Hari 7: Pasal 16 - DI DALAM BAIT SUCINYA
10 Oktober 2026 · Hari 7

Hari 7: Pasal 16 - DI DALAM BAIT SUCINYA

Halaman 165-167 | Pasal 16, Paragraf 34-38 | KSZ1 165.4-KSZ1 167.1

Ayat Inti

Yohanes 2:16

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 14 membaca Bab 16: Di dalam Bait Suci-Nya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 165.4 Karena segenap upacara korban itu adalah melambangkan Kristus, maka semuanya itu tidak ada nilainya bila terpisah dari pada-Nya. Ketika orang Yahudi memeteraikan penolakan mereka terhadap Kristus oleh menyerahkan Dia kepada maut, mereka menolak segala sesuatu yang memberi arti kepada Bait Suci dan segala upacaranya. Kesuciannya sudah hilang lenyap, dan telah ditentukan akan binasa. Sejak hari itu semua korban dan upacara yang berhubungan dengan korban-korban itu tiada mengandung arti lagi. Seperti halnya dengan persembahan Kain, semuanya itu tidak menyatakan iman pada Juruselamat. Dalam membunuh Kristus orang Yahudi dengan sebenarnya membinasakan Bait Suci mereka itu. Ketika Kristus disalibkan, tirai dalam Bait Suci itu tercarik dua dari atas ke bawah yang berarti bahwa korban besar yang terakhir sudah diadakan, dan bahwa sistem persembahan korban-korban berakhirlah sudah untuk selama-lamanya.

KSZ1 166.1 “Dalam tiga hari Aku akan mendirikannya .” Dalam kematian Juruselamat, segala kuasa kegelapan nampaknya seolah-olah menang, dan mereka itu bergembira dalam kemenangan itu. Tetapi dari dalam kubur Yusuf yang terbuka itu keluarlah Yesus sebagai pemenang. “Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.” Kol. 2:15. Oleh jasa kematian dan kebangkitan-Nya Ia menjadi pelayan “tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia.” Ibrani 8;2. Manusia memelihara rumah ibadah Yahudi; manusia membangun Bait Suci Yahudi; tetapi Bait Suci yang di surga, yang dilambangkan Bait Suci di dunia ini tidak dibangun oleh arsitek manusia. “Inilah orang yang bernama Tunas— Dialah yang akan mendirikan bait Tuhan, dan Dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas takhta-Nya. Di sebelah kanan-Nya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua.” Zakharia 6:12,13.

KSZ1 166.2 Upacara korban yang menunjuk kepada Kristus sudah lalu; akan tetapi mata manusia dialihkan kepada korban yang benar untuk dosa-dosa dunia. Keimamatan duniawi berhenti; tetapi kita memandang kepada Yesus, pelaku perjanjian baru itu, serta “Kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat daripada darah Habel.” “Jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada;... tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, ... tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.” Ibrani 12:24; 9:8-12.

KSZ1 166.3 “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempuma semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” Ibrani 7:25. Sungguh pun pelayanan itu harus dipindahkan dari Bait Suci yang di dunia ini ke Bait Suci yang di surga sungguh pun Bait Suci dan Imam Besar kita itu tidak dapat lagi dilihat oleh mata manusia, namun murid-murid sama sekali tak menderita kerugian apa pun olehnya. Mereka tidak akan mengalami putusnya hubungan mereka, dan tidak ada pengurangan kuasa karena kepergian Juruselamat. Sementara Yesus melayani di Bait Suci yang di surga, oleh Roh-Nya la masih juga melayani jemaat di dunia ini. Ia ditarik dari mata perasaan, akan tetapi janji perpisahan-Nya ditepati, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:20. Sementara diwakilkan-Nya kuasa-Nya kepada pengerja-pengerja yang lebih rendah, hadirat-Nya yang memberi tenaga itu masih menyertai jemaat-Nya.

