13 November 2026 · Hari 6
Hari 6: Pasal 21 - BETESDA DAN SANHEDRIN
Halaman 218-219 | Pasal 21, Paragraf 36-42 | KSZ1 218.2-KSZ1 219.4
Ayat Inti
Yohanes 5:8
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 19 membaca Bab 21: Betesda dan Sanhedrin. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 218.2 Memohon agar pendengar-pendengar-Nya jangan heran, Kristus telah membuka di hadapan mereka itu dengan pandangan yang lebih luas akan rahasia masa depan. “Sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.” Yohanes 5:28, 29.
KSZ1 218.3 Jaminan hidup masa depan ini, yang telah lama dinanti-nantikan oleh orang Yahudi, dan telah diharapkan untuk diterima pada waktu kedatangan Mesias. Satu-satunya cahaya yang dapat menerangi kegelapan kubur, sedang bersinar di hadapan mereka itu. Tetapi mereka dibutakan oleh perasaan cinta diri. Yesus telah melanggar tradisi rabi-rabi, dan tidak menghormati lagi kekuasaan mereka; maka itulah sebabnya mereka tidak percaya.
KSZ1 218.4 Waktu, tempat, peristiwa, dan tegangnya perasaan yang menguasai orang banyak itu, semuanya digabungkan untuk menjadikan perkataan Yesus di hadapan Sanhedrin itu sangat berkesan. Pimpinan agama tertinggi dalam bangsa itu berusaha untuk membunuh Dia yang menyatakan diri-Nya sebagai pembangun bangsa Israel. Tuhan hari Sabat diadili di hadapan pengadilan duniawi untuk menjawab tuduhan karena telah melanggar hukum hari Sabat. Apabila dengan berani Ia menyatakan pekerjaan-Nya, hakim-hakim memandang kepada-Nya dengan keheranan dan kemarahan; tetapi perkataan-Nya tidak dapat dijawab. Mereka tidak dapat menghukum Dia. Ia menolak hak imam-imam dan rabi-rabi untuk bertanya pada-Nya, atau mencampuri pekerjaan-Nya. Mereka tidak mendapat kekuasaan seperti itu. Pengakuan mereka itu didasarkan atas kesombongan dan kecongkakan. Ia menolak akan kesalahan menurut tuduhan mereka, atau diajar oleh mereka itu.
KSZ1 219.1 Gantinya Ia meminta maaf atas perbuatan-Nya karenanya Ia diperintahkan untuk menjelaskan alasan-Nya dalam berbuat itu, Yesus telah membalikkan hal itu kepada penghulu-penghulu, dengan demikian yang dituduh telah menjadi penuduh. Ia telah menegur mereka karena kekerasan hati mereka, dan kebodohan mereka mengenai Alkitab. Ia berkata bahwa mereka itu telah menolak Dia yang telah diutus oleh Allah. “Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku.” Yohanes 5:39.
KSZ1 219.2 Dalam tiap-tiap halaman, baik sejarah, atau ajaran, atau nubuatan, Per-janjian Lama disinari oleh kemuliaan Anak Allah. Sebegitu jauh sebagai suatu lembaga Ilahi seluruh peraturan Yahudi adalah himpunan nubuatan Injil. Kepada Kristus “segala nabi-nabi pun menyaksikan.” Kisah 10:43. Dari perjanjian yang diberikan kepada Adam, sampai kepada bapa-bapa dan orang percaya terang surga yang mulia itu menjelaskan jejak-jejak Penebus. Orang Majus melihat Bintang Betlehem, Silo yang akan datang, sementara perkara-perkara masa depan lalu di hadapan mereka itu dalam suatu cara yang misterius. Dalam tiap pengorbanan, kematian Kristus ditunjukkan. Dalam tiap asap dupa, kebenaran-Nya naik. Dalam tiap bunyi nafiri, nama-Nya yang dibunyikan. Dalam kehebatan tempat yang suci dari yang mahasuci, di sana kemuliaan-Nya berdiam.
KSZ1 219.3 Orang Yahudi memiliki Kitab Suci, dan menyangka bahwa dengan pengetahuan mereka secara luar saja, mereka telah beroleh hidup yang kekal. Tetapi Yesus berkata, “firman-Nya tidak menetap di dalam hatimu.” Dengan menolak perkataan Kristus, mereka menolak diri Yesus sendiri. “Namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu,” kata-Nya.
