Hari 7: Pasal 21 - BETESDA DAN SANHEDRIN
14 November 2026 · Hari 7

Hari 7: Pasal 21 - BETESDA DAN SANHEDRIN

Halaman 220-221 | Pasal 21, Paragraf 43-48 | KSZ1 220.1-KSZ1 221.4

Ayat Inti

Yohanes 5:8

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 19 membaca Bab 21: Betesda dan Sanhedrin. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 220.1 Yesus berkata, “Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.” Bukannya pengaruh Sanhedrin, atau kuasa mereka yang dirindukan-Nya. Ia tidak akan menerima kehormatan dari persetujuan mereka. Ia disirami dengan kehormatan dan kuasa dari surga. Jikalau Ia mengingini kehormatan itu, maka malaikat-malaikat akan datang untuk menghormati Dia; dan Allah Bapa pun akan menyatakan Keilahian-Nya. Tetapi untuk kepentingan mereka itu, dan kepentingan bangsanya, di mana mereka adalah sebagai pemimpin-pemimpinnya, Ia mengingini agar penghulu Yahudi akan melihat tabiat-Nya dan menerima berkat-berkat yang dibawa-Nya kepada mereka itu.

KSZ1 220.2 “Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.” Yesus telah datang dengan kuasa Allah, membawa peta-Nya, menggenapi firman-Nya, dan mencari kemuliaan-Nya, tetapi Ia tidak diterima oleh para pemimpin Israel; tetapi bila orang lain akan datang dengan memakai nama Kristus, tetapi menurut kemauan mereka sendiri dan mencari kemuliaan mereka sendiri, mereka akan diterima. Dan mengapa? Karena ia yang mencari kemuliaannya sendiri biasanya disambut baik oleh roh kerinduan meninggikan dirinya lebih dari orang lain. Halhal inilah yang disetujui oleh orang banyak. Mereka menerima guru palsu karena memuja kesombongan mereka itu dan meninggikan pendapat dan tradisi mereka yang dibanggakan itu. Tetapi ajaran Kristus tidak sesuai dengan pendapat mereka itu. Ajaran itu bersifat rohani, dan menuntut penyangkalan diri; oleh sebab itu mereka tidak menerima ajaran itu. Mereka tidak mengenal Allah, dan bagi mereka itu suara-Nya melalui Kristus adalah sebagai suara seorang asing.

KSZ1 221.1 Bukankah hal yang sama pula telah terulang pada zaman kita ini? Bu-kankah banyak orang sampai kepada para pemimpin agama sedang me-ngeraskan hati mereka itu dalam menentang Roh Suci sehingga mereka tidak lagi mengenal suara Allah? Bukankah mereka itu sedang menolak firman Allah, agar mereka dapat memelihara tradisi mereka itu sendiri?

KSZ1 221.2 “Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa,” kata Yesus, “Tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?” Kristuslah yang telah berkata kepada orang Israel melalui Musa. Jika mereka mendengar suara Ilahi yang berkata melalui pemimpin besar mereka, mereka akan mengenal suara itu dalam ajaran Kristus. Jikalau mereka percaya pada Musa, mereka harus percaya akan Dia yang telah dituliskan oleh Musa.

KSZ1 221.3 Yesus telah mengetahui bahwa imam-imam dan rabi-rabi berniat untuk membunuh Dia; tetapi dengan jelas la telah menerangkan kepada mereka itu tentang persatuan-Nya dengan Bapa, dan hubungan-Nya dengan dunia ini. Mereka melihat bahwa tuduhan mereka terhadap Dia tidak beralasan sama sekali, tetapi kebencian dalam hati mereka belum juga padam. Mereka menjadi takut, bila mereka menyaksikan kuasa yang besar berada dalam pekerjaan-Nya; tetapi mereka tetap menolak panggilan-Nya, dan menutup diri mereka dalam kegelapan.

KSZ1 221.4 Secara nyata mereka telah gagal untuk meruntuhkan kekuasaan Yesus, atau menarik penghargaan dan perhatian orang banyak yang mana terbanyak dari orang-orang itu telah digerakkan oleh firman-Nya. Penghulu-penghulu itu sendiri telah merasa sangat takut bila Ia menyatakan kesalahan yang bersarang dalam angan-angan hati mereka; tetapi hal ini hanyalah menjadikan mereka bertambah ganas melawan Dia. Mereka berniat akan membunuh Dia. Mereka mengirim utusan ke seluruh negeri untuk menghasut orang agar menentang Yesus sebagai seorang penipu. Mata-mata telah dikirim untuk mengamat-amati Dia dan melaporkan apa yang telah dikatakan dan diperbuat-Nya. Juruselamat yang indah kini agak lebih jelas sedang berdiri di bawah bayangan salib.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