KSZ1 167.1 “Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” Ibrani 4:14-16.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

10 Oktober 2026 | Hari 7
Hari 7: Pasal 16 - DI DALAM BAIT SUCINYA

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 16 - DI DALAM BAIT SUCINYA
Halaman 165-167 | Pasal 16, Paragraf 34-38 | KSZ1 165.4-KSZ1 167.1

Ayat Inti:
Yohanes 2:16
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 14 membaca Bab 16: Di dalam Bait Suci-Nya. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://www.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-14-hari-7-2026-10-10

Teks Lengkap:

Karena segenap upacara korban itu adalah melambangkan Kristus, maka semuanya itu tidak ada nilainya bila terpisah dari pada-Nya. Ketika orang Yahudi memeteraikan penolakan mereka terhadap Kristus oleh menyerahkan Dia kepada maut, mereka menolak segala sesuatu yang memberi arti kepada Bait Suci dan segala upacaranya. Kesuciannya sudah hilang lenyap, dan telah ditentukan akan binasa. Sejak hari itu semua korban dan upacara yang berhubungan dengan korban-korban itu tiada mengandung arti lagi. Seperti halnya dengan persembahan Kain, semuanya itu tidak menyatakan iman pada Juruselamat. Dalam membunuh Kristus orang Yahudi dengan sebenarnya membinasakan Bait Suci mereka itu. Ketika Kristus disalibkan, tirai dalam Bait Suci itu tercarik dua dari atas ke bawah yang berarti bahwa korban besar yang terakhir sudah diadakan, dan bahwa sistem persembahan korban-korban berakhirlah sudah untuk selama-lamanya. [KSZ1 165.4]

“Dalam tiga hari Aku akan mendirikannya .” Dalam kematian Juruselamat, segala kuasa kegelapan nampaknya seolah-olah menang, dan mereka itu bergembira dalam kemenangan itu. Tetapi dari dalam kubur Yusuf yang terbuka itu keluarlah Yesus sebagai pemenang. “Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.” Kol. 2:15. Oleh jasa kematian dan kebangkitan-Nya Ia menjadi pelayan “tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia.” Ibrani 8;2. Manusia memelihara rumah ibadah Yahudi; manusia membangun Bait Suci Yahudi; tetapi Bait Suci yang di surga, yang dilambangkan Bait Suci di dunia ini tidak dibangun oleh arsitek manusia. “Inilah orang yang bernama Tunas— Dialah yang akan mendirikan bait Tuhan, dan Dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas takhta-Nya. Di sebelah kanan-Nya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua.” Zakharia 6:12,13. [KSZ1 166.1]

Upacara korban yang menunjuk kepada Kristus sudah lalu; akan tetapi mata manusia dialihkan kepada korban yang benar untuk dosa-dosa dunia. Keimamatan duniawi berhenti; tetapi kita memandang kepada Yesus, pelaku perjanjian baru itu, serta “Kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat daripada darah Habel.” “Jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada;... tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, ... tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.” Ibrani 12:24; 9:8-12. [KSZ1 166.2]

“Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempuma semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” Ibrani 7:25. Sungguh pun pelayanan itu harus dipindahkan dari Bait Suci yang di dunia ini ke Bait Suci yang di surga sungguh pun Bait Suci dan Imam Besar kita itu tidak dapat lagi dilihat oleh mata manusia, namun murid-murid sama sekali tak menderita kerugian apa pun olehnya. Mereka tidak akan mengalami putusnya hubungan mereka, dan tidak ada pengurangan kuasa karena kepergian Juruselamat. Sementara Yesus melayani di Bait Suci yang di surga, oleh Roh-Nya la masih juga melayani jemaat di dunia ini. Ia ditarik dari mata perasaan, akan tetapi janji perpisahan-Nya ditepati, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:20. Sementara diwakilkan-Nya kuasa-Nya kepada pengerja-pengerja yang lebih rendah, hadirat-Nya yang memberi tenaga itu masih menyertai jemaat-Nya. [KSZ1 166.3]

“Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” Ibrani 4:14-16. [KSZ1 167.1]