Hari 4: Pasal 17 - NIKODEMUS
14 Oktober 2026 · Hari 4

Hari 4: Pasal 17 - NIKODEMUS

Halaman 173-174 | Pasal 17, Paragraf 16-20 | KSZ1 173.3-KSZ1 174.3

Ayat Inti

Yohanes 3:16

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 15 membaca Bab 17: Nikodemus. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 173.3 Sedang Yesus berbicara, seberkas sinar kebenaran menembusi pikiran penghulu itu. Pengaruh yang menghaluskan dan menaklukkan dari Roh Kudus mendatangkan kesan ke dalam hatinya. Namun ia belum mengerti betul ucapan Juruselamat itu. Ia tidak begitu tertarik oleh pentingnya kelahiran baru seperti oleh cara pelaksanaannya. Berkatalah ia dengan heran, “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?”

KSZ1 173.4 “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?” tanya Yesus. Tentu saja seorang yang dipercayakan untuk membe-rikan pengajaran keagamaan kepada masyarakat luas tidaklah patut tidak mengetahui akan kebenaran yang begitu penting. Ucapan-Nya itu memberikan pelajaran bahwa gantinya merasa tidak senang akan ucapan-ucapan kebenaran yang tegas, Nikodemus seharusnya beroleh pandangan yang rendah hati akan dirinya karena ia kurang mengetahui akan perkara rohani itu. Namun Kristus berbicara dengan keagungan yang penuh hikmat dan baik pandangan maupun nada suara-Nya mengungkapkan kasih yang sungguh-sungguh, sehingga Nikodemus tidak sakit hati ketika ia mengetahui keadaannya yang hina itu.

KSZ1 174.1 Akan tetapi tatkala Yesus menjelaskan bahwa pekerjaan-Nya di dunia ini adalah untuk mendirikan kerajaan rohani gantinya kerajaan duniawi, pendengar-Nya itu merasa susah. Melihat ini Yesus menambahkan, Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi?” Jikalau Nikodemus tidak dapat menerima pengajaran Kristus itu, yang melukiskan pekerjaan rahmat di dalam hati, bagaimanakah ia dapat mengerti sifat kerajaan semawi-Nya yang mulia itu? Tanpa mengerti sifat pekerjaan Kristus di dunia ini, maka tak akan dapatlah ia mengerti pekerjaan-Nya di dalam surga.

KSZ1 174.2 Orang Yahudi yang telah diusir Yesus dari Bait Suci mengaku sebagai anak-anak Ibrahim, tetapi mereka itu lari dari hadirat Juruselamat karena mereka tidak tahan melihat kemuliaan Allah yang dinyatakan dalam Dia. Dengan demikian mereka membuktikan bahwa mereka tidak dilayakkan oleh rahmat Allah untuk mengambil bagian dalam upacara-upacara Bait Suci yang kudus itu. Mereka rajin memelihara kesucian secara lahir saja, tetapi mereka melalaikan kesucian hati. Meskipun mereka menurut hukum itu secara harfiah, namun mereka senantiasa melanggar jiwa hukum itu. Keperluan mereka yang besar ialah justru perubahan yang se-dang dijelaskan Kristus kepada Nikodemus, kelahiran akhlak yang baru, pembersihan dari dosa, dan pembaruan pengetahuan dan kesucian.

KSZ1 174.3 Tidak ada maaf bagi kebutaan bangsa Israel dalam hal pekerjaan kela-hiran baru. Oleh ilham Roh Kudus, Nabi Yesaya telah menulis, ‘’Demi-kianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor.” Daud telah berdoa, “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaruilah batinku dengan roh yang teguh.” Dan oleh Yehezkiel janji telah diberikan, ‘’Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.” Yesaya 64:6; Mazmur 51:10; Yehezkiel 36:26,27.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

14 Oktober 2026 | Hari 4
Hari 4: Pasal 17 - NIKODEMUS

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 17 - NIKODEMUS
Halaman 173-174 | Pasal 17, Paragraf 16-20 | KSZ1 173.3-KSZ1 174.3

Ayat Inti:
Yohanes 3:16
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 15 membaca Bab 17: Nikodemus. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-15-hari-4-2026-10-14

Teks Lengkap:

Sedang Yesus berbicara, seberkas sinar kebenaran menembusi pikiran penghulu itu. Pengaruh yang menghaluskan dan menaklukkan dari Roh Kudus mendatangkan kesan ke dalam hatinya. Namun ia belum mengerti betul ucapan Juruselamat itu. Ia tidak begitu tertarik oleh pentingnya kelahiran baru seperti oleh cara pelaksanaannya. Berkatalah ia dengan heran, “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” [KSZ1 173.3]

“Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?” tanya Yesus. Tentu saja seorang yang dipercayakan untuk membe-rikan pengajaran keagamaan kepada masyarakat luas tidaklah patut tidak mengetahui akan kebenaran yang begitu penting. Ucapan-Nya itu memberikan pelajaran bahwa gantinya merasa tidak senang akan ucapan-ucapan kebenaran yang tegas, Nikodemus seharusnya beroleh pandangan yang rendah hati akan dirinya karena ia kurang mengetahui akan perkara rohani itu. Namun Kristus berbicara dengan keagungan yang penuh hikmat dan baik pandangan maupun nada suara-Nya mengungkapkan kasih yang sungguh-sungguh, sehingga Nikodemus tidak sakit hati ketika ia mengetahui keadaannya yang hina itu. [KSZ1 173.4]

Akan tetapi tatkala Yesus menjelaskan bahwa pekerjaan-Nya di dunia ini adalah untuk mendirikan kerajaan rohani gantinya kerajaan duniawi, pendengar-Nya itu merasa susah. Melihat ini Yesus menambahkan, Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi?” Jikalau Nikodemus tidak dapat menerima pengajaran Kristus itu, yang melukiskan pekerjaan rahmat di dalam hati, bagaimanakah ia dapat mengerti sifat kerajaan semawi-Nya yang mulia itu? Tanpa mengerti sifat pekerjaan Kristus di dunia ini, maka tak akan dapatlah ia mengerti pekerjaan-Nya di dalam surga. [KSZ1 174.1]

Orang Yahudi yang telah diusir Yesus dari Bait Suci mengaku sebagai anak-anak Ibrahim, tetapi mereka itu lari dari hadirat Juruselamat karena mereka tidak tahan melihat kemuliaan Allah yang dinyatakan dalam Dia. Dengan demikian mereka membuktikan bahwa mereka tidak dilayakkan oleh rahmat Allah untuk mengambil bagian dalam upacara-upacara Bait Suci yang kudus itu. Mereka rajin memelihara kesucian secara lahir saja, tetapi mereka melalaikan kesucian hati. Meskipun mereka menurut hukum itu secara harfiah, namun mereka senantiasa melanggar jiwa hukum itu. Keperluan mereka yang besar ialah justru perubahan yang se-dang dijelaskan Kristus kepada Nikodemus, kelahiran akhlak yang baru, pembersihan dari dosa, dan pembaruan pengetahuan dan kesucian. [KSZ1 174.2]

Tidak ada maaf bagi kebutaan bangsa Israel dalam hal pekerjaan kela-hiran baru. Oleh ilham Roh Kudus, Nabi Yesaya telah menulis, ‘’Demi-kianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor.” Daud telah berdoa, “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaruilah batinku dengan roh yang teguh.” Dan oleh Yehezkiel janji telah diberikan, ‘’Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.” Yesaya 64:6; Mazmur 51:10; Yehezkiel 36:26,27. [KSZ1 174.3]