12 November 2026 · Hari 5
Hari 5: Pasal 21 - BETESDA DAN SANHEDRIN
Halaman 215-218 | Pasal 21, Paragraf 29-35 | KSZ1 215.2-KSZ1 218.1
Ayat Inti
Yohanes 5:8
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 19 membaca Bab 21: Betesda dan Sanhedrin. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 215.2 Tetapi bani Israel telah memilih jalan mereka sendiri. Mereka telah membangun tidak sesuai dengan contoh; tetapi Kristus, Bait Suci yang benar bagi tempat kediaman Allah itu, telah membentuk seluk beluk hidup-Nya yang terkecil pun di atas dunia ini sesuai dengan cita-cita Allah. Ia berkata, “Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Aliahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.” Mazmur 40:9. Oleh sebab itu tabiat kita harus dibangunkan “untuk menjadi suatu tempat kediaman Allah oleh Roh-Nya.” Dan kita patut “turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh” “karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” Efesus 2:22; Ibrani 8:5; I Petrus 2:21.
KSZ1 216.1 Perkataan-perkataan Kristus menandaskan bahwa kita patut menganggap diri kita sebagai suatu ikatan yang tidak dapat dipisahkan dan Bapa di surga. Apa saja kedudukan kita, kita patut bergantung kepada Allah, karena segala nasib ada di tangan-Nya. Ia telah menetapkan pekerjaan kita dan telah menyediakan kita dengan kesanggupan dan sarana bagi pekerjaan itu. Selama kita menyerahkan kehendak kita kepada Allah, dan menaruh harap kepada kekuatan dan hikmat-Nya, kita akan dipimpin ke jalan yang aman, untuk menggenapi bagian kita yang telah itentukan di dalam rencana-Nya yang besar itu. Tetapi seorang yang bergantung hanya pada kepintaran dan kuasanya sendiri akan memisahkan dirinya dari Allah. Gantinya bekerja sama dengan Kristus, ia sedang menggenapi rencana musuh Allah dan manusia.
KSZ1 216.2 Seterusnya Juruselamat berkata: ‘’Sebab apa yang dikenakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.... Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. Orang Saduki percaya bahwa tidak ada kebangkitan tubuh; tetapi Yesus berkata kepada mereka itu bahwa salah satu pekerjaan yang terbesar dari Bapa-Nya ialah membangkitkan orang mati, dan bahwa Ia sendiri mempunyai kuasa untuk melakukan pekerjaan yang sama. “Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya akan hidup. Orang Farisi percaya pada kebangkitan orang mati. Kristus menyatakan bahwa sampai saat ini kuasa yang memberikan hidup kepada orang mati berada di antara mereka, dan mereka harus melihat kenyataannya. Kuasa kebangkitan sama yang memberikan kehidupan kepada jiwa yang “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.” Efesus 2:1. Roh kehidupan di dalam Kristus Yesus, “Kuasa kebangkitannya,” membebaskan manusia dari ‘’hukum dosa dan maut itu.” Flp. 3:10; Rm. 8:2. Kerajaan kejahatan diruntuhkan, dan melalui iman jiwa dipelihara dari dosa. Ia yang membuka hatinya bagi Roh Kristus akan mendapat bagian dalam kuasa yang hebat itu yang akan membangkitkan tubuhnya dari dalam kubur.
KSZ1 216.3 Seorang Nazaret yang rendah hati menyatakan keagungan-Nya yang sebenarnya. Ia naik tinggi melebihi kemanusiaan, membuang segala samaran dosa dan malu, dan tegak berdiri sebagai seorang malaikat agung, sebagai Anak Allah, seorang yang bersama Khalik semesta alam. Para pendengar-Nya tercengang. Tidak seorang yang pernah berkata seperti Dia atau yang membawa diri-Nya yang seagung Dia. Ucapan-Nya terang dan jelas, menyatakan pekerjaan-Nya, dan kewajiban dunia ini. “Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Di. . . . Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.”
