Hari 5: Pasal 4 - BAGIMU SEORANG JURUSELAMAT
16 Juli 2026 · Hari 5

Hari 5: Pasal 4 - BAGIMU SEORANG JURUSELAMAT

Halaman 35-37 | Pasal 4, Paragraf 2-6 | KSZ1 35.2-KSZ1 37.2

Ayat Inti

Galatia 4:4-5

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Bacaan minggu ini mengingatkan bahwa rencana keselamatan berjalan dalam waktu Allah. Kelahiran Kristus bukan peristiwa kecil, melainkan kabar baik bagi dunia yang membutuhkan pengharapan.

Doa

Bapa, ajar kami mempercayai waktu-Mu dan membagikan kabar keselamatan dengan sukacita. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 35.2 Malaikat-malaikat bertanya-tanya dalam hati mengenai rencana penebusan yang mulia itu. Mereka menanti-nantikan untuk mengetahui bagaimana umat Allah akan menyambut Putra-Nya, yang berpakaikan jubah kemanusiaan. Malaikat-malaikat datang ke negeri umat pilihan itu. Bangsa-bangsa lain sedang menganut kepercayaan yang bukan-bukan dan menyembah berhala. Ke negeri tempat kemuliaan Allah telah dinyatakan, dan terang nubuatan telah bersinar, malaikat-malaikat datang. Mereka datang tanpa dilihat oleh Yerusalem, oleh para penafsir Alkitab yang telah ditentukan dan para pekerja dalam rumah Allah. Kepada imam Zakharia, sementara ia melayani di depan mezbah, dekatnya kedatangan Kristus telah diberitahukan. Sang pelopor sudah lahir, pekerjaannya diperkuat oleh mukjizat dan nubuatan. Berita tentang kelahirannya dan arti tugasnya yang indah itu telah tersiar ke mana-mana. Namun Yerusalem tidaklah bersedia untuk menyambut Penebusnya.

KSZ1 36.1 Dengan sangat heran utusan-utusan semawi itu melihat sikap masa bodoh bangsa yang telah dipanggil Allah itu untuk menyampaikan terang kebenaran suci ke dunia ini. Bangsa Yahudi telah dipelihara sebagai suatu saksi bahwa Kristus harus lahir dari keturunan Abraham dan Daud; namun mereka tidak tahu bahwa kedatangan-Nya kini sudah dekat. Di dalam Bait Suci, korban-korban pagi dan petang setiap hari menunjuk kepada Anak Domba Allah; namun bahkan di sini pun tiada persiapan untuk menyambut Dia. Imam-imam dan guru-guru bangsa itu tidak tahu bahwa peristiwa terbesar segala zaman sudah hampir terjadi. Mereka senantiasa mengulangi doa mereka yang tidak mengandung arti, serta menyelenggarakan segala acara perbaktian agar dilihat orang akan tetapi dalam perjuangan mereka memburu kekayaan dan kemuliaan duniawi, mereka tidak bersedia untuk penyataan Mesias. Sikap masa bodoh serupa itu sudah merajalela di seluruh negeri Israel. Hati yang mementingkan diri, dan yang dipenuhi dengan keinginan duniawi, tidak dapat lagi digetarkan oleh sukacita yang mengharukan segenap surga. Hanya sedikit orang yang rindu hendak melihat Yang Tidak Kelihatan itu. Kepada mereka inilah duta surga diutus.

