Hari 6: Pasal 4 - BAGIMU SEORANG JURUSELAMAT
17 Juli 2026 · Hari 6

Hari 6: Pasal 4 - BAGIMU SEORANG JURUSELAMAT

Halaman 37-38 | Pasal 4, Paragraf 7-11 | KSZ1 37.3-KSZ1 38.3

Ayat Inti

Galatia 4:4-5

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Bacaan minggu ini mengingatkan bahwa rencana keselamatan berjalan dalam waktu Allah. Kelahiran Kristus bukan peristiwa kecil, melainkan kabar baik bagi dunia yang membutuhkan pengharapan.

Doa

Bapa, ajar kami mempercayai waktu-Mu dan membagikan kabar keselamatan dengan sukacita. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 37.3 Di padang-padang rumput tempat Daud menggembalakan kawanan dombanya dahulu, gembala-gembala masih tetap berjaga pada malam itu. Sepanjang saat-saat hening itu mereka bersama-sama mempercakapkan hal Juruselamat yang dijanjikan itu, serta mendoakan kedatangan Raja itu ke takhta Daud. “Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitahukan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”

KSZ1 37.4 Mendengar kata-kata ini, khayal-khayal mulia memenuhi pikiran gembala-gembala yang tengah asyik mendengar dengan penuh perhatian itu. Sang pelepas itu sudah datang ke Israel! Kuasa, kemuliaan, kemenangan, dihubungkan dengan kedatangan-Nya itu. Tetapi malaikat itu mesti mempersiapkan mereka untuk mengenal Juruselamatnya dalam kepapaan dan kehinaan. “Dan inilah tandanya bagimu,” katanya: kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”

KSZ1 38.1 Utusan surgawi itu sudah menenteramkan segala perasaan takut mereka. Ia telah memberitahukan kepada mereka bagaimana mencari Yesus. Dengan pengertian yang lembut akan kelemahan manusia, ia telah memberikan waktu kepada mereka untuk menjadi terbiasa dengan sinar Ilahi itu. Kemudian sukacita serta kemuliaan tidak dapat disembunyikan lagi. Selurun padang rumput itu pun menjadi terang dengan Qahaya yang gemerlapan dari bala tentara Allah. Bumi diam, dan surga membungkuk untuk mendengarkan nyanyian,— “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

KSZ1 38.2 Aduh, kalau saja hari ini keluarga manusia dapat mengenal nyanyian itu! Pengumuman yang dikeluarkan pada waktu itu, nyanyian yang dialunkan pada saat itu, akan menderu hingga akhir zaman, dan menggema sampai ke segala ujung bumi. Apabila Matahari Kebenaran itu kelak terbit, dengan kesembuhan di bawah sayap-Nya, nyanyian itu akan digemakan pula oleh suara sebuah pasukan tentara yang besar, bagaikan bunyi air yang banyak, menderu, “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.” Wahyu 19:6.

KSZ1 38.3 Ketika malaikat-malaikat itu menghilang, cahaya itu berangsur-angsur lenyap, dan bayang-bayang malam pun meliputi bukit-bukit Betlehem. Tetapi gambar yang paling terang yang pernah dilihat oleh mata manusia tetap dalam ingatan gembala-gembala itu. “Setelah malaikatmalaikat itu meninggalkan mereka dan ke surga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita. Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.”

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

17 Juli 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 4 - BAGIMU SEORANG JURUSELAMAT

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 4 - BAGIMU SEORANG JURUSELAMAT
Halaman 37-38 | Pasal 4, Paragraf 7-11 | KSZ1 37.3-KSZ1 38.3

Ayat Inti:
Galatia 4:4-5
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Bacaan minggu ini mengingatkan bahwa rencana keselamatan berjalan dalam waktu Allah. Kelahiran Kristus bukan peristiwa kecil, melainkan kabar baik bagi dunia yang membutuhkan pengharapan.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-2-hari-6-2026-07-17

Teks Lengkap:

Di padang-padang rumput tempat Daud menggembalakan kawanan dombanya dahulu, gembala-gembala masih tetap berjaga pada malam itu. Sepanjang saat-saat hening itu mereka bersama-sama mempercakapkan hal Juruselamat yang dijanjikan itu, serta mendoakan kedatangan Raja itu ke takhta Daud. “Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitahukan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” [KSZ1 37.3]

Mendengar kata-kata ini, khayal-khayal mulia memenuhi pikiran gembala-gembala yang tengah asyik mendengar dengan penuh perhatian itu. Sang pelepas itu sudah datang ke Israel! Kuasa, kemuliaan, kemenangan, dihubungkan dengan kedatangan-Nya itu. Tetapi malaikat itu mesti mempersiapkan mereka untuk mengenal Juruselamatnya dalam kepapaan dan kehinaan. “Dan inilah tandanya bagimu,” katanya: kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” [KSZ1 37.4]

Utusan surgawi itu sudah menenteramkan segala perasaan takut mereka. Ia telah memberitahukan kepada mereka bagaimana mencari Yesus. Dengan pengertian yang lembut akan kelemahan manusia, ia telah memberikan waktu kepada mereka untuk menjadi terbiasa dengan sinar Ilahi itu. Kemudian sukacita serta kemuliaan tidak dapat disembunyikan lagi. Selurun padang rumput itu pun menjadi terang dengan Qahaya yang gemerlapan dari bala tentara Allah. Bumi diam, dan surga membungkuk untuk mendengarkan nyanyian,— “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” [KSZ1 38.1]

Aduh, kalau saja hari ini keluarga manusia dapat mengenal nyanyian itu! Pengumuman yang dikeluarkan pada waktu itu, nyanyian yang dialunkan pada saat itu, akan menderu hingga akhir zaman, dan menggema sampai ke segala ujung bumi. Apabila Matahari Kebenaran itu kelak terbit, dengan kesembuhan di bawah sayap-Nya, nyanyian itu akan digemakan pula oleh suara sebuah pasukan tentara yang besar, bagaikan bunyi air yang banyak, menderu, “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.” Wahyu 19:6. [KSZ1 38.2]

Ketika malaikat-malaikat itu menghilang, cahaya itu berangsur-angsur lenyap, dan bayang-bayang malam pun meliputi bukit-bukit Betlehem. Tetapi gambar yang paling terang yang pernah dilihat oleh mata manusia tetap dalam ingatan gembala-gembala itu. “Setelah malaikatmalaikat itu meninggalkan mereka dan ke surga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita. Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.” [KSZ1 38.3]