31 Oktober 2026 · Hari 7
Hari 7: Pasal 19 - DI SUMUR YAKUB
Halaman 197-198 | Pasal 19, Paragraf 37-41 | KSZ1 197.2-KSZ1 198.2
Ayat Inti
Yohanes 4:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 17 membaca Bab 19: Di Sumur Yakub. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 197.2 Undangan Injil itu tidak boleh dipersempit, dan disampaikan hanya kepada beberapa orang pilihan saja, yang menurut dugaan kita akan menghormati kita jika mereka menerimanya. Pekabaran itu wajib disampaikan kepada semua orang. Di mana saja hati terbuka untuk menerima kebenaran, Kristus bersedia untuk mengajar mereka. Ia menyatakan Bapa kepada mereka serta perbaktian yang berkenan kepada Dia yang membaca hati. Untuk orang-orang yang demikian Ia tidak menggunakan perumpamaan. Kepada mereka, seperti kepada wanita yang di sumur itu, Ia berkata, “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”
KSZ1 197.3 Ketika Yesus duduk beristirahat di sumur Yakub itu, Ia telah datang dari Yudea, di mana pekerjaan-Nya sangat sedikit hasilnya. Ia telah ditolak oleh imam-imam dan rabi-rabi, malahan orang-orang yang mengaku sebagai murid-murid-Nya pun tidak melihat tabiat Ilahi-Nya. Ia sudah lemas dan penat namun Ia tidak melalaikan kesempatan untuk berbicara kepada seorang wanita, meskipun ia seorang asing, yang berbeda dengan orang Israel, dan hidup di dalam dosa yang nyata.
KSZ1 197.4 Juruselamat tidak menunggu himpunan banyak orang berkumpul. Acapkali Ia memulai pengajaran-Nya dengan hanya beberapa orang berkumpul di sekeliling-Nya, tetapi seorang demi seorang yang lalu di tempat itu berhenti untuk mendengar, hingga suatu kumpulan besar mendengarkan firman Allah yang diucapkan oleh Guru yang diutus dari surga itu dengan perasaan heran dan kagum. Pengerja Kristus sekali-kali jangan merasa bahwa ia tidak dapat berbicara dengan kesungguhan seperti itu kepada hanya sedikit pendengar seperti kepada kumpulan yang lebih besar. Mungkin hanya seorang yang mendengar pekabaran itu; tetapi siapakah yang dapat mengatakan berapa luasnya kelak pengarahnya? Perihal Juruselamat menggunakan waktu-Nya bagi seorang wanita Samaria tampaknya seolah-olah suatu perkara yang kecil saja, bahkan bagi murid-murid-Nya sekalipun. Tetapi Ia berbicara dengan lebih sungguh-sungguh dan lebih fasih lagi dengan dia dari dengan raja-raja, anggota-anggota majelis, atau imam-imam besar. Pelajaran yang diberikanNya kepada wanita itu telah diulang-ulangi hingga ke ujung bumi yang terjauh sekalipun.
KSZ1 198.1 Segera sesudah ia mendapat Juruselamat, wanita Samaria itu membawa orang-orang lain pula kepada-Nya. Ia membuktikan dirinya seorang pengabar Injil yang lebih cakap daripada murid-murid Tuhan sendiri. Murid-murid itu tidak melihat suatu apa pun di Samaria yang menandakan bahwa tempat itu adalah ladang yang mengandung harapan. Pikiran mereka ditujukan kepada suatu pekerjaan besar yang akan dilaksanakan di kemudian hari. Mereka tidak melihat bahwa justru di sekeliling mereka ada sebuah panen yang harus dikumpulkan. Akan tetapi dengan perantaraan wanita Samaria yang mereka benci itu seluruh penduduk kota dibawa untuk mendengarkan Juruselamat. Ia membawa terang itu dengan segera kepada orang-orang senegerinya.