KSZ1 36.2 Malaikat-malaikat menyertai Yusuf dan Maria dalam perjalanan dari rumah mereka di Nazaret ke kota Daud. Titah kerajaan Romawi untuk pendaftaran rakyat jajahannya yang maha luas itu, sudah tersebar luas hingga kepada penduduk yang menghuni bukit-bukit Galilea. Sebagaimana pada zaman purbakala, Kores dinobatkan menjadi raja untuk bersemayam di atas takhta kerajaan dunia supaya ia dapat memerdekakan umat Allah, demikian juga Kaisar Augustus dijadikan alat untuk melaksanakan maksud Allah dalam membawa ibu Yesus ke Betlehem, la adalah keturunan Daud, dan keturunan Daud harus lahir di kota Daud. Dari Betlehem kata Nabi Mikha, “akan bangkit bagi-Ku.. . akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” Mi. 5:1. Tetapi di kota di mana mereka menjadi keturunan raja, Yusuf dan Maria tidak dikenal dan dihormati. Dalam keadaan penat dan tidak mendapat tempat menginap mereka menyusuri jalan kota yang sempit dari ujung ke ujung, dari pintu gerbang kota sampai ke ujung sebelah timur kota, dengan sia-sia belaka mencari tempat beristirahat malam itu. Tidak ada tempat bagi mereka dalam rumah penginapan yang sudah penuh sesak. Di dalam sebuah bangunan yang reyot di mana hewan-hewan ditempatkan, mereka akhirnya mendapat perlindungan, dan di sanalah Penebus dunia dilahirkan.

KSZ1 37.1 Manusia tidak mengetahuinya, akan tetapi berita itu memenuhi surga dengan sukacita. Dengan perhatian yang lebih dalam dan lebih halus, makhluk-makhluk suci dari dunia terang turun ke bumi. Seluruh dunia lebih gemerlap karena hadirat-Nya. Di atas bukit-bukit Betlehem berkumpullah sepasukan malaikat yang tak terhitung banyaknya. Mereka itu menantikan tanda untuk memaklumkan kabar gembira itu kepada dunia. Sekiranya para pemimpin Israel setia pada tugas yang diamanatkan kepada mereka tentu mereka dapat turut menikmati kegirangan menyiarkan kelahiran Yesus itu. Tetapi kini mereka terlewat begitu saja.

KSZ1 37.2 Allah bersabda, “Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan Iebat ke atas tempat yang kering.” “Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar.” Yes. 44:3; Mzm. 112:4. Bagi mereka yang mencari terang dan yang menerimanya dengan sukacita, cahaya terang dari takhta Allah akan bersinar.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

16 Juli 2026 | Hari 5
Hari 5: Pasal 4 - BAGIMU SEORANG JURUSELAMAT

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 4 - BAGIMU SEORANG JURUSELAMAT
Halaman 35-37 | Pasal 4, Paragraf 2-6 | KSZ1 35.2-KSZ1 37.2

Ayat Inti:
Galatia 4:4-5
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Bacaan minggu ini mengingatkan bahwa rencana keselamatan berjalan dalam waktu Allah. Kelahiran Kristus bukan peristiwa kecil, melainkan kabar baik bagi dunia yang membutuhkan pengharapan.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-2-hari-5-2026-07-16

Teks Lengkap:

Malaikat-malaikat bertanya-tanya dalam hati mengenai rencana penebusan yang mulia itu. Mereka menanti-nantikan untuk mengetahui bagaimana umat Allah akan menyambut Putra-Nya, yang berpakaikan jubah kemanusiaan. Malaikat-malaikat datang ke negeri umat pilihan itu. Bangsa-bangsa lain sedang menganut kepercayaan yang bukan-bukan dan menyembah berhala. Ke negeri tempat kemuliaan Allah telah dinyatakan, dan terang nubuatan telah bersinar, malaikat-malaikat datang. Mereka datang tanpa dilihat oleh Yerusalem, oleh para penafsir Alkitab yang telah ditentukan dan para pekerja dalam rumah Allah. Kepada imam Zakharia, sementara ia melayani di depan mezbah, dekatnya kedatangan Kristus telah diberitahukan. Sang pelopor sudah lahir, pekerjaannya diperkuat oleh mukjizat dan nubuatan. Berita tentang kelahirannya dan arti tugasnya yang indah itu telah tersiar ke mana-mana. Namun Yerusalem tidaklah bersedia untuk menyambut Penebusnya. [KSZ1 35.2]