KSZ1 217.1 Imam-imam dan penghulu-penghulu telah menganggap diri mereka itu sebagai hakim, yang menghakimi pekerjaan Kristus, tetapi Ia membe-ritahukan bahwa Ia sendiri adalah hakim mereka itu, dan hakim dunia ini. Dunia ini telah diserahkan kepada Kristus dan melalui Dia telah datang segala berkat dari Allah pada umat manusia yang telah jatuh itu. Ia adalah Penebus sebelum penjelmaan-Nya. Segera setelah ada dosa, maka telah ada seorang Juruselamat. Ia telah memberikan terang dan hidup pada segala manusia, dan sesuai dengan terang yang diberikan itu, masingmasing akan diadili. Ia yang telah memberikan terang, la yang telah mengikuti jiwa-jiwa dengan cara yang lemah lembut, berusaha untuk menarik mereka itu dari dosa datang kepada kesucian, adalah Pembela dan juga Hakim. Dari permulaan pergumulan besar di surga, Setan telah mempertahankan alasan-alasannya oleh penipuan; dan Kristus sedang bekerja untuk membuka tipu dayanya dan menghancurkan kekuasaannya. Maka la yang telah menghadapi penipuan dan sepanjang zaman berusaha bergumul untuk menyentak tawanan-tawanan dosa dari genggamannya, Ia juga yang akan menjatuhkan hukuman pada tiap-tiap jiwa.
KSZ1 217.2 Dan Allah “telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.” Oleh karena Ia telah merasakan segala kepahitan penderitaan dan pencobaan manusia, dan mengerti akan kele-mahan dan dosa manusia; karena untuk kepentingan kita, dengan gagah Ia telah melawan penggodaan Setan, dan dengan adil dan lemah lembut ia akan memperlakukan jiwa-jiwa yang telah mengakibatkan tertumpahnya darah-Nya untuk menyelamatkan mereka itu, oleh karena ini, Anak manusia ditentukan untuk menjalankan pehukuman.
KSZ1 218.1 Tetapi pekerjaan Kristus bukanlah untuk menghukum, melainkan untuk menyelamatkan. “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” Yohanes 3:17. Dan di hadapan Sanhedrin Yesus berkata, “Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” Yohanes 5:24.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
12 November 2026 | Hari 5
Hari 5: Pasal 21 - BETESDA DAN SANHEDRIN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 21 - BETESDA DAN SANHEDRIN
Halaman 215-218 | Pasal 21, Paragraf 29-35 | KSZ1 215.2-KSZ1 218.1
Ayat Inti:
Yohanes 5:8
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 19 membaca Bab 21: Betesda dan Sanhedrin. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-19-hari-5-2026-11-12
Teks Lengkap:
Tetapi bani Israel telah memilih jalan mereka sendiri. Mereka telah membangun tidak sesuai dengan contoh; tetapi Kristus, Bait Suci yang benar bagi tempat kediaman Allah itu, telah membentuk seluk beluk hidup-Nya yang terkecil pun di atas dunia ini sesuai dengan cita-cita Allah. Ia berkata, “Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Aliahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.” Mazmur 40:9. Oleh sebab itu tabiat kita harus dibangunkan “untuk menjadi suatu tempat kediaman Allah oleh Roh-Nya.” Dan kita patut “turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh” “karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” Efesus 2:22; Ibrani 8:5; I Petrus 2:21. [KSZ1 215.2]
Perkataan-perkataan Kristus menandaskan bahwa kita patut menganggap diri kita sebagai suatu ikatan yang tidak dapat dipisahkan dan Bapa di surga. Apa saja kedudukan kita, kita patut bergantung kepada Allah, karena segala nasib ada di tangan-Nya. Ia telah menetapkan pekerjaan kita dan telah menyediakan kita dengan kesanggupan dan sarana bagi pekerjaan itu. Selama kita menyerahkan kehendak kita kepada Allah, dan menaruh harap kepada kekuatan dan hikmat-Nya, kita akan dipimpin ke jalan yang aman, untuk menggenapi bagian kita yang telah itentukan di dalam rencana-Nya yang besar itu. Tetapi seorang yang bergantung hanya pada kepintaran dan kuasanya sendiri akan memisahkan dirinya dari Allah. Gantinya bekerja sama dengan Kristus, ia sedang menggenapi rencana musuh Allah dan manusia. [KSZ1 216.1]
