Hari 2: Pasal 17 - NIKODEMUS
12 Oktober 2026 · Hari 2

Hari 2: Pasal 17 - NIKODEMUS

Halaman 170-171 | Pasal 17, Paragraf 6-10 | KSZ1 170.1-KSZ1 171.2

Ayat Inti

Yohanes 3:16

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 15 membaca Bab 17: Nikodemus. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 170.1 Gantinya mengakui pernyataan hormat ini, Yesus menatap si pembicara itu, seolah-olah membaca sekalipun jiwanya. Dalam hikmat-Nya yang tak terbatas Yesus melihat di hadapan-Nya seorang pencari kebenaran. Ia tahu tujuan kunjungan itu, maka dengan suatu keinginan hendak memperdalam keyakinan yang sudah ada dalam pikiran pendengar-Nya itu, Ia langsung menyebutkan maksud-Nya, sambil berkata dengan penuh wibawa tetapi juga lemah lembut, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan , ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Yoh. 3:3.

KSZ1 170.2 Nikodemus telah datang kepada Tuhan dengan maksud hendak meng-adakan tukar pikiran dengan Dia, akan tetapi Yesus memaparkan asasasas dasar kebenaran itu. Ia mengatakan kepada Nikodemus, yang engkau perlukan bukannya pengetahuan secara teori melainkan pembaruan secara rohani. Engkau tidak perlu memuaskan rasa ingin tahu melainkan mendapat hati yang baru. Engkau mesti mendapat hidup yang baru dari atas, sebelum engkau dapat menghargai perkara-perkara surga. Sebelum perubahan ini terjadi, dan menjadikan segala sesuatu baru, maka tidak akan bermanfaat bagimu memperbincangkan dengan Aku tentang kekuasaan-Ku atau pekerjaan-Ku.

KSZ1 170.3 Nikodemus telah mendengar khotbah Yohanes Pembaptis tentang pertobatan dan baptisan, dan mengalihkan perhatian orang banyak kepada Dia yang akan membaptiskan dengan Roh Kudus. Ia sendiri telah merasa bahwa kerohanian di kalangan orang Yahudi s+angat kurang, bahwa mereka sangat dikuasai oleh kefanatikan agama dan cita-cita duniawi. Ia telah lama mengharapkan suatu keadaan yang lebih baik dari segala sesuatu pada kedatangan Mesias itu. Namun pekabaran yang tajam dari Yohanes Pembaptis itu telah gagal untuk meyakinkan dia dari dosa. Ia adalah seorang Farisi yang keras, dan membanggakan segala kebajikannya. Ia sangat dihormati orang atas kedermawanan dan kemurahannya dalam menyokong upacara Bait Suci, dan ia merasa pasti akan keridlaan Allah. Ia sangat terperanjat ketika memikirkan tentang suatu kerajaan yang terlalu suci untuk dilihatnya dalam keadaannya pada saat itu.

KSZ1 171.1 Gaya bahasa tentang kelahiran baru yang telah digunakan oleh Yesus sekali-kali bukannya asing bagi Nikodemus. Orang-orang yang bertobat dari kekafiran dan menerima agama bangsa Israel sering diumpamakan dengan anak-anak yang baru lahir. Sebab itu sudah tentu ia mengetahui bahwa ucapan Kristus itu tidak seharusnya diartikan secara harfiah. Akan tetapi berkat kelahirannya sebagai seorang Israel ia menganggap dirinya pasti akan mendapat suatu tempat dalam kerajaan Allah. Ia merasa bahwa ia tidak memerlukan perubahan lagi. Itulah sebabnya ia terkejut men-dengar ucapan Juruselamat itu. Ia merasa kurang senang karena diucapkan langsung mengenai dirinya. Kesombongan Farisi bergumul melawan kerinduan yang jujur di pihak si pencari kebenaran. Ia merasa heran karena Kristus berbicara kepadanya seperti itu, dengan tidak meng-hormati kedudukannya sebagai penghulu Israel. Karena terkejut dari ke-tenangannya, ia menjawab kepada Kristus dengan ucapan yang penuh dengan ejekan, “Bagaimana mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua?” Sama halnya dengan banyak orang lain apabila kebenaran yang tegas dijelaskan pada angan-angan hati ia menyatakan fakta bahwa ma-nusia biasa tidak mau menerima perkara-perkara Roh Allah. Di dalamnya tidak ada sesuatu yang menyambut perkara-perkara rohani; sebab perkara-perkara rohani hanya dapat dipahami secara rohani pula.

