yang tunduk bila ditiup angin, adalah tepat mewakili rabi-rabi yang berdiri sebagai pengeritik dan hakim terhadap pekerjaan Yohanes Pembaptis. Mereka digoyangkan kian kemari oleh angin pikiran populer. Mereka tidak mau menerima pekabaran penyelidikan hati dari Yohanes Pembaptis, tetapi karena takut kepada orang banyak mereka tidak berani menentang pekerjaan itu secara terang-terangan. Tetapi pesuruh Tuhan tidak mempunyai roh penakut yang semacam itu. Orang banyak yang berkumpul mengelilingi Kristus telah menjadi saksi pekerjaan Yohanes Pembaptis. Mereka telah mendengar akan kebenarannya dalam menegur dosa. Baik kepada orang Farisi yang merasa diri suci, imam-imam, Saduki, Raja Herodes dan anggota majelis, putra dan tentara, pemungut cukai dan petani, Yohanes berkata dengan cara ketegasan yang sama. Ia bukan bambu yang bergerak-gerak, yang digoyangkan oleh angin pujian dan prasangka manusia. Selama ia meringkuk dalam penjara, kesetiaannya kepada Allah dan kegiatannya untuk mencapai kebenaran adalah sama dengan apabila ia berkhotbah di padang belantara. Oleh kesetiaannya pada prinsip, maka ia teguh sebagai sebuah batu.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
16 November 2026 | Hari 2
Hari 2: Pasal 22 - PEMENJARAAN DAN KEMATIAN YOHANES
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 22 - PEMENJARAAN DAN KEMATIAN YOHANES
Halaman 225-227 | Pasal 22, Paragraf 10-18 | KSZ1 225.2-KSZ1 227.3
Ayat Inti:
Markus 1:15
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 20 membaca Bab 22-23: Pemenjaraan dan Kematian Yohanes; Kerajaan Allah Sudah Dekat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-20-hari-2-2026-11-16
Teks Lengkap:
Murid-murid telah datang kepada Yesus dengan pekabaran mereka. “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?” [KSZ1 225.2]
Alangkah pendeknya jangka waktu sejak Yohanes Pembaptis menunjuk kepada Yesus dan menyerukan, “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” “Yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku.” Yohanes 1:29, 27. Maka pertanyaan sekarang “Engkaukah yang akan datang itu?” Suatu hal yang sangat pahit dan mengecewakan bagi seorang manusia. Jikalau Yohanes, perintis yang setia itu gagal memahami pekerjaan Kristus, maka apakah yang dapat diharapkan dari diri orang banyak yang hanya mementingkan diri sendiri? [KSZ1 225.3]
Juruselamat tidaklah segera menjawab pertanyaan murid-murid Yohanes. Sementara mereka berdiri memperhatikan ketenangan-Nya, orang sakit dan yang menderita datang pada-Nya untuk disembuhkan. Orang-orang yang buta meraba-raba berusaha menembusi orang banyak; orang sakit dari berbagai golongan manusia, ada yang berusaha sendiri, ada pula yang dibawa oleh kawan-kawannya, berusaha untuk menghampiri Yesus. Suara Tabib Besar ini menembusi telinga yang tuli. Sepatah kata, satu jamahan tangan-Nya, mencelikkan mata orang buta untuk melihat terang hari siang, pemandangan alam yang indah, wajah sahabatsahabat dan wajah Pelepas. Yesus menyembuhkan penyakit dan membuangkan demam. Suara-Nya mencapai orang yang sedang menuju maut dan mereka pun bangkit dalam kesehatan dan kekuatan yang baru. Orang yang dirasuk Setan menurut perkataan-Nya, penyakit mereka meninggalkan mereka dan mereka pun menyembah Dia. Di saat Ia menyembuhkan penyakit-penyakit ini, Ia juga mengajar orang banyak itu. Para petani dan buruh yang miskin yang telah disingkirkan oleh rabi sebagai orang yang najis, datang berkumpul mendekati Dia dan Ia memberikan pada mereka itu perkataan hidup kekal. [KSZ1 225.4]
Maka sepanjang hari itu, murid-murid Yohanes hanya menyaksikan dan mendengar. Akhirnya Yesus memanggil mereka dan menyuruh mereka pergi dan mengatakan kepada Yohanes apa yang mereka telah saksikan, dan Ia tambahkan, “Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” Lukas 1:23. Bukti Keilahian-Nya telah dilihat dalam penyesuaian-Nya dengan kebutuhan manusia yang menderita. Kemuliaan-Nya telah ditunjukkan dalam merendahkan diri-Nya kepada tingkatan hidup kita yang rendah ini. [KSZ1 226.1]