Dengan sangat heran utusan-utusan semawi itu melihat sikap masa bodoh bangsa yang telah dipanggil Allah itu untuk menyampaikan terang kebenaran suci ke dunia ini. Bangsa Yahudi telah dipelihara sebagai suatu saksi bahwa Kristus harus lahir dari keturunan Abraham dan Daud; namun mereka tidak tahu bahwa kedatangan-Nya kini sudah dekat. Di dalam Bait Suci, korban-korban pagi dan petang setiap hari menunjuk kepada Anak Domba Allah; namun bahkan di sini pun tiada persiapan untuk menyambut Dia. Imam-imam dan guru-guru bangsa itu tidak tahu bahwa peristiwa terbesar segala zaman sudah hampir terjadi. Mereka senantiasa mengulangi doa mereka yang tidak mengandung arti, serta menyelenggarakan segala acara perbaktian agar dilihat orang akan tetapi dalam perjuangan mereka memburu kekayaan dan kemuliaan duniawi, mereka tidak bersedia untuk penyataan Mesias. Sikap masa bodoh serupa itu sudah merajalela di seluruh negeri Israel. Hati yang mementingkan diri, dan yang dipenuhi dengan keinginan duniawi, tidak dapat lagi digetarkan oleh sukacita yang mengharukan segenap surga. Hanya sedikit orang yang rindu hendak melihat Yang Tidak Kelihatan itu. Kepada mereka inilah duta surga diutus. [KSZ1 36.1]

Malaikat-malaikat menyertai Yusuf dan Maria dalam perjalanan dari rumah mereka di Nazaret ke kota Daud. Titah kerajaan Romawi untuk pendaftaran rakyat jajahannya yang maha luas itu, sudah tersebar luas hingga kepada penduduk yang menghuni bukit-bukit Galilea. Sebagaimana pada zaman purbakala, Kores dinobatkan menjadi raja untuk bersemayam di atas takhta kerajaan dunia supaya ia dapat memerdekakan umat Allah, demikian juga Kaisar Augustus dijadikan alat untuk melaksanakan maksud Allah dalam membawa ibu Yesus ke Betlehem, la adalah keturunan Daud, dan keturunan Daud harus lahir di kota Daud. Dari Betlehem kata Nabi Mikha, “akan bangkit bagi-Ku.. . akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” Mi. 5:1. Tetapi di kota di mana mereka menjadi keturunan raja, Yusuf dan Maria tidak dikenal dan dihormati. Dalam keadaan penat dan tidak mendapat tempat menginap mereka menyusuri jalan kota yang sempit dari ujung ke ujung, dari pintu gerbang kota sampai ke ujung sebelah timur kota, dengan sia-sia belaka mencari tempat beristirahat malam itu. Tidak ada tempat bagi mereka dalam rumah penginapan yang sudah penuh sesak. Di dalam sebuah bangunan yang reyot di mana hewan-hewan ditempatkan, mereka akhirnya mendapat perlindungan, dan di sanalah Penebus dunia dilahirkan. [KSZ1 36.2]

Manusia tidak mengetahuinya, akan tetapi berita itu memenuhi surga dengan sukacita. Dengan perhatian yang lebih dalam dan lebih halus, makhluk-makhluk suci dari dunia terang turun ke bumi. Seluruh dunia lebih gemerlap karena hadirat-Nya. Di atas bukit-bukit Betlehem berkumpullah sepasukan malaikat yang tak terhitung banyaknya. Mereka itu menantikan tanda untuk memaklumkan kabar gembira itu kepada dunia. Sekiranya para pemimpin Israel setia pada tugas yang diamanatkan kepada mereka tentu mereka dapat turut menikmati kegirangan menyiarkan kelahiran Yesus itu. Tetapi kini mereka terlewat begitu saja. [KSZ1 37.1]

Allah bersabda, “Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan Iebat ke atas tempat yang kering.” “Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar.” Yes. 44:3; Mzm. 112:4. Bagi mereka yang mencari terang dan yang menerimanya dengan sukacita, cahaya terang dari takhta Allah akan bersinar. [KSZ1 37.2]