KSZ1 198.2 Wanita itu menggambarkan bekerjanya iman yang praktis kepada Kristus. Tiap murid yang sejati dilahirkan ke dalam kerajaan Allah seba-gai seorang pengabar Injil. Orang yang minum air hidup itu menjadi mata air hidup pula. Penerima itu menjadi pemberi. Rahmat Kristus dalam jiwa adalah bagaikan mata air di padang belantara yang meluap-luap untuk menyegarkan semua orang, serta menjadikan mereka yang sudah hampir binasa ingin minum air hidup itu.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
31 Oktober 2026 | Hari 7
Hari 7: Pasal 19 - DI SUMUR YAKUB
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 19 - DI SUMUR YAKUB
Halaman 197-198 | Pasal 19, Paragraf 37-41 | KSZ1 197.2-KSZ1 198.2
Ayat Inti:
Yohanes 4:14
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 17 membaca Bab 19: Di Sumur Yakub. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-17-hari-7-2026-10-31
Teks Lengkap:
Undangan Injil itu tidak boleh dipersempit, dan disampaikan hanya kepada beberapa orang pilihan saja, yang menurut dugaan kita akan menghormati kita jika mereka menerimanya. Pekabaran itu wajib disampaikan kepada semua orang. Di mana saja hati terbuka untuk menerima kebenaran, Kristus bersedia untuk mengajar mereka. Ia menyatakan Bapa kepada mereka serta perbaktian yang berkenan kepada Dia yang membaca hati. Untuk orang-orang yang demikian Ia tidak menggunakan perumpamaan. Kepada mereka, seperti kepada wanita yang di sumur itu, Ia berkata, “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.” [KSZ1 197.2]
Ketika Yesus duduk beristirahat di sumur Yakub itu, Ia telah datang dari Yudea, di mana pekerjaan-Nya sangat sedikit hasilnya. Ia telah ditolak oleh imam-imam dan rabi-rabi, malahan orang-orang yang mengaku sebagai murid-murid-Nya pun tidak melihat tabiat Ilahi-Nya. Ia sudah lemas dan penat namun Ia tidak melalaikan kesempatan untuk berbicara kepada seorang wanita, meskipun ia seorang asing, yang berbeda dengan orang Israel, dan hidup di dalam dosa yang nyata. [KSZ1 197.3]
Juruselamat tidak menunggu himpunan banyak orang berkumpul. Acapkali Ia memulai pengajaran-Nya dengan hanya beberapa orang berkumpul di sekeliling-Nya, tetapi seorang demi seorang yang lalu di tempat itu berhenti untuk mendengar, hingga suatu kumpulan besar mendengarkan firman Allah yang diucapkan oleh Guru yang diutus dari surga itu dengan perasaan heran dan kagum. Pengerja Kristus sekali-kali jangan merasa bahwa ia tidak dapat berbicara dengan kesungguhan seperti itu kepada hanya sedikit pendengar seperti kepada kumpulan yang lebih besar. Mungkin hanya seorang yang mendengar pekabaran itu; tetapi siapakah yang dapat mengatakan berapa luasnya kelak pengarahnya? Perihal Juruselamat menggunakan waktu-Nya bagi seorang wanita Samaria tampaknya seolah-olah suatu perkara yang kecil saja, bahkan bagi murid-murid-Nya sekalipun. Tetapi Ia berbicara dengan lebih sungguh-sungguh dan lebih fasih lagi dengan dia dari dengan raja-raja, anggota-anggota majelis, atau imam-imam besar. Pelajaran yang diberikanNya kepada wanita itu telah diulang-ulangi hingga ke ujung bumi yang terjauh sekalipun. [KSZ1 197.4]
Segera sesudah ia mendapat Juruselamat, wanita Samaria itu membawa orang-orang lain pula kepada-Nya. Ia membuktikan dirinya seorang pengabar Injil yang lebih cakap daripada murid-murid Tuhan sendiri. Murid-murid itu tidak melihat suatu apa pun di Samaria yang menandakan bahwa tempat itu adalah ladang yang mengandung harapan. Pikiran mereka ditujukan kepada suatu pekerjaan besar yang akan dilaksanakan di kemudian hari. Mereka tidak melihat bahwa justru di sekeliling mereka ada sebuah panen yang harus dikumpulkan. Akan tetapi dengan perantaraan wanita Samaria yang mereka benci itu seluruh penduduk kota dibawa untuk mendengarkan Juruselamat. Ia membawa terang itu dengan segera kepada orang-orang senegerinya. [KSZ1 198.1]
Wanita itu menggambarkan bekerjanya iman yang praktis kepada Kristus. Tiap murid yang sejati dilahirkan ke dalam kerajaan Allah seba-gai seorang pengabar Injil. Orang yang minum air hidup itu menjadi mata air hidup pula. Penerima itu menjadi pemberi. Rahmat Kristus dalam jiwa adalah bagaikan mata air di padang belantara yang meluap-luap untuk menyegarkan semua orang, serta menjadikan mereka yang sudah hampir binasa ingin minum air hidup itu. [KSZ1 198.2]