KSZ1 219.4 Para pemimpin Yahudi telah mempelajari ajaran nubuatan mengenai kerajaan Mesias; tetapi mereka telah berbuat hal ini bukan dengan kerinduan yang sungguh-sungguh untuk mengetahui kebenaran, tetapi dengan maksud untuk mencari bukti untuk mempertahankan harapan mereka. Bila Kristus telah datang dalam cara yang bertentangan dengan harapan mereka, maka mereka tidak menerima Dia; dan untuk membenarkan diri mereka itu, mereka coba membuktikan bahwa Ia adalah seorang penipu. Sekali mereka telah meletakkan kaki mereka di atas jalan ini, maka mudahlah bagi Setan untuk menguatkan perlawanan mereka terhadap Kristus. Perkataan-perkataan yang sepatutnya diterima sebagai bukti Keilahian-Nya, telah dibalikkan untuk melawan Dia. Dengan jalan ini mereka mengubah kebenaran Allah itu kepada dusta, dan makin langsung Juruselamat berkata pada mereka dalam pekerjaan rahmat-Nya, makin tegas mereka menolak terang itu.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
13 November 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 21 - BETESDA DAN SANHEDRIN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 21 - BETESDA DAN SANHEDRIN
Halaman 218-219 | Pasal 21, Paragraf 36-42 | KSZ1 218.2-KSZ1 219.4
Ayat Inti:
Yohanes 5:8
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 19 membaca Bab 21: Betesda dan Sanhedrin. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-19-hari-6-2026-11-13
Teks Lengkap:
Memohon agar pendengar-pendengar-Nya jangan heran, Kristus telah membuka di hadapan mereka itu dengan pandangan yang lebih luas akan rahasia masa depan. “Sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.” Yohanes 5:28, 29. [KSZ1 218.2]
Jaminan hidup masa depan ini, yang telah lama dinanti-nantikan oleh orang Yahudi, dan telah diharapkan untuk diterima pada waktu kedatangan Mesias. Satu-satunya cahaya yang dapat menerangi kegelapan kubur, sedang bersinar di hadapan mereka itu. Tetapi mereka dibutakan oleh perasaan cinta diri. Yesus telah melanggar tradisi rabi-rabi, dan tidak menghormati lagi kekuasaan mereka; maka itulah sebabnya mereka tidak percaya. [KSZ1 218.3]
Waktu, tempat, peristiwa, dan tegangnya perasaan yang menguasai orang banyak itu, semuanya digabungkan untuk menjadikan perkataan Yesus di hadapan Sanhedrin itu sangat berkesan. Pimpinan agama tertinggi dalam bangsa itu berusaha untuk membunuh Dia yang menyatakan diri-Nya sebagai pembangun bangsa Israel. Tuhan hari Sabat diadili di hadapan pengadilan duniawi untuk menjawab tuduhan karena telah melanggar hukum hari Sabat. Apabila dengan berani Ia menyatakan pekerjaan-Nya, hakim-hakim memandang kepada-Nya dengan keheranan dan kemarahan; tetapi perkataan-Nya tidak dapat dijawab. Mereka tidak dapat menghukum Dia. Ia menolak hak imam-imam dan rabi-rabi untuk bertanya pada-Nya, atau mencampuri pekerjaan-Nya. Mereka tidak mendapat kekuasaan seperti itu. Pengakuan mereka itu didasarkan atas kesombongan dan kecongkakan. Ia menolak akan kesalahan menurut tuduhan mereka, atau diajar oleh mereka itu. [KSZ1 218.4]
Gantinya Ia meminta maaf atas perbuatan-Nya karenanya Ia diperintahkan untuk menjelaskan alasan-Nya dalam berbuat itu, Yesus telah membalikkan hal itu kepada penghulu-penghulu, dengan demikian yang dituduh telah menjadi penuduh. Ia telah menegur mereka karena kekerasan hati mereka, dan kebodohan mereka mengenai Alkitab. Ia berkata bahwa mereka itu telah menolak Dia yang telah diutus oleh Allah. “Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku.” Yohanes 5:39. [KSZ1 219.1]
Dalam tiap-tiap halaman, baik sejarah, atau ajaran, atau nubuatan, Per-janjian Lama disinari oleh kemuliaan Anak Allah. Sebegitu jauh sebagai suatu lembaga Ilahi seluruh peraturan Yahudi adalah himpunan nubuatan Injil. Kepada Kristus “segala nabi-nabi pun menyaksikan.” Kisah 10:43. Dari perjanjian yang diberikan kepada Adam, sampai kepada bapa-bapa dan orang percaya terang surga yang mulia itu menjelaskan jejak-jejak Penebus. Orang Majus melihat Bintang Betlehem, Silo yang akan datang, sementara perkara-perkara masa depan lalu di hadapan mereka itu dalam suatu cara yang misterius. Dalam tiap pengorbanan, kematian Kristus ditunjukkan. Dalam tiap asap dupa, kebenaran-Nya naik. Dalam tiap bunyi nafiri, nama-Nya yang dibunyikan. Dalam kehebatan tempat yang suci dari yang mahasuci, di sana kemuliaan-Nya berdiam. [KSZ1 219.2]
Orang Yahudi memiliki Kitab Suci, dan menyangka bahwa dengan pengetahuan mereka secara luar saja, mereka telah beroleh hidup yang kekal. Tetapi Yesus berkata, “firman-Nya tidak menetap di dalam hatimu.” Dengan menolak perkataan Kristus, mereka menolak diri Yesus sendiri. “Namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu,” kata-Nya. [KSZ1 219.3]
Para pemimpin Yahudi telah mempelajari ajaran nubuatan mengenai kerajaan Mesias; tetapi mereka telah berbuat hal ini bukan dengan kerinduan yang sungguh-sungguh untuk mengetahui kebenaran, tetapi dengan maksud untuk mencari bukti untuk mempertahankan harapan mereka. Bila Kristus telah datang dalam cara yang bertentangan dengan harapan mereka, maka mereka tidak menerima Dia; dan untuk membenarkan diri mereka itu, mereka coba membuktikan bahwa Ia adalah seorang penipu. Sekali mereka telah meletakkan kaki mereka di atas jalan ini, maka mudahlah bagi Setan untuk menguatkan perlawanan mereka terhadap Kristus. Perkataan-perkataan yang sepatutnya diterima sebagai bukti Keilahian-Nya, telah dibalikkan untuk melawan Dia. Dengan jalan ini mereka mengubah kebenaran Allah itu kepada dusta, dan makin langsung Juruselamat berkata pada mereka dalam pekerjaan rahmat-Nya, makin tegas mereka menolak terang itu. [KSZ1 219.4]