14 November 2026 | Hari 7
Hari 7: Pasal 21 - BETESDA DAN SANHEDRIN

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 21 - BETESDA DAN SANHEDRIN
Halaman 220-221 | Pasal 21, Paragraf 43-48 | KSZ1 220.1-KSZ1 221.4

Ayat Inti:
Yohanes 5:8
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 19 membaca Bab 21: Betesda dan Sanhedrin. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-19-hari-7-2026-11-14

Teks Lengkap:

Yesus berkata, “Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.” Bukannya pengaruh Sanhedrin, atau kuasa mereka yang dirindukan-Nya. Ia tidak akan menerima kehormatan dari persetujuan mereka. Ia disirami dengan kehormatan dan kuasa dari surga. Jikalau Ia mengingini kehormatan itu, maka malaikat-malaikat akan datang untuk menghormati Dia; dan Allah Bapa pun akan menyatakan Keilahian-Nya. Tetapi untuk kepentingan mereka itu, dan kepentingan bangsanya, di mana mereka adalah sebagai pemimpin-pemimpinnya, Ia mengingini agar penghulu Yahudi akan melihat tabiat-Nya dan menerima berkat-berkat yang dibawa-Nya kepada mereka itu. [KSZ1 220.1]

“Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.” Yesus telah datang dengan kuasa Allah, membawa peta-Nya, menggenapi firman-Nya, dan mencari kemuliaan-Nya, tetapi Ia tidak diterima oleh para pemimpin Israel; tetapi bila orang lain akan datang dengan memakai nama Kristus, tetapi menurut kemauan mereka sendiri dan mencari kemuliaan mereka sendiri, mereka akan diterima. Dan mengapa? Karena ia yang mencari kemuliaannya sendiri biasanya disambut baik oleh roh kerinduan meninggikan dirinya lebih dari orang lain. Halhal inilah yang disetujui oleh orang banyak. Mereka menerima guru palsu karena memuja kesombongan mereka itu dan meninggikan pendapat dan tradisi mereka yang dibanggakan itu. Tetapi ajaran Kristus tidak sesuai dengan pendapat mereka itu. Ajaran itu bersifat rohani, dan menuntut penyangkalan diri; oleh sebab itu mereka tidak menerima ajaran itu. Mereka tidak mengenal Allah, dan bagi mereka itu suara-Nya melalui Kristus adalah sebagai suara seorang asing. [KSZ1 220.2]

Bukankah hal yang sama pula telah terulang pada zaman kita ini? Bu-kankah banyak orang sampai kepada para pemimpin agama sedang me-ngeraskan hati mereka itu dalam menentang Roh Suci sehingga mereka tidak lagi mengenal suara Allah? Bukankah mereka itu sedang menolak firman Allah, agar mereka dapat memelihara tradisi mereka itu sendiri? [KSZ1 221.1]

“Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa,” kata Yesus, “Tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?” Kristuslah yang telah berkata kepada orang Israel melalui Musa. Jika mereka mendengar suara Ilahi yang berkata melalui pemimpin besar mereka, mereka akan mengenal suara itu dalam ajaran Kristus. Jikalau mereka percaya pada Musa, mereka harus percaya akan Dia yang telah dituliskan oleh Musa. [KSZ1 221.2]

Yesus telah mengetahui bahwa imam-imam dan rabi-rabi berniat untuk membunuh Dia; tetapi dengan jelas la telah menerangkan kepada mereka itu tentang persatuan-Nya dengan Bapa, dan hubungan-Nya dengan dunia ini. Mereka melihat bahwa tuduhan mereka terhadap Dia tidak beralasan sama sekali, tetapi kebencian dalam hati mereka belum juga padam. Mereka menjadi takut, bila mereka menyaksikan kuasa yang besar berada dalam pekerjaan-Nya; tetapi mereka tetap menolak panggilan-Nya, dan menutup diri mereka dalam kegelapan. [KSZ1 221.3]

Secara nyata mereka telah gagal untuk meruntuhkan kekuasaan Yesus, atau menarik penghargaan dan perhatian orang banyak yang mana terbanyak dari orang-orang itu telah digerakkan oleh firman-Nya. Penghulu-penghulu itu sendiri telah merasa sangat takut bila Ia menyatakan kesalahan yang bersarang dalam angan-angan hati mereka; tetapi hal ini hanyalah menjadikan mereka bertambah ganas melawan Dia. Mereka berniat akan membunuh Dia. Mereka mengirim utusan ke seluruh negeri untuk menghasut orang agar menentang Yesus sebagai seorang penipu. Mata-mata telah dikirim untuk mengamat-amati Dia dan melaporkan apa yang telah dikatakan dan diperbuat-Nya. Juruselamat yang indah kini agak lebih jelas sedang berdiri di bawah bayangan salib. [KSZ1 221.4]