Seterusnya Juruselamat berkata: ‘’Sebab apa yang dikenakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.... Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. Orang Saduki percaya bahwa tidak ada kebangkitan tubuh; tetapi Yesus berkata kepada mereka itu bahwa salah satu pekerjaan yang terbesar dari Bapa-Nya ialah membangkitkan orang mati, dan bahwa Ia sendiri mempunyai kuasa untuk melakukan pekerjaan yang sama. “Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya akan hidup. Orang Farisi percaya pada kebangkitan orang mati. Kristus menyatakan bahwa sampai saat ini kuasa yang memberikan hidup kepada orang mati berada di antara mereka, dan mereka harus melihat kenyataannya. Kuasa kebangkitan sama yang memberikan kehidupan kepada jiwa yang “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.” Efesus 2:1. Roh kehidupan di dalam Kristus Yesus, “Kuasa kebangkitannya,” membebaskan manusia dari ‘’hukum dosa dan maut itu.” Flp. 3:10; Rm. 8:2. Kerajaan kejahatan diruntuhkan, dan melalui iman jiwa dipelihara dari dosa. Ia yang membuka hatinya bagi Roh Kristus akan mendapat bagian dalam kuasa yang hebat itu yang akan membangkitkan tubuhnya dari dalam kubur. [KSZ1 216.2]
Seorang Nazaret yang rendah hati menyatakan keagungan-Nya yang sebenarnya. Ia naik tinggi melebihi kemanusiaan, membuang segala samaran dosa dan malu, dan tegak berdiri sebagai seorang malaikat agung, sebagai Anak Allah, seorang yang bersama Khalik semesta alam. Para pendengar-Nya tercengang. Tidak seorang yang pernah berkata seperti Dia atau yang membawa diri-Nya yang seagung Dia. Ucapan-Nya terang dan jelas, menyatakan pekerjaan-Nya, dan kewajiban dunia ini. “Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Di. . . . Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.” [KSZ1 216.3]
Imam-imam dan penghulu-penghulu telah menganggap diri mereka itu sebagai hakim, yang menghakimi pekerjaan Kristus, tetapi Ia membe-ritahukan bahwa Ia sendiri adalah hakim mereka itu, dan hakim dunia ini. Dunia ini telah diserahkan kepada Kristus dan melalui Dia telah datang segala berkat dari Allah pada umat manusia yang telah jatuh itu. Ia adalah Penebus sebelum penjelmaan-Nya. Segera setelah ada dosa, maka telah ada seorang Juruselamat. Ia telah memberikan terang dan hidup pada segala manusia, dan sesuai dengan terang yang diberikan itu, masingmasing akan diadili. Ia yang telah memberikan terang, la yang telah mengikuti jiwa-jiwa dengan cara yang lemah lembut, berusaha untuk menarik mereka itu dari dosa datang kepada kesucian, adalah Pembela dan juga Hakim. Dari permulaan pergumulan besar di surga, Setan telah mempertahankan alasan-alasannya oleh penipuan; dan Kristus sedang bekerja untuk membuka tipu dayanya dan menghancurkan kekuasaannya. Maka la yang telah menghadapi penipuan dan sepanjang zaman berusaha bergumul untuk menyentak tawanan-tawanan dosa dari genggamannya, Ia juga yang akan menjatuhkan hukuman pada tiap-tiap jiwa. [KSZ1 217.1]
Dan Allah “telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.” Oleh karena Ia telah merasakan segala kepahitan penderitaan dan pencobaan manusia, dan mengerti akan kele-mahan dan dosa manusia; karena untuk kepentingan kita, dengan gagah Ia telah melawan penggodaan Setan, dan dengan adil dan lemah lembut ia akan memperlakukan jiwa-jiwa yang telah mengakibatkan tertumpahnya darah-Nya untuk menyelamatkan mereka itu, oleh karena ini, Anak manusia ditentukan untuk menjalankan pehukuman. [KSZ1 217.2]
Tetapi pekerjaan Kristus bukanlah untuk menghukum, melainkan untuk menyelamatkan. “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” Yohanes 3:17. Dan di hadapan Sanhedrin Yesus berkata, “Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” Yohanes 5:24. [KSZ1 218.1]