KSZ1 171.2 Akan tetapi Juruselamat tidak menghadapi perdebatan dengan perde-batan. Sambil mengangkat tangan-Nya dengan keagungan yang penuh hikmat dan tenang, ditekankan-Nya kebenaran itu sedalam-dalamnya dengan jaminan yang lebih besar, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Nikodemus mengetahui bahwa yang dimaksudkan Kristus ialah baptisan air, dan pembaruan hati oleh Roh Allah. Ia sudah yakin bahwa ia sedang berada di hadirat Dia yang telah dinubuatkan oleh Yohanes Pembaptis itu.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

12 Oktober 2026 | Hari 2
Hari 2: Pasal 17 - NIKODEMUS

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 17 - NIKODEMUS
Halaman 170-171 | Pasal 17, Paragraf 6-10 | KSZ1 170.1-KSZ1 171.2

Ayat Inti:
Yohanes 3:16
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 15 membaca Bab 17: Nikodemus. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-15-hari-2-2026-10-12

Teks Lengkap:

Gantinya mengakui pernyataan hormat ini, Yesus menatap si pembicara itu, seolah-olah membaca sekalipun jiwanya. Dalam hikmat-Nya yang tak terbatas Yesus melihat di hadapan-Nya seorang pencari kebenaran. Ia tahu tujuan kunjungan itu, maka dengan suatu keinginan hendak memperdalam keyakinan yang sudah ada dalam pikiran pendengar-Nya itu, Ia langsung menyebutkan maksud-Nya, sambil berkata dengan penuh wibawa tetapi juga lemah lembut, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan , ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Yoh. 3:3. [KSZ1 170.1]

Nikodemus telah datang kepada Tuhan dengan maksud hendak meng-adakan tukar pikiran dengan Dia, akan tetapi Yesus memaparkan asasasas dasar kebenaran itu. Ia mengatakan kepada Nikodemus, yang engkau perlukan bukannya pengetahuan secara teori melainkan pembaruan secara rohani. Engkau tidak perlu memuaskan rasa ingin tahu melainkan mendapat hati yang baru. Engkau mesti mendapat hidup yang baru dari atas, sebelum engkau dapat menghargai perkara-perkara surga. Sebelum perubahan ini terjadi, dan menjadikan segala sesuatu baru, maka tidak akan bermanfaat bagimu memperbincangkan dengan Aku tentang kekuasaan-Ku atau pekerjaan-Ku. [KSZ1 170.2]

Nikodemus telah mendengar khotbah Yohanes Pembaptis tentang pertobatan dan baptisan, dan mengalihkan perhatian orang banyak kepada Dia yang akan membaptiskan dengan Roh Kudus. Ia sendiri telah merasa bahwa kerohanian di kalangan orang Yahudi s+angat kurang, bahwa mereka sangat dikuasai oleh kefanatikan agama dan cita-cita duniawi. Ia telah lama mengharapkan suatu keadaan yang lebih baik dari segala sesuatu pada kedatangan Mesias itu. Namun pekabaran yang tajam dari Yohanes Pembaptis itu telah gagal untuk meyakinkan dia dari dosa. Ia adalah seorang Farisi yang keras, dan membanggakan segala kebajikannya. Ia sangat dihormati orang atas kedermawanan dan kemurahannya dalam menyokong upacara Bait Suci, dan ia merasa pasti akan keridlaan Allah. Ia sangat terperanjat ketika memikirkan tentang suatu kerajaan yang terlalu suci untuk dilihatnya dalam keadaannya pada saat itu. [KSZ1 170.3]

Gaya bahasa tentang kelahiran baru yang telah digunakan oleh Yesus sekali-kali bukannya asing bagi Nikodemus. Orang-orang yang bertobat dari kekafiran dan menerima agama bangsa Israel sering diumpamakan dengan anak-anak yang baru lahir. Sebab itu sudah tentu ia mengetahui bahwa ucapan Kristus itu tidak seharusnya diartikan secara harfiah. Akan tetapi berkat kelahirannya sebagai seorang Israel ia menganggap dirinya pasti akan mendapat suatu tempat dalam kerajaan Allah. Ia merasa bahwa ia tidak memerlukan perubahan lagi. Itulah sebabnya ia terkejut men-dengar ucapan Juruselamat itu. Ia merasa kurang senang karena diucapkan langsung mengenai dirinya. Kesombongan Farisi bergumul melawan kerinduan yang jujur di pihak si pencari kebenaran. Ia merasa heran karena Kristus berbicara kepadanya seperti itu, dengan tidak meng-hormati kedudukannya sebagai penghulu Israel. Karena terkejut dari ke-tenangannya, ia menjawab kepada Kristus dengan ucapan yang penuh dengan ejekan, “Bagaimana mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua?” Sama halnya dengan banyak orang lain apabila kebenaran yang tegas dijelaskan pada angan-angan hati ia menyatakan fakta bahwa ma-nusia biasa tidak mau menerima perkara-perkara Roh Allah. Di dalamnya tidak ada sesuatu yang menyambut perkara-perkara rohani; sebab perkara-perkara rohani hanya dapat dipahami secara rohani pula. [KSZ1 171.1]

Akan tetapi Juruselamat tidak menghadapi perdebatan dengan perde-batan. Sambil mengangkat tangan-Nya dengan keagungan yang penuh hikmat dan tenang, ditekankan-Nya kebenaran itu sedalam-dalamnya dengan jaminan yang lebih besar, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Nikodemus mengetahui bahwa yang dimaksudkan Kristus ialah baptisan air, dan pembaruan hati oleh Roh Allah. Ia sudah yakin bahwa ia sedang berada di hadirat Dia yang telah dinubuatkan oleh Yohanes Pembaptis itu. [KSZ1 171.2]