Murid-murid membawa berita itu dan ini telah cukup. Yohanes teringat akan nubuatan mengenai Mesias, “Roh Tuhan Allah ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara.” Yesaya 61:1, 2. Pekerjaan Kristus bukanlah hanya menyatakan bahwa Dia adalah Mesias, tetapi menunjukkan bagaimana caranya kerajaan-Nya harus dibangunkan. Kepada Yohanes telah dibuka kebenaran yang sama sebagaimana telah diberikan pada Elia di padang belantara, bila “angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului Tuhan. Tetapi tidak ada Tuhan dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada Tuhan dalam gempa itu;” maka setelah dari api itu, Allah berfirman kepada nabi oleh “bunyi angin sepoi-sepoi basa.” I Raja-raja 19: 11, 12. Demikian pula Yesus melakukan pekerjaan-Nya, bukan dengan senjata atau dengan merebut takhta kerajaan, melainkan dengan kata hati manusia oleh suatu kehidupan penuh dengan kemurahan dan pengorbanan diri. [KSZ1 226.2]
Prinsip kehidupan Yohanes Pembaptis yang menyangkal dirinya itu adalah menjadi prinsip kerajaan Mesias. Yohanes mengetahui benar alangkah anehnya prinsip ini dibandingkan dengan prinsip dan harapan para pemimpin Israel. Hal yang baginya menjadi suatu bukti Keilahian Kristus, tetapi bagi mereka itu tidaklah demikian. Mereka sedang mencari seorang Mesias yang tidak dijanjikan. Yohanes melihat bahwa hasil pekerjaan Juruselamat bagi mereka itu hanyalah kebencian dan pehukuman. Ia sebagai perintis hanya minum dari piala yang Kristus sendiri harus mengeringkannya hingga pada dasarnya. [KSZ1 226.3]
Perkataan Juruselamat, “Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku” adalah menjadi teguran yang manis kepada Yohanes. Ucapan ini bukanlah merugikan dia. Malahan kini ia lebih mengerti dengan jelas akan keadaan pekerjaan Kristus, ia menyerahkan dirinya kepada Allah, untuk hidup atau mati, untuk menjalankan dengan sebaik-baiknya pekerjaan yang telah dicintainya. [KSZ1 227.1]
Setelah pesuruh ini pergi, Yesus berkata kepada orang banyak mengenai Yohanes. Hati Yesus merasa simpati kepada saksi yang setia ini yang kini sedang dimasukkan di dalam penjara Herodes. Ia tidak mau membiarkan orang banyak mengambil kesimpulan bahwa Allah telah meninggalkan Yohanes, atau percayanya telah lemah pada saat pencobaan. “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun?” Kata Yesus, “melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?” [KSZ1 227.2]
Pohon buluh yang tinggi yang telah bertumbuh di tepi sungai Yordan, yang tunduk bila ditiup angin, adalah tepat mewakili rabi-rabi yang berdiri sebagai pengeritik dan hakim terhadap pekerjaan Yohanes Pembaptis. Mereka digoyangkan kian kemari oleh angin pikiran populer. Mereka tidak mau menerima pekabaran penyelidikan hati dari Yohanes Pembaptis, tetapi karena takut kepada orang banyak mereka tidak berani menentang pekerjaan itu secara terang-terangan. Tetapi pesuruh Tuhan tidak mempunyai roh penakut yang semacam itu. Orang banyak yang berkumpul mengelilingi Kristus telah menjadi saksi pekerjaan Yohanes Pembaptis. Mereka telah mendengar akan kebenarannya dalam menegur dosa. Baik kepada orang Farisi yang merasa diri suci, imam-imam, Saduki, Raja Herodes dan anggota majelis, putra dan tentara, pemungut cukai dan petani, Yohanes berkata dengan cara ketegasan yang sama. Ia bukan bambu yang bergerak-gerak, yang digoyangkan oleh angin pujian dan prasangka manusia. Selama ia meringkuk dalam penjara, kesetiaannya kepada Allah dan kegiatannya untuk mencapai kebenaran adalah sama dengan apabila ia berkhotbah di padang belantara. Oleh kesetiaannya pada prinsip, maka ia teguh sebagai sebuah batu. [KSZ1 227.3]