15 November 2026 · Hari 1
Hari 1: Pasal 22 - PEMENJARAAN DAN KEMATIAN YOHANES
Halaman 222-225 | Pasal 22, Paragraf 1-9 | KSZ1 222.1-KSZ1 225.1
Ayat Inti
Markus 1:15
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 20 membaca Bab 22-23: Pemenjaraan dan Kematian Yohanes; Kerajaan Allah Sudah Dekat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 222.1 YOHANES PEMBAPTIS adalah seorang yang mula-mula mewartakan kerajaan Kristus, dan ia pula yang mula-mula mengalami penderitaan. Dari alam padang belantara yang terbuka sampai kepada khalayak ramai yang bergantung pada perkataannya, kini ia tertutup dalam lubang gua tahanan. Ia telah menjadi seorang tawanan dalam benteng Herodes Antipas. Di daerah timur Yordan yang termasuk dalam kekuasaan Antipas, tempat di mana ia banyak bekerja. Herodes sendiri telah mendengar khotbah Yohanes Pembaptis. Raja yang jahat ini gemetar bila mendengar panggilan untuk bertobat. “Herodes segan akan Yohanes kama ia tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.” Yohanes dengan jujur menegur akan hubungannya yang jahat dengan Herodias istri saudaranya. Seketika lamanya Herodes berusaha memutuskan rantai hawa nafsu yang telah mengikat dia; tetapi Herodias telah mengikat dia lebih erat dalam pekerjaannya dan memperoleh jalan untuk membalas dendam kepada Yohanes Pembaptis dengan bujukan pada Herodes untuk memasukkan Yohanes Pembaptis ke dalam penjara.
KSZ1 223.1 Kehidupan Yohanes, sebenarnya adalah suatu kehidupan yang sangat aktif, maka dengan meringkuk dalam penjara itu menjadi suatu beban yang berat baginya. Setelah beberapa pekan berlalu, dan tidak ada perubahan, maka kekecewaan dan kebimbangan pun merayap ke dalam hatinya. Murid-muridnya tidak meninggalkan dia. Mereka diizinkan keluar masuk dalam penjara dan mereka telah membawa kabar tentang pekerjaan Yesus dan bagaimana orang banyak mengikuti Dia. Tetapi mereka telah bertanya, jika guru yang baru ini adalah benar Mesias, mengapa Ia tidak berbuat apa-apa untuk melepaskan Yohanes. Bagaimana dapat mengizinkan perintisnya yang setia ini dirampas kebebasannya dan mungkin akan menemui maut?
KSZ1 223.2 Pertanyaan ini bukannya tak berdampak. Kebimbangan yang sebenarnya tidak pernah akan timbul disarankan kepada Yohanes. Setan bersuka mendengar perkataan murid-murid ini, dan melihat bagaimana mereka menyiksa jiwa pesuruh Tuhan. Oh, betapa seringnya mereka yang memikirkan dirinya menjadi sahabat dari seorang yang baik dan rindu menunjukkan kejujuran mereka kepadanya, tetapi terbukti menjadi musuhnya yang sangat berbahaya! Gantinya mereka menguatkan imannya, perkataan mereka itu menekan dan mengecewakan jiwanya!
KSZ1 223.3 Sepertinya juga murid-murid Juruselamat, Yohanes Pembaptis tidak memahami sifat kerajaan Kristus itu. Ia mengharap bahwa Yesus akan mengambil takhta Daud; dan bila waktu itu lalu dan Juruselamat tidak menunjukkan kekuasaan sebagai raja, Yohanes menjadi bimbang dan susah hatinya. Ia telah menyatakan kepada orang banyak bahwa supaya jalan disediakan di hadapan Tuhan, nubuatan Yesaya harus digenapi; gunung dan bukit harus diratakan, yang lekak-lekuk harus diluruskan dan tempat yang kasar dilicinkan. Ia telah mengharapkan tempat-tempat kebanggaan dan kekuasaan manusia yang tinggi yang patut dicampakkan ke bawah. Ia telah menunjuk pada Mesias sebagai Seorang dengan tampi di tangan-Nya, maka Ia akan membersihkan segenap tempat pengiriknya, lalu Ia mengumpulkan gandum masuk ke dalam lumbung, tetapi sekam akan habis dibakarnya dengan api yang tidak dapat dipadamkan. Laksana Nabi Elia, di dalam roh dan kuasanya ia telah datang kepada Israel, ia mengharapkan Tuhan untuk menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang menyahut dengan api.
KSZ1 224.1 Dalam pekerjaannya Yohanes Pembaptis telah berdiri sebagai seorang penegur kejahatan yang tidak mengenal takut, baik kepada orang besar maupun kepada yang rendah. Ia berani menghadap Raja Herodes dengan teguran mengenai dosanya yang berterus terang. Ia tidak menganggap hidupnya itu berharga dalam mengerjakan tugas yang telah ditentukan. Dan kini dari dalam gua ini ia menantikan akan Singa dari suku Yahuda untuk meruntuhkan penindas-penindasnya dan melepaskan orang-orang menderita dan dirinya sendiri yang berseru. Tetapi Yesus menyenangkan dirinya dengan murid-murid yang berkumpul mengelilingi Dia dan menyembuhkan dan mengajar orang banyak. Ia makan bersama pemungut cukai, sedangkan tiap hari beban orang Israel dari tentara Roma makin bertambah berat, ketika Raja Herodes bersama kekasihnya menuruti kemauan mereka, dan jeritan orang miskin dan yang menderita naik ke angkasa.
KSZ1 224.2 Bagi nabi yang hidup di padang belantara ini, segala perkara ini merupakan suatu rahasia yang melampaui pengertiannya. Sering ia mendapat bisikan si jahat yang menyiksa jiwanya, dan bayangan ketakutan yang luar biasa menudungi jiwanya. Apakah mungkin Pelepas yang telah lama dinanti-nantikan itu belum juga tampak? Maka apakah artinya pekabaran yang telah mendorong dia untuk diwartakan? Yohanes mengalami kekecewaan yang sangat pahit arena hasil pekerjaannya. Ia telah mengharap bahwa pekabaran dari Allah akan mempunyai hasil yang sama seperti bila Taurat itu dibacakan pada zaman Yosia dan Esra (2 Taw 34; Neh. 8,9); dan akan diikuti oleh pertobatan yang sungguh-sungguh dan kepada Tuhan. Bagi kemajuan pekerjaan ini ia telah korbankan seluruh hidupnya. Apakah ini sia-sia?
KSZ1 224.3 Yohanes merasa sedih melihat bahwa karena mengasihi dia, maka murid-muridnya memelihara sikap tidak percaya pada Yesus. Apakah usahanya? Apakah karena ia tidak setia dalam pekerjaannya, sehingga diberhentikan dari pekerjaannya? Jika Pelepas yang telah dijanjikan itu benar telah datang, dan Yohanes didapati benar dalam panggilannya, mengapa Yesus tidak membinasakan penindas-penindasnya dan membebaskan dia?
KSZ1 224.4 Tetapi Yohanes tetap percaya akan Kristus. Ingatan akan suara dari langit dan burung merpati yang turun, kesucian Yesus yang tidak bercacat, kuasa Roh Kudus yang menghinggapi Yohanes bila ia datang pada hadirat Juruselamat, dan kesaksian ayat-ayat Kitab Suci yang berupa nu-buatan—semuanya itu menyaksikan bahwa Yesus dari Nazaret itulah Yang Dijanjikan.
KSZ1 225.1 Yohanes tidak mau merundingkan kebimbangannya dan kecemasannya dengan kawan-kawannya. Ia mengambil keputusan untuk mengirim suatu kabar berupa pertanyaan kepada Yesus. Hal ini dipercayakannya kepada kedua muridnya, mengharap bahwa wawancara dengan Juruselamat akan menguatkan iman mereka dan membawa kekuatan pada saudara-saudara mereka yang lain. Dan ia merindukan beberapa perkataan dari Kristus yang dikatakan khusus bagi dirinya sendiri.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
15 November 2026 | Hari 1
Hari 1: Pasal 22 - PEMENJARAAN DAN KEMATIAN YOHANES
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 22 - PEMENJARAAN DAN KEMATIAN YOHANES
Halaman 222-225 | Pasal 22, Paragraf 1-9 | KSZ1 222.1-KSZ1 225.1
Ayat Inti:
Markus 1:15
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 20 membaca Bab 22-23: Pemenjaraan dan Kematian Yohanes; Kerajaan Allah Sudah Dekat. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-20-hari-1-2026-11-15
Teks Lengkap:
YOHANES PEMBAPTIS adalah seorang yang mula-mula mewartakan kerajaan Kristus, dan ia pula yang mula-mula mengalami penderitaan. Dari alam padang belantara yang terbuka sampai kepada khalayak ramai yang bergantung pada perkataannya, kini ia tertutup dalam lubang gua tahanan. Ia telah menjadi seorang tawanan dalam benteng Herodes Antipas. Di daerah timur Yordan yang termasuk dalam kekuasaan Antipas, tempat di mana ia banyak bekerja. Herodes sendiri telah mendengar khotbah Yohanes Pembaptis. Raja yang jahat ini gemetar bila mendengar panggilan untuk bertobat. “Herodes segan akan Yohanes kama ia tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.” Yohanes dengan jujur menegur akan hubungannya yang jahat dengan Herodias istri saudaranya. Seketika lamanya Herodes berusaha memutuskan rantai hawa nafsu yang telah mengikat dia; tetapi Herodias telah mengikat dia lebih erat dalam pekerjaannya dan memperoleh jalan untuk membalas dendam kepada Yohanes Pembaptis dengan bujukan pada Herodes untuk memasukkan Yohanes Pembaptis ke dalam penjara. [KSZ1 222.1]
Kehidupan Yohanes, sebenarnya adalah suatu kehidupan yang sangat aktif, maka dengan meringkuk dalam penjara itu menjadi suatu beban yang berat baginya. Setelah beberapa pekan berlalu, dan tidak ada perubahan, maka kekecewaan dan kebimbangan pun merayap ke dalam hatinya. Murid-muridnya tidak meninggalkan dia. Mereka diizinkan keluar masuk dalam penjara dan mereka telah membawa kabar tentang pekerjaan Yesus dan bagaimana orang banyak mengikuti Dia. Tetapi mereka telah bertanya, jika guru yang baru ini adalah benar Mesias, mengapa Ia tidak berbuat apa-apa untuk melepaskan Yohanes. Bagaimana dapat mengizinkan perintisnya yang setia ini dirampas kebebasannya dan mungkin akan menemui maut? [KSZ1 223.1]
Pertanyaan ini bukannya tak berdampak. Kebimbangan yang sebenarnya tidak pernah akan timbul disarankan kepada Yohanes. Setan bersuka mendengar perkataan murid-murid ini, dan melihat bagaimana mereka menyiksa jiwa pesuruh Tuhan. Oh, betapa seringnya mereka yang memikirkan dirinya menjadi sahabat dari seorang yang baik dan rindu menunjukkan kejujuran mereka kepadanya, tetapi terbukti menjadi musuhnya yang sangat berbahaya! Gantinya mereka menguatkan imannya, perkataan mereka itu menekan dan mengecewakan jiwanya! [KSZ1 223.2]
Sepertinya juga murid-murid Juruselamat, Yohanes Pembaptis tidak memahami sifat kerajaan Kristus itu. Ia mengharap bahwa Yesus akan mengambil takhta Daud; dan bila waktu itu lalu dan Juruselamat tidak menunjukkan kekuasaan sebagai raja, Yohanes menjadi bimbang dan susah hatinya. Ia telah menyatakan kepada orang banyak bahwa supaya jalan disediakan di hadapan Tuhan, nubuatan Yesaya harus digenapi; gunung dan bukit harus diratakan, yang lekak-lekuk harus diluruskan dan tempat yang kasar dilicinkan. Ia telah mengharapkan tempat-tempat kebanggaan dan kekuasaan manusia yang tinggi yang patut dicampakkan ke bawah. Ia telah menunjuk pada Mesias sebagai Seorang dengan tampi di tangan-Nya, maka Ia akan membersihkan segenap tempat pengiriknya, lalu Ia mengumpulkan gandum masuk ke dalam lumbung, tetapi sekam akan habis dibakarnya dengan api yang tidak dapat dipadamkan. Laksana Nabi Elia, di dalam roh dan kuasanya ia telah datang kepada Israel, ia mengharapkan Tuhan untuk menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang menyahut dengan api. [KSZ1 223.3]
Dalam pekerjaannya Yohanes Pembaptis telah berdiri sebagai seorang penegur kejahatan yang tidak mengenal takut, baik kepada orang besar maupun kepada yang rendah. Ia berani menghadap Raja Herodes dengan teguran mengenai dosanya yang berterus terang. Ia tidak menganggap hidupnya itu berharga dalam mengerjakan tugas yang telah ditentukan. Dan kini dari dalam gua ini ia menantikan akan Singa dari suku Yahuda untuk meruntuhkan penindas-penindasnya dan melepaskan orang-orang menderita dan dirinya sendiri yang berseru. Tetapi Yesus menyenangkan dirinya dengan murid-murid yang berkumpul mengelilingi Dia dan menyembuhkan dan mengajar orang banyak. Ia makan bersama pemungut cukai, sedangkan tiap hari beban orang Israel dari tentara Roma makin bertambah berat, ketika Raja Herodes bersama kekasihnya menuruti kemauan mereka, dan jeritan orang miskin dan yang menderita naik ke angkasa. [KSZ1 224.1]
Bagi nabi yang hidup di padang belantara ini, segala perkara ini merupakan suatu rahasia yang melampaui pengertiannya. Sering ia mendapat bisikan si jahat yang menyiksa jiwanya, dan bayangan ketakutan yang luar biasa menudungi jiwanya. Apakah mungkin Pelepas yang telah lama dinanti-nantikan itu belum juga tampak? Maka apakah artinya pekabaran yang telah mendorong dia untuk diwartakan? Yohanes mengalami kekecewaan yang sangat pahit arena hasil pekerjaannya. Ia telah mengharap bahwa pekabaran dari Allah akan mempunyai hasil yang sama seperti bila Taurat itu dibacakan pada zaman Yosia dan Esra (2 Taw 34; Neh. 8,9); dan akan diikuti oleh pertobatan yang sungguh-sungguh dan kepada Tuhan. Bagi kemajuan pekerjaan ini ia telah korbankan seluruh hidupnya. Apakah ini sia-sia? [KSZ1 224.2]
Yohanes merasa sedih melihat bahwa karena mengasihi dia, maka murid-muridnya memelihara sikap tidak percaya pada Yesus. Apakah usahanya? Apakah karena ia tidak setia dalam pekerjaannya, sehingga diberhentikan dari pekerjaannya? Jika Pelepas yang telah dijanjikan itu benar telah datang, dan Yohanes didapati benar dalam panggilannya, mengapa Yesus tidak membinasakan penindas-penindasnya dan membebaskan dia? [KSZ1 224.3]
Tetapi Yohanes tetap percaya akan Kristus. Ingatan akan suara dari langit dan burung merpati yang turun, kesucian Yesus yang tidak bercacat, kuasa Roh Kudus yang menghinggapi Yohanes bila ia datang pada hadirat Juruselamat, dan kesaksian ayat-ayat Kitab Suci yang berupa nu-buatan—semuanya itu menyaksikan bahwa Yesus dari Nazaret itulah Yang Dijanjikan. [KSZ1 224.4]
Yohanes tidak mau merundingkan kebimbangannya dan kecemasannya dengan kawan-kawannya. Ia mengambil keputusan untuk mengirim suatu kabar berupa pertanyaan kepada Yesus. Hal ini dipercayakannya kepada kedua muridnya, mengharap bahwa wawancara dengan Juruselamat akan menguatkan iman mereka dan membawa kekuatan pada saudara-saudara mereka yang lain. Dan ia merindukan beberapa perkataan dari Kristus yang dikatakan khusus bagi dirinya sendiri. [KSZ